Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Syirik, Kezaliman Paling Tinggi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Oktober 2020 21:22 9:22 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Oktober 2020 21:22
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

Hidayatullah.com | “Wahai anakku,” pesan Luqman kepada putranya sebagaimana tertulis dalam al-Qur’an Surat Luqman [31] ayat 13. “Janganlah engkau menyekutukan Allah. Sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.”

Zalim, menurut para ulama, adalah meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Lawan dari zalim adalah adil.

Syekh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin membuat defisi lebih detil soal zalim. Menurut beliau, zalim adalah “bersikap kurang”, sebagaimana ungkapan dalam al-Qur’an surat Al Kahfi ayat33, “Kedua kebun itu menghasilkan buahnya, dan kebun itu tidak kurang (lam tazhlim) buahnya sedikit pun.”

Bersikap kurang, menurut Syekh al-Utsaimin, ada banyak maknanya. Bisa berarti melakukan hal yang tidak diperbolehkan, atau melalaikan apa yang diwajibkan kepadanya.

Namun, inti dari kezaliman itu berpusat pada dua hal, yakni meninggalkan kewajiban, atau melakukan yang haram.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Allah Ta’ala jelas melarang perbuatan zalim. Di dalam al-Qur’an surat Hud [11] ayat 18, Allah Ta’ala berfirman, “… Ingatlah, laknat Allah (ditimpakan) kepada orang yang zalim.”

Rasulullah ﷺ juga bersabda, “Jauhilah kezaliman kaarena kezaliman adalah kegelapan di hari kiamat,” (Riwayat Muslim).

Namun, di antara banyak perbuatan zalim tersebut, yang terbesar adalah syirik, atau beribadah kepada selain Allah Ta’ala. Ini disebutkan oleh Rasulullah ﷺ saat ditanya sahabat, “Dosa apa yang paling besar?“ Rasulullah ﷺ menjawab, “Engkau menjadikan sesuatu sebagai sekutu Allah, padahal Allah yang menciptakanmu,” (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Mengapa perbuatan syirik –atau pelakunya disebut musyrik– disebut sebagai perbuatan zalim paling tinggi? Mengapa bukan penipu, pembunuh, pezina, atau penguasa yang diktator dan kejam? Bukankah banyak orang musyrik yang berjiwa sosial, tidak pernah menipu orang lain, bertutur lemah lembut?  Mengapa mereka harus distempel pelaku zalim paling berat?

Ini dijelaskan oleh As Sa’di ketika menafsirkan surat Lukman [31] ayat 13 yang telah disebutkan di atas. Menurut As Sa’di, tidak ada yang lebih buruk dari orang yang menyetarakan mahluk dengan Sang Pemilik semua mahluk, atau menyetarakan mahluk yang tak memiliki apa pun dengan Dzat yang memiliki semuanya, menyetarakan mahluk yang serba kurang dengan Rabb yang sempurna dan Maha Kaya, menyetarakan mahluk yang tidak bisa memberikan satu nikmat pun dengan Dzat yang memberikan semua nikmat, baik agamanya, dunianya, maupun akhiratnya. Padahal hati dan raga orang tersebut berasal dari Allah Ta’ala, dan tidaklah keburukan tercegah darinya kecuali karena Allah Ta’ala.

“Maka adakah kezaliman yang lebih besar dari itu?” tulis As Sa’di dalam Taisir Karimmirrahman.

Jadi, janganlah kita tertipu dengan pelaku kezaliman jenis ini, terutama saat memilih sahabat atau memilih pemimpin. Mereka, di mata Allah Ta’ala, amat jahat. Kejahatannya melebihi kejahatan-kejahatan lain.

Namun, bukan berarti kita boleh berlaku zalim kepada mereka yang berlaku zalim kepada Allah Ta’ala. Kita dilarang oleh Allah Ta’ala untuk berlaku zalim kepada siapa saja, baik kepada sesama Muslim, atau kepada orang-orang kafir, bahkan kepada hewan dan tumbuhan, terlebih-lebih berlaku zalim kepada Sang Khaliq.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Andaikan perbuatan yang kalian lakukan terhadap binatang itu diampuni (oleh Allah), maka ketika itu (bakal) diampunilah banyak dosa,” (Riwayat Ahmad).

Jika berbuat zalim kepada binatang saja sudah tercatat sebagai dosa, apatah lagi kepada sesama manusia, dan terlebih kepada Sang Pencipta. Wallahu a’lam.*/ Mahladi Murni

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dukunkezalimansyirik
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peran Indonesia dalam Perjuangan Palestina Merdeka
Tulisan selanjutnya Partai Ummat, Layakkah Jadi Harapan?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?