Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Jendela Keluarga

Menjadi Muslimah Sekaligus Pengusaha

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Agustus 2011 11:36 11:36 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Agustus 2011 11:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Muslimah selalu identik dengan urusan dapur dan merawat anak. Tapi, ada jutaan muslimah memiliki talenta kuat dalam dunia usaha yang bisa meraup pundi-pundi finansial melebihi kemampuan pria. Di antara mereka, tetap ingin mengurus rumah tangga, anak dan tanpa harus menjadi wanita karir yang harus masuk kantor dari pagi hingga malam.

Sayang, di antara mereka masih kebingungan menentukan keputusan. Di bawah ini ada beberapa tips dan hal-hal yang tak boleh diabaikan.

Niatkan Membantu Suami

Menentukan niat, adalah awal yang akan sangat menentukan perjalanan selanjutnya. Selain karena Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi nilai segala perbuatan berdasarkan pada niatnya, lebih dari itu niat inilah yang semenjak awal membentuk pola pikir kita sehingga nantinya mengarahkan pilihan dalam menentukan berbagai kebijakan. Berarti dia pulalah yang akan menyetir arah berkembangnya karir dan usaha seseorang.

Muslimah yang sejak awal berniat mengembangkan usaha demi ambisi kesuksesaan pribadi atau mengumpulkan kekayaan, bisa jadi akan mengorbankan banyak kepentingan keluarganya jika dirasa akan menghalangi langkahnya dalam mencapai niat awal ini. Jelas, ini tak diperbolehkan dalam Islam.

Baca Juga

Anak Saleh Buah dari Kesalehan Orang Tua?
Muharram, Momen Terbaik Menjadi Ibu Terbaik
Kecantikan Muslimah Sejati
Sebab-sebab Durhaka Istri kepada Suami
Anak Shalih dan Shalihah Takdir Allah, Kita Terus Berusaha

Selama masih ada suami sebagai penopang nafkah keluarga, niat terbaik bagi istri untuk membuka usaha adalah dalam rangka membantu suami mencari nafkah. Dalam batas ini, maka kepentingan karir suami tetap dinomorsatukan.

Pekerjaan yang Aman

Kriteria ‘aman’ bagi seorang istri adalah manakala kondisi pekerjaan tersebut bisa disesuaikan dengan karakter fisik dan psikisnya yang khas. Mempertahankan karakter keibuan yang feminin misalnya, tetap harus dilakukan dengan cara memilih jenis-jenis pekerjaan yang diperkirakan tidak terlalu maskulin agar tidak mengikis karakter keibuannya.

Pekerjaan yang tidak harus menguras keletihan fisik akan jauh lebih baik, karena keluarga masih menunggu sumbangan tenaga dan pikiran ibu di luar urusan kantor. Dan ini tak akan sukses dilakukan jika secara fisik ibu sudah kelelahan.

Karakter lain dunia seorang ibu adalah tugas merawat dan mendidik anak. Tugas ini seringkali tak bisa diperkirakan terlebih dahulu penjadwalannya. Ketika anak sakit misalnya, bisa jadi ia membutuhkan kehadiran ibu selama dua puluh empat jam di sisinya. Itulah sebabnya, jenis pekerjaan yang fleksibel, dengan paruh waktu atau dengan disiplin waktu yang tidak terlalu mengikat, adalah menjadi pilihan terbaik. Tujuannya, agar dalam kondisi-kondisi tertentu ibu tetap bisa menomorsatukan urusan keluarga yang mendesak.

Selesaikan Urusan Rumah

Bereskan urusan keluarga sebelum menangani yang lain, itu prinsip yang tak boleh dilepas. Sepagi apapun meeting dijadwalkan di tempat tugas, pastikan bahwa urusan di rumah sudah tak ada masalah. Bukan berarti semua harus ditangani oleh tangan ibu sendiri. Bisa saja dibantu suami, adik, atau pembantu rumah tangga. Tetapi sebagai manajer rumah tangga, tanggung jawab tetap berada di pundak ibu. Kalau perlu, bangun sedini mungkin, lalu kerjakan urusan rumah seawal dan sepraktis mungkin.

Sebaliknya jika berencana pulang kerja agak terlambat, atau bahkan harus meninggalkan rumah untuk lebih dari sehari, persiapkan segala sesuatu di rumah seberes mungkin. Semua itu perlu dilakukan agar suami dan anak-anak tidak telantar.

Tetap harus diingat, walau ibu sedang berada di tempat kerja pada jam kerja sekalipun, tugas rumah tetap harus diperhatikan. Jalin selalu komunikasi dengan anak-anak di rumah, bisa lewat telepon atau SMS. Mereka tetap perlu diingatkan ketika tiba waktu makan siang, waktu beristirahat, dan sebagainya. Dengan cara ini, tetap terjalin komunikasi yang sangat penting bagi anak.

Dukungan Anggota Keluarga

Bekerja dan menuntaskan segala sesuatunya seorang diri, mustahil. Perlu dukungan dan pengertian dari orang-orang di sekitar Anda. Suami, ridhanya adalah di atas keutamaan yang lain. Pengertiannya terhadap masalah yang dihadapi istri bekerja menjadi teramat penting. Apalagi manakala terjadi hal-hal mendesak, seperti tugas-tugas yang luar biasa padat, yang membutuhkan waktu di luar jam kerja biasanya, atau di saat-saat keluarga membutuhkan lebih banyak perhatian seperti saat anak sakit.

Anak pun perlu diberi pengertian agar mendukung pilihan ibunya untuk bekerja. Penting memberi pengertian anak lewat dialog-dialog, pancing reaksi dan perasaan mereka sebenarnya. Ibu juga harus bisa tetap penuhi kebutuhan mereka berupa perhatian dan kasih sayang, dengan cara membagi waktu sebaik-baiknya. Manfaatkan waktu yang ada ketika di rumah, untuk total berbagi, berbuat, dan berkomunikasi dengan suami dan anak-anak.

Beberapa Persiapan Membuka Usaha

Pilih yang Terdekat dengan Kegemaran

Tak ada pekerjaan yang tak memiliki hambatan dan tantangan. Begitu juga upaya ibu membuka usaha, pasti dalam perjalanannya akan menemukan berbagai permasalahan. Untuk menghadapinya, diperlukan keuletan, kesabaran, dan keteguhan hati. Semua ini akan lebih mudah ditumbuhkan bila usaha pilihan tadi merupakan kegemaran kita sendiri. Kemungkinannya akan lebih besar bagi kita untuk eksis, bertahan, dan terus berjuang.

Tahu Seluk Beluknya

Secara sepintas, berdagang nampaknya gampang. Uang dapat diperoleh dengan segera. Betapa banyak orang terkecoh karenanya. Walaupun nampaknya mudah, sebenarnya untuk berdagang sangat diperlukan keuletan, keteguhan, ketrampilan komunikasi, naluri memahami keinginan pembeli, serta keterampilan melayani orang lain. Sama sekali tidak sesederhana yang diduga banyak orang.

Adalah penting bagi pemula untuk mempelajari terlebih dahulu seluk beluk usaha yang hendak dipilih. Jangan hanya mengetahui keuntungan-keuntungannya, tetapi pelajari juga risiko-risikonya, hambatan, serta tantangannya.

Belajar dari Pengusaha Lain

Benar sekali bahwa pengalaman adalah guru yang sangat berharga. Akan sangat bermanfaat jika sebelum membuka usaha kita belajar sebanyak-banyaknya dari pengalaman pengusaha lain, baik yang positif maupun negatif. Sehingga untuk mengenal berbagai risiko buruk, cukup belajar dari pengalaman orang lain, dan tak harus mengalaminya sendiri bukan?

Pisahkan dengan Urusan Keluarga

Yang tak bisa diubah, bahwa tugas utama ibu tetap dalam keluarga. Sebagai pengusaha, bisa saja ibu membuka usaha di rumah, sehingga tak perlu harus banyak keluar meninggalkan rumah. Namun kelemahan utama yang kerap terjadi adalah tercampur-baurnya urusan usaha dengan urusan keluarga.

Ini yang harus dihindari sedini mungkin. Buatlah adminisrasi keuangan yang rapi dan jelas, sehingga tidak membingungkan untuk membedakan mana hak untuk keluarga serta mana hak untuk usaha. Jangan lupa untuk mencatat setiap transaksi, sekecil apapun. Jangan ditunda lewat dari sehari.

Biasanya, disiplin dalam hal-hal tersebut kerap diabaikan, sehingga banyak pengusaha kesulitan untuk membuat pencatatan yang rapi. Sayangnya, bahkan masih banyak yang merasa tak memerlukan hal ini.*/

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gerakan “Deradikalisasi” Dinilai Menyesatkan Akidah Umat
Tulisan selanjutnya Para Muzakki Diharapkan Bersikap Elegan dalam Berzakat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

5 Tips Mendidik Anak agar Cinta Ramadhan
Jendela Keluarga

Sudahkah Anak Kita Diajarkan Akidah?

3 Desember 2022 20:55
Jendela Keluarga

Menjadi Ayah yang “Mesra” dengan Anak

26 November 2022 07:10
Jendela Keluarga

Akhlak Muslimah, Lembutlah dalam Bicara

8 November 2022 21:45
Jendela Keluarga

Hakikat Wanita Shalihah

4 November 2022 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?