Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Rela Dipenjara, Asal Saudara Tak Berkhianat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Oktober 2015 07:08 7:08 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Oktober 2015 07:08
Bagikan
Bagikan

MUHAMMAD bin Sirin adalam ulama masa Tabi’in. Lahir dua tahun sebelum berakhirnya masa Kekhalifahan Utsman bin Affan. Selain menyibukkan diri untuk mengkaji ilmu dan mengajarkannya kepada kaum Muslimin, beliau juga berprofesi sebagai saudagar.

Kejujuran menjadi landasan utamanya dalam menjalankan perniagaannya. Dalam berjual-beli Ibnu Sirrin tidak hanya mementingkan keuntungan pribadi, tapi juga kemaslahatan kaum Muslimin, meski untuk itu beliau harus menerima kerugian besar bahkan dipenjara sekalipun.

Suatu ketika Muhammad bin Sirin membeli minyak seharga 40.000 dirham sebanyak satu bejana penuh dibayar belakangan. Ketika diperiksa ternyata terdapat bangkai tikus yang telah membusuk di dalamnya.

Mendapati hal itu Ibnu Sirrin berpikir; “Minyak ini ditampung dalam suatu wadah dan najisnya tidak hanya di sekitar wadah itu. Jika aku kembalikan kepada penjualnya, pasti akan dijualnya kembali kepada orang lain.”

Agar tak terjadi apa yang menjadi kekhawatiran Ibnu Sirrin membuang seluruh minyak yang ada di bejana tersebut. Peristiwa inilah yang menjadi salah satu faktor gulung tikarnya usaha sang ulama. Akhirnya beliau terlilit hutang. Si pemilik minyak menagih hutangnya, sedangkan Muhammad bin Sirin tak memiliki uang untuk melunasinya. Karena merasa dirugikan, si pemilik minyak mengadukan persoalannya kepada pihak yang berwenang. Akhirnya pengadilan pun memutus agar Muhammad bin Sirin dipenjara sampai mampu melunasi hutang-hutangnya.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Ibnu Sirrin cukup lama mendekam di penjara, sehingga penjaga penjara merasa kasihan karena mengetahui keteguhan agama dan ketakwaannya dalam ibadah.

Kepada sang syaikh, seorang sipir penjara berkata, “Wahai Syaikh, pulanglah kepada keluargamu bila malam tiba dan kembalilah kemari pada pagi harinya. Anda bisa melakukan itu sampai bebas nanti,” ucapnya.

Terhadap tawaran sang sipir penjara, Muhammad bin Sirin menolak tegas. Kepadanya ia berucap,

“Tidak, Demi Allah aku tidak akan pernah melakukan itu,” tegasnya.

Penasaran, si penjaga menanyakan prihal alasan di balik keberatan sang imam. Inilah jawaban Ibnu Sirrin.

“Agar aku tidak membantumu mengkhianati pemerintah,” ungkapnya kepada si penjaga penjara yang langsung semakin membuatnya terkagum-kagum dengan kemulian kepribadian sang imam.*/Khairul Hibri, anggota Asosiasi Penulis Islam (API) Indonesia. Naskah diambil dari kitab Shuwaru Min Hayaati at-Tabi’in, karangan, Dr. Abdurrahman Ra’fat Basya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:ibadahIbnu Sirrinpenjaraulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Politisi Swiss Prakarsai Gerakan Melarang Niqab
Tulisan selanjutnya Pengungsi Suriah dan Afghanistan Bentrok di Jerman

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?