Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Sudahkah Bermohon Rahmat-Nya?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Februari 2016 07:09 7:09 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Februari 2016 07:09
Bagikan
Bagikan

HIDUP di dunia pastinya berhubungan dengan berbagai keinginan dan kebutuhan. Itulah garisan Allah Subhanahu wa Ta’ala (Swt) sebagai syahwat setiap manusia.

Mulai dari ketertarikan kepada wanita, anak, keluarga, kebun, kendaraan, hingga kepada timbunan emas dan perak.

Namun bedanya, orang-orang beriman patuh kepada aturan Allah sedang mereka yang ingkar tak mau peduli dengan tata hidup yang juga sudah diatur oleh Allah Sang Pencipta.

Sebagaimana orang beriman juga dituntut untuk mendahulukan kepentingan agama dan akhirat di atas dorongan keinginan duniawi tersebut.

Olehnya, seorang Mukmin patut bersyukur kepada Allah atas karunia hidayah yang diberikan.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Ada Nabi utusan Allah yang memberi bimbingan sekaligus teladan yang nyata kepada umatnya. Serta al-Qur’an dan Sunnah sebagai panduan pokok dalam menjalani hidup berislam.

Kisah sekumpulan pemuda al-Kahfi atau yang dikenal Ashabul Kahfi adalah salah satu cermin teladan tersebut. ia disebut secara khusus dalam sebuah nama surah al-Qur’an, surah al-Kahfi.

Mereka adalah para pemuda di zamannya yang tak tergiur dengan kenikmatan materi dunia. Mereka rela berpisah bahkan lari darinya untuk menyelamatkan keimanan kepada Allah.

Ajaibnya lagi, dalam posisi terintimidasi dan terdzalimi demikian, tak ada sedikitpun keluhan atas kondisi yang mereka alami. Setidaknya hal itu tampak dari doa yang mereka ratapkan.

Alih-alih berkesah dengan segala harta yang mesti ditinggal pergi atau mengeluh dengan fasilitas inap yang berbeda jauh antara sesaknya gua dengan ketika masih nyaman tinggal di lingkungan istana.

Dalam munajat syahdu tersebut, pemuda al-Kahfi itu justru hanya memohon satu perkara saja, memelas rahmat Allah serta bimbingan yang tak jemu bagi mereka.

Allah berfirman:

إِذْ أَوَى الْفِتْيَةُ إِلَى الْكَهْفِ فَقَالُوا رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

“(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdoa: “Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini).” (Surah al-Kahfi [18]: 10).

Bagi orang beriman, inilah puncak daripada hakikat ilmu dan iman yang dimiliki.

Kala seorang Muslim berada di titik kesadaran sekaligus keyakinan bahwa dunia dan segala daya tarik yang menyertainya hanyalah secuil dibanding nikmat iman yang dikaruniakan oleh Allah.

Seluruh isi materi dunia yang kadang menjadi sumber rebutan bahkan pertikaian manusia itu tak bernilai apa-apa jika Allah enggan mengiringinya dengan berkah dan rahmat-Nya.

Sebaliknya, sejumput nikmat di dunia akan terasa melapangkan jiwa sekiranya yang sedikit itu dirahmati oleh Allah.

Di sana ada berkah, kelapangan, serta kemanfaatan bagi hamba-Nya dan orang-orang di sekitarnya.

Mengapa mesti rahmat

Realitas masyarakat dan bangsa hari ini layak ditengok dan dijadikan cermin untuk berkaca.

Orang berilmu, misalnya. Nyaris setiap tahun sejumlah perguruan tinggi melahirkan ratusan sarjana dan cendekia Muslim dari berbagai disiplin ilmu.

Namun hampir setiap hari pula media-media massa memberitakan hal yang jauh dari nilai-nilai pendidikan. Terjadi degradasi adab dan kemerosotan moral lainnya.

Deretan gelar akademik itu seolah runtuh seketika di hadapan Allah jika pengetahuan itu tak mampu mengundang rahmat Allah padanya.

Maksud hati ilmu dicari agar memberi faidah kepada orang lain. Apa daya pengetahuan yang luas tak ubahnya onak dalam duri, hanya menggelisahkan bahkan menyakiti diri.

Pangkat dan jabatan juga bisa bernasib sama nantinya andai urusan itu tak mampu mendulang berkah Allah.

Akibatnya, kekuasaan yang dimiliki laris manis hanya untuk menindas orang lain. Kelak di Hari Pembalasan orang itu baru tersadar, ada amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

Di sana ada ribuan bahkan jutaan rakyat akan mengadu atas kedzaliman yang mereka rasakan selama diatasi oleh pemimpin yang tidak adil dan amanah.

Sebab kepemimpinan itu telah dicabut keberkahannya dan jauh dari rahmat Allah.

Sebaliknya, pemandangan berbeda akan terlihat ketika Allah berkenan merahmati suatu perbuatan manusia.

Keluarga yang dinaungi rahmat Allah niscaya mampu melahirkan generasi keturunan yang shaleh/shalehah.

Bersama orang tuanya, anak-anak bisa mendapatkan ketenangan dan keteduhan jiwa di dalam keluarga.

Di lingkungan pendidikan, proses menuntut ilmu dan kegiatan belajar mengajar juga terasa berkahnya kala para guru menyayangi murid-muridnya.

Sang guru lalu mengajari mereka dengan penuh ketulusan. Mereka tidak hanya sebagai penyampai ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) tapi juga sebagai teladan dalam akhlak, ibadah, dan amal shaleh lainnya.

Selanjutnya, murid-murid berlomba mengamalkan ilmu yang dipelajari. Mereka menaruh hormat dan adab kepada orang lain terutama kepada guru dan orangtua.

Sebab sekali lagi, hanya dengan Rahmat Allah-lah setiap karunia bisa dinikmati dengan nyaman. Ia tumbuh dan berkembang dalam bingkai keberkahan.

Bagi orang beriman, hidup menjadi sederhana. Tinggal memilih, bersabar atau bersyukur kepada Penciptanya.*/Masykur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berkahKeluargaketenangan jiwarakhmat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Khalifah Terakhir dan Kekuatan Medsos
Tulisan selanjutnya Menjadi Wanita, Mudah atau Susah?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?