Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Doa-doa Saat Ditimpa Bencana

Ahmad
Terakhir diupdate: 6 November 2020 10:17 10:17 am
Ahmad
Dipublikasikan 6 November 2020 10:30
Bagikan
Niat Puasa Ramadhan Tiap Malam atau Sekali
Bagikan

Hidayatullah.com | DARI Dari Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

دَعَوَاتُ الْمَكْرُوبِ: اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

“Doa-doa ketika terkena bencana dan musibah, ‘Wahai Allah, hanya rahmat-Mu yang aku harapkan, maka janganlah Engkau menyerahkan aku kepada diriku sendiri meski hanya sekejap mata dan perbaikilah seluruh urusanku. Tiada Ilah Yang berhak disembah selain Engkau’ .” (HR. Ahmad dan Abu Daud)

Di dalam riwayat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Fathimah radhiyallahu ‘anha,

ما يمنعك أن تسمعي ما أوصيك به؟ أن تقولي إذا أصبحتِ وإذا أمسيت:يا حي يا قيوم، برحمتك أستغيث، وأصلح لي شأني كله، ولا تكِلْني إلى نفسي طرفة عين.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

 “Apa yang menghalangimu untuk mendengar apa yang aku wasiatkan kepadamu? Hendaknya saat berada di pagi dan sore hari engkau mengucapkan, ‘Wahai Dzat Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri dengan sendiri-Nya, dengan rahmat-Mu aku mohon pertolongan. Perbaikilah urusanku seluruhnya dan jangan Engkau serahkan aku kepada diriku walau hanya sekejap mata’ .” (HR. an-Nasai, al-Hakim, al-Baihaqi).

Pelajaran dari Hadits di atas:

Ketika terjadi musibah atau bencana atau sesuatu yang tidak kita inginkan, kita diperintahkan untuk membaca doa sebagaimana yang tersebut di dalam hadits di atas. Adapun keterangannya sebagai berikut:

Pelajaran  Pertama: Doa-doa Ketika Terkena Bencana

دَعَوَاتُ الْمَكْرُوبِ

“Doa-doa ketika terkena bencana dan musibah”

Al-Makrub: Segala yang menimpa dirimu dan menyebabkan sedih, gelisah dan tidak tenang hati. (Faidhu al-Qadir: 3/526)

Musibah yang menimpa seorang muslim, jika dia bersabar terhadapnya dan mengharap pahala di sisi-Nya, maka hal itu akan menghapuskan segala dosa. Sebagaimana di dalam hadist dari Abu Said Al-Khudri dan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasullullah ﷺ bersabda,

مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ، وَلَا وَصَبٍ، وَلَا هَمٍّ، وَلَا حُزْنٍ، وَلَا أَذًى، وَلَا غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ.

 “Tidaklah menimpa seorang muslim kelelahan, sakit, kekhawatiran, kesedihan, gangguan dan duka, sampai pun duri yang mengenai dirinya, kecuali Allah akan menghapus dengannya dosa-dosanya.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Musibah itu, jika dihadapi dengan sabar, maka akan menjadi ladang pahala. Seakan-akan Allah mendatangkan pahala kepada yang tertimpa musibah tanpa harus mengerjakan suatu amal. Ini sebagaimana yang tersebut di dalam hadits Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha bahwasanya ia berkata: Saya mendengar Rasulullah ﷺ ;

مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ مَا أَمَرَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ ، اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا إِلاَّ أَخْلَفَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا

“Tidaklah seorang mukmin tertimpa musibah lalu ia membaca apa yang telah diperintahkan oleh Allah, (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah. Ya Allah, berilah kami pahala karena mushibah ini dan tukarlah bagiku dengan yang lebih baik daripadanya). Melainkan Allah menukar baginya dengan yang lebih baik.” (HR. Muslim)

Pelajaran Kedua: Berharap Rahmat-Nya

اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو

“Wahai Allah, hanya rahmat-Mu aku harapkan”

Di dalam riwayat lain disebutkan (يا حي يا قيوم) artinya ‘Wahai Yang Maha Hidup, Wahai Yang Maha Berdiri’. Ini menunjukkan bahwa seseorang jika berdoa kepada Allah dengan menyebut Asmaa-u al-Husna, doanya akan dikabulkan oleh Allah, dan ini merupakan perintah Allah di dalam al-Qur’an, sebagaimana firman-Nya,

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

 “Hanya milik Allah Asmaul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Asmaul Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (QS: Al-A’raf : 180)

Sabdanya (رَحْمَتَكَ أَرْجُو) artinya ‘Rahmat-Mu aku harapkan’. Rahmat di sini sebagai sebagai obyek. Mestinya obyek itu diletakkan di belakang setelah subyek (pelaku), tetapi di dalam hadits ini obyeknya didahulukan, sedang (أَرْجُو) yaitu ‘Aku mengharap’, sebagai subyek atau pelaku diakhirkan. Ini  untuk menunjukkan ‘pembatasan’. Sehingga bisa diterjemahkan sebagai berikut; “Aku hanya mengharap rahmat-Mu, tidak yang lainnya.”

Ini seperti firman Allah di dalam surat al-Fatihah,

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

“Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu kami meminta pertolongan”

Lafadh (Iyyaka) didahulukan penyebutannya dari (na’budu)_ untuk menunjukkan “pembatasan”, artinya hanya kepada-Mu kami menyembah, bukan kepada yang lainnya.

Seorang Muslim harus selalu optimis dan mengharap Rahmat Allah setiap saat, tidak boleh putus ada dari Rahmat-Nya, walaupun hanya sekejap. Karena yang berputus asa dari Rahmat-Nya hanyalah orang-orang yang sesat. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

قَالَ وَمَنْ يَقْنَطُ مِنْ رَحْمَةِ رَبِّهِ إِلَّا الضَّالُّونَ

“Ibrahim berkata: ‘Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Tuhannya, kecuali orang-orang yang sesat’.” (QS: Al-Hijr: 56).*

✒ Dr. Ahmad Zain An-Najah, MA,  Pusat Kajian Fiqih Indonesia (PUSKAFI)

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bencanadoadoa bencanadoa musibahmusibah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Resep Memakmurkan Masjid: Pantry Ala Masjid al-Ghifari
Tulisan selanjutnya Di Tengah Kemarahan Umat Islam, TV China Tayangkan Gambar Nabi Muhammad

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?