Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Resep Memakmurkan Masjid: Pantry Ala Masjid al-Ghifari

Ahmad
Terakhir diupdate: 6 November 2020 10:01 10:01 am
Ahmad
Dipublikasikan 6 November 2020 10:01
Bagikan
Sebuah pantry (dapur mini) Masjid Abu Dzar al-Ghifari Malang, Jatim
Bagikan

Hidayatullah.com | ADA  pemandangan yang tidak lazim di Masjid Abu Dzar al-Ghifari Malang, Jatim. Tepat di belakang teras sebelah utara terdapat pantry (dapur mini) sederhana.  Pantry itu berisi lemari yang dipakai untuk menyimpan perabot seperti piring, gelas, mangkuk, dan sejenisnya. Serta meja untuk menaruh makanan dan minuman.

Di dalam pantry tampak tiga pemuda sibuk menyiapkan ifthar (buka puasa) bagi jamaah. Ada yang menata piring plastik berisi kue dan kurma, ada yang memasukkan sendok ke gelas berisi kolak serta ada yang menuang petis ke mangkuk.

Sebuah terpal berkelir biru terbentang di depan mereka. Di atasnya berjejer rapi 48 piring plastik berisi kue serta kurma. Plus lengkap dengan air mineral kemasan gelas.

“Alhamdulillah, setiap Senin, Kamis, dan hari-hari puasa Yaumul Bidh kita biasa sediakan takjil bagi jamaah yang menjalankan puasa sunnah,” jelas salah satu dari ketiga pemuda itu saat berbincang dengan Hidayatullah.com.

Sementara, pada Kamis sore itu, ruang utama Masjid al-Ghifari dipenuhi jamaah. Bahkan, meluber sampai teras.. Mereka tampak antusias mendengar penjelasan tentang Masjid al-Aqsha dan Negara Palestina yang sampai kini dijajah oleh Zionis Israel Laknatullah.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Baca: Masjid untuk Menyelesaikan Persoalan Umat

Ketua Takmir Masjid Abu Dzar al-Ghifari Agus Junaidi menjelaskan, keberadaan pantry itu sudah ada sejak 5 tahun yang lalu.  “Awalnya, kita punya program kerja menyediakan takjil setiap Senin-Kamis. Ketika ingin menyiapkan makanan dan minuman kita perlu meja. Daripada bolak-balik angkat meja, maka dibuatlah pantry,” jelas Junaidi.

Seiring waktu, kebutuhan adanya pantry itu tak sekadar ketika ada program buka bersama puasa sunnah, tetapi juga tiap ada kegiatan yang menyediakan makanan dan minuman bagi jamaah. “Alhamdulillah, jamaah yang ikut buka puasa Senin dan Kamis sekira 300-an. Itu belum dengan jamaah wanita,” ungkap Junaidi seraya bersyukur.

Prinsip Keterbukaan

Takmir memiliki motto, “Jamaah shalat Subuh Masjid al-Ghifari harus seperti jamaah Shalat Jum’at.”

Junaidi bersyukur motto itu bisa terwujud. “Alhamdulillah,  sejak lima tahun ke belakang, jamaah shalat Subuh di sini, seperti jamaah shalat Jum’at. Meski jamaah hanya kita pusatkan di lantai bawah.”

Tak hanya ramai jamaah shalatnya, pada waktu kajian rutin pekanan, baik ba’da shalat Subuh atau Maghrib, ruang utama masjid juga dipadati jamaah. Tiap hari ada jadwal kajian dengan tema dan pemateri yang berbeda.

Lalu, apa resepnya  al-Ghifari bisa semakmur itu?

Junaidi menjelaskan, pengurus memiliki komitmen yang sama sejak awal didirikan.  Al Ghifari tidak boleh terikat ‘bendera’ tertentu. Semua umat Islam boleh menggunakannya sebagai sarana ibadah.

“Terlepas dari kelompok A, B atau C. Prinsip itulah yang kami pegang sampai sekarang,” jelasnya kepada Hidayatullah, pada pertengahan April lalu.

Dengan prinsip keterbukaan seperti itu, respon jamaah sangat positif. Artinya,  tak hanya dari warga lokal sekitar, tetapi warga luar juga ikut berbondong-bondong memakmurkan al-Ghifari.

Ramah Lingkungan

Junaidi melanjutkan, pengurus sebagai tuan rumah menganggap jamaah sebagai tamu Allah. Dalam Islam, adabnya tuan rumah harus melayani tamu dengan sebaik-baiknya.

“Karena itu, pengurus berupaya memberikan pelayanan terbaik agar jamaah merasa nyaman ketika beribadah.”

Bagaimana caranya?

Junaidi menjelaskan, pertama takmir mendesain masjid dengan arsitektur yang unik untuk menghadirkan kesan nyaman di dalam hati jamaah. Mulai dari ketika jamaah masuk ke gerbang, tempat parkir, ruang utama, tempat wudhu sampai toilet.

Contoh desainnya, seperti taman vertikal yang ada pada dinding setelah pintu gerbang, ornamen berwarna-warni di ruang utama seperti arsitektur Ottoman di Turki, serta mihrab yang didesain menyerupai miniatur pintu Ka’bah.

“Jamaah yang belum tahu, mungkin bertanya-tanya. Ini kenapa di ruang utama ornamennya warna warni, tidak ada plafonnya dan sebagainya. Tetapi setelah diberikan penjelasan, jamaah baru paham. Oh, tujuannya begini,” papar Junaidi.

Baca: Masjid Ar-Rabithah, Kudus: Dijuluki Masjid “Pelarian”

Selain itu, masjid yang terletak di komplek perumahan Griya Santha Malang ini, juga didesain dengan konsep environmental friendly (ramah lingkungan,-red). Kusen-kusen jendela dan pintu memanfaatkan kayu dari bekas ngecor. Ada banyak jendela kayu yang terbuka, dipadu dengan kaca transparan.

“Kita berharap kalau cuaca normal, nggak butuh banyak lampu. Dengan desain seperti itu,  udara dari luar dan sinar matahari bisa langsung masuk,” jelas Junaidi.

Untuk fasilitas penunjang seperti kamar mandi didesain agar dapat dipakai untuk mandi, cuci, dan kakus (MCK). Bahkan dilengkapi dengan shower seperti di hotel. Lalu, lantai tempat wudhu didesain miring agar memudahkan jamaah difabel yang memakai kursi roda.

“Total ada 9 unit kamar mandi dan lebih dari 15 titik kran untuk wudhu,” ujar Junaidi..

Termasuk keberadaan pantry, itu merupakan salah satu upaya takmir dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah al-Ghifari.  Junaidi menegaskan, kenyamanan dalam beribadah tak sekadar bisa diperoleh dari optimalisasi fisik bangunan, tetapi juga dengan cara menciptakan lingkungan sosial yang baik dan penuh keakraban di antara jamaah yang heterogen.

“Jamaah di sini sudah seperti kelurga sendiri, meskipun dari berbagai komunitas dan kalangan,” jelas Junaidi.

Imam Timur Tengah

Resep berikutnya, masih kata Junaidi, adalah memilih Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, di mana pengurus menetapkan 2 orang hafizh al-Qur’an sebagai imam shalat.  “Satu imam dari Timur Tengah, satunya lagi imam lokal. Alhamdulillah, bacaan imam disukai oleh jamaah. Tidak sembarang orang dapat menjadi imam Masjid al-Ghifari. Harus kita tes terlebih dahulu mulai dari bacaan sampai segi keilmuannya,” ungkapnya.

Untuk imam dari Timur Tengah setiap Rabu dan Jum’at, khusus shalat Subuh, Maghrib serta Isya’. Selain waktu itu, shalat dipimpin oleh imam lokal, yang semasa kuliah menjadi langganan juara lomba tahfizh al-Qur’an.

“Imam shalat itu merupakan salah satu SDM yang harus menjadi prioritas. Ini poin penting dalam memakmurkan sebuah masjid,” terang Junaidi. */Achmad Fazeri, Suara Hidayatullah

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:masjidMasjid al-Ghifarimemakmurkan masjid
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Islam Channel Kecam Anggota Parlemen Inggris yang Secara ‘Tak Beralasan’ Menghubungkannya dengan Serangan Paris dan Wina
Tulisan selanjutnya Niat Puasa Ramadhan Tiap Malam atau Sekali Doa-doa Saat Ditimpa Bencana

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Berita
18 Juli 2026 09:49
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?