Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Islam dan “Ekonomi Percintaan”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Februari 2014 08:19 8:19 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Februari 2014 07:55
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhammad Zulfikar Rakhmat

BANYAK orang beranggapan bahwa karena Islam tidak menyetujui adanya peringatan Valentine’s Day, yang jatuh pada 14 Februari setiap tahunnya, Islam adalah agama yang menentang cinta. Namun pernyataan itu adalah pernyataan yang salah. Islam bukanlah agama yang menentang cinta, melainkan ia telah menetapkan prinsip-prinsip mulia untuk mencapai cinta dan kasih sayang yang sebenarnya.

Pada artikel ini, saya ingin mengupas arti sebuah cinta dari perspektif ekonomi di mana saya akan menganggap cinta sebagai suatu komoditi. Dengan demikian, pertambahan nilai atau value added dari sebuah cinta akan menjadi sumber kekuatan ikatan antara dua manusia.

Dalam ilmu perekonomian sering dikenal adanya konsep bahwa nilai suatu barang akan berkurang jika ia dikonsumsi secara berlebihan. Sama halnya dengan sesuatu yang sering kita sebut dengan cinta. Semakin  kita memperlakukannya secara berlebihan, semakin berkurang nilai dari sebuah cinta.

Sekarang marilah kita melihat dua skenario yang berbeda. Dalam skenario yang pertama, seseorang berkomitmen dengan seseorang yang mana sebelumnya keduanya tidak pernah memiliki hubungan apapun dengan orang lain. Sedangkan dalam skenario yang kedua, seseorang pernah menjalin hubungan cinta dengan seseorang dan kini sedang menjalin hubungan dengan seseorang yang berbeda.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Jika Anda menganggap bahwa kedua kasus diatas adalah sama, maka Anda benar karena kedua manusia diatas sama-sama memiliki perasaan cinta.

Namun kebenaran Anda tidaklah seutuhnya karena salah satu kisah cinta diatas lebih bernilai dari yang lainnya. Mengapa?

Ingatkah Anda ketika di masa kanak-kanak dahulu saat Anda benar-benar menginginkan sebuah mainan? Di saat Anda berhasil mendapatkan mainan tersebut untuk pertama kalinya, Anda akan merasakan kebahagiaan yang belum pernah Anda rasakan sebelumnya. Namun semakin Anda sering bermain dengan mainan tersebut semakin hilang perasaan bahagia itu. Di lain waktu ketika Anda mendapatkan mainan yang mirip Anda tidak akan merasakan kebahagiaan yang sama saat Anda mendapatkannya untuk pertama kalinya.

Marilah kita pikirkan sejenak hal ini. Itu adalah bagian dari sifat manusia, bukan? Iya, dan sama halnya ketika seseorang memiliki hubungan dengan seseorang, mereka akan berbagi perasaan, waktu, hadiah, dan sebagainya. Pertama kali seseorang melakukan hal-hal ini, ia tidak akan pernah melupakannya.

Karena di saat pertama kali seseorang melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan sebelumnya, nilai atau value dari perbuatan tersebut masih dalam keadaan utuh. Namun, jika seseorang telah memiliki hubungan berkali-kali, dalam arti bahwa mereka putus dengan seseorang kemudian menjalin hubungan dengan yang lainnya, mereka secara tidak sadar akan mengurangi value of the next relationship dengan melakukannya berulang kali.

So what? Seperti yang saya jelaskan diatas, value adalah komoditi penting untuk membangun kekuatan hubungan antara dua manusia. Jika value sudah berkurang, dan hubungan menjadi lemah, hubungan tersebut kemungkinan akan gagal ketika berhadapan dengan ujian atau cobaan.

Namun ketika seseorang mencoba untuk berkomitmen pada seseorang dan berinvestasi untuk membangun hubungan yang berjangka panjang (pernikahan), ia bukannya mengurangi value dari hubungan tersebut melainkan value tersebut akan justru semakin bertambah, yang berarti bahwa hubungan cinta akan semakin kuat dan bermakna.

Jadi apa hubungannya konsep ini dengan Islam dan hari Valentine? Pada hari Valentine biasanya orang akan melakukan berbagai macam hal untuk “membuktikan” rasa cinta mereka terhadap seseorang yang mereka cintai. Mereka akan saling bertukar kartu ucapan, mengirim bunga, atau cokelat meskipun mereka tidak dalam hubungan yang sah (pernikahan).

Hal ini jika dilakukan secara berulang kali lama kelamaan akan mengurangi nilai atau value dari perbuatan tersebut apalagi ketika Anda melakukannya dengan seseorang yang Anda ingin nikahi, sehingga melemahkan kemampuan seseorang untuk membangun ikatan yang kuat di masa depan. Alhasil, hal ini akan membawa kepada pondasi keluarga yang lemah.

Dalam Islam, keluarga merupakan pondasi penting berdirinya sebuah masyarakat dan negara. Jika keluarga berada dalam keadaan yang lemah, maka negara pun akan berada dalam keadaan lemah.

Keluarga dapat menjadi lemah melalui banyak cara. Salah satu cara tersebut adalah ketika anggota keluarga dengan mudah berkelahi atas isu-isu kecil.

Islam menuntut manusia untuk melindungi keluarga dari hal ini. Karena Islam memahami sifat dasar manusia, ia memberikan penekanan besar terhadap pembangunan hubungan kekeluargaan yang kuat dan menghiasinya dengan cinta dengan tujuan untuk membangun masyarakat yang mulia.

Dalih yang disajikan dalam artikel ini mungkin memiliki banyak kekurangan karena saya menulisnya sendiri. Dan argumen ini sama sekali tidak ada bandingannya dengan dalih-dalih para ulama yang menggunakan ayat dan hadits sebagai landasan argumen mereka.

Penulis adalah asisten peneliti di Universitas Qatar dan pendiri akun @Sahabat_Rasul

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:cintamenikah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Yayasan Baitul Maqdis dan PII Bekasi Bagi-bagi Buku “Ada Pemurtadan di Valentine’s Day”
Tulisan selanjutnya Ada Pesan Allah di Setiap Kejadian Alam Semesta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?