Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Keutamaan dan Dalil Puasa di Bulan Muharram

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Juli 2022 22:02 10:02 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Juli 2022 05:00
Bagikan
puasa muharram
perubahan sistem adalah kontekstualisasi hijrah masa kini
Bagikan

Rasulullah secara eksplisit menunjukkan bahwa puasa sunnah di bulan Muharram adalah puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan. Apa saja puasa sunnah di bulan Muharram?

Daftar isi
  • Keutamaan Puasa ‘Asyura dan Tasu’a di bulan Muharram
  • Dalil Puasa Tasu’a dan ‘Asyura
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Oleh: Muhammad Yusran Hadi

Hidayatullah.com | DIANTARA puasa-puasa sunnah yaitu puasa Muharram. Puasa Muharram adalah puasa sunnah pada bulan Muharram. Keutamaan puasa Muharram adalah puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan. Karena, Bulan Muharram adalah bulan Allah yang agung dan mulia.

Dalilnya hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah ﷺ ditanya: Shalat apa yang paling utama setelah shalat wajib? Rasulullah ﷺ bersabda: “Shalat di tengah malam”. Lalu ditanya lagi: Puasa apa yang paling utama setelah puasa Ramadhan? Rasulullah ﷺ bersabda: “Bulan Allah yang kalian memanggilnya Muharram” (HR. Ahmad, Muslim dan Abu Daud).

Oleh karena karena itu, pada bulan Muharram ini umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah, terutama puasa Tasu’a dan ‘Asyura. Puasa Muharram itu bisa dilakukan dengan puasa hari Senin dan Kamis, Tasu’a, ‘Asyura, hari kesebelas, ayyamul bidh (hari ke 13, 14 dan 15), dan puasa Nabi Daud (puasa sehari dan berbuka sehari) di bulan Muharram.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Keutamaan Puasa ‘Asyura dan Tasu’a di bulan Muharram

Puasa sunnah yang paling utama di bulan Muharram adalah puasa ‘Asyura dan Tasu’a. (Fiqhu As-Sunnah: 1/316, Syarhu Riyadhis Shalihin: 5/299). ‘Asyura adalah hari kesepuluh dari bulan Muharram. Adapun Tasu’a adalah hari kesembilan dari bulan Muharram. (Al-Majmu’: 6/352, Mughni Al-Muhtaj: 2/183, Tuhfah Al-Muhtaj: 1/532, Al-Mu’tamad fi al-Fiqh Asy-Syafi’i: 2/209, Al-Fiqhu Al-Islami wa Adillatuhu: 3/1642).

Secara umum, kita dianjurkan untuk berpuasa sunnah di bulan Muharram sebagaimana disebutkan dalam hadits di atas. Namun secara khusus, ada banyak hadits menganjurkan untuk berpuasa Tasua’ dan ‘Asyura. Karena itu, puasa Tasu’a dan ‘Asyura merupakan puasa yang paling utama di bulan Muharram.

Adapun mengkhususkan puasa pada hari tertentu di bulan Muharram seperti puasa 1 Muharram atau hari lainnya selain puasa Tasu’a, ‘Asyura dan hari kesebelas dari bulan Muharram, maka itu tidak ada dalilnya. Hanya puasa Tasu’a, ‘Asyura, dan hari kesebelas yang dikhususkan pada bulan Muharram berdasarkan dalil-dalil dari As-Sunnah. Maka hukum puasa Tasu’a dan ‘Asyura adalah sunnah muakkad.

Dalil Puasa Tasu’a dan ‘Asyura

Adapun dalil-dalil mengenai disunnahkannya puasa Tasu’a dan ‘Asyura di antaranya yaitu:

1. Dari Mu’awiyah bin Abi Sofyan ra. ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: “Ini hari ‘Asyura. Tidak diwajibkan bagi kalian berpuasa, namun saya berpuasa. Barangsiapa yang ingin berpuasa, maka silakan berpuasa. Dan barangsiapa ingin tidak berpuasa, maka silakan tidak berpuasa.” (Muttafaq ‘alaih).

2. Dari Aisyah ra. ia berkata: Hari ‘Asyura merupakan hari puasa orang-orang kaum Quraisy pada masa jahiliah. Rasulullahﷺ berpuasa ‘Asyura. Ketika beliau mendatangi Madinah, beliau berpuasa ‘Asyura dan memerintahkan orang-orang utk berpuasa ‘Asyura. Ketika diwajibkan puasa Ramadhan beliau bersabda: “Barangsiapa yang ingin berpuasa ‘Asyura maka silakan berpuasa. Dan barangsiapa yang tidak berpuasa maka silakan tidak berpuasa.” (Muttafaq ‘Alaih).

3. Dari Ibnu Abbas ra. ia berkata: Nabi ﷺ mendatangi Madinah, maka beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa ‘asyura. Maka beliau bersabda: “Apa ini?” Mereka berkata: ini hari yang baik, Allah menyelamatkan Musa dan bani Israil pada hari ini dari musuh mereka, maka Musa berpuasa padanya. Lalu Rasulullahﷺ bersabda: “Saya lebih berhak berpuasa mengikuti Musa daripada kalian” maka beliau berpuasa ‘asyura dan memerintahkan utk berpuasa asyura. (Muttafaq ‘Alaih)

4. Dari Abu Musa Al-Asy’ari ra. ia berkata: Hari ‘Asyura itu diagungkan dan dijadikan hari raya oleh orang-orang Yahudi. Maka Rasulullah ﷺbersabda: “Berpuasalah kalian puasa ‘Asyura.” (Muttafaq ‘Alaih).

5. Dari Abu Qatadah ia berkata: Nabiﷺ bersabda: “Puasa ‘Asyura aku berharap pahala kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun sebelumnya” (HR. Muslim, Abu Daud, dan An-Nasa’i).

Dalam riwayat Imam Muslim: Rasulullah ﷺ ditanya tentang puasa ‘asyura? Maka beliau bersabda: “Puasa ‘asyura menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

6. Dari Abu Qatadah ra. ia berkata: Rasulullah ﷺbersabda: “Puasa hari ‘Arafah menghapus dosa dua tahun setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Dan puasa ‘Asyura menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Al-Jama’ah kecuali Al-Bukhari dan At-Tirmizi).

7. Dari Ibnu Abbas ra. ia berkata: ketika Rasulullah ﷺ berpuasa hari ‘asyura dan memerintahkan untuk berpuasa hari ‘asyura, para sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, Sesungguhnya hari ‘asyura itu hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani. Maka Rasulullahﷺ bersabda: “Jika tahun depan kita masih hidup, insya Allah kita akan berpuasa pada hari kesembilan.” Ibnu Abbas berkata: maka tahun depan belum datang, sehingga Rasulullahﷺ wafat. (HR. Muslim dan Abu Daud).

Dalam riwayat lain dari Ibnu Abbas, Rasulullahﷺ bersabda: “Jika aku hidup hingga tahun depan maka aku akan benar-benar berpuasa pada hari kesembilan.” Yakni bersama hari ‘Asyura (HR. Ahmad dan Muslim).

8. Dari Ibnu Abbas ra. ia berkata: Rasulullahﷺ bersabda: “Puasalah kalian hari ‘Asyura. Berbedalah kalian dengan orang-orang Yahudi. Puasalah kalian sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya.” (HR. Ahmad, Al-Baihaqi, Al-Humaidi, Ibnu Khuzaimah dan lainnya).

Hadits ini didhaifkan oleh Imam Asy-Syaukani (Nailu Al-Awthar: 4/350) dan lainnya karena sanadnya dhaif. Namun telah shahih semisal hadits ini dari Ibnu Abbas, mauquf dari perkataannya. (Al-Fiqhu Al-Muyassar fi Dhaui Al-Kitab wa As-Sunnah: 164).*

Penulis adalah dosen Fiqh dan Ushul Fiqh UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Doktor Fiqh dan Ushul Fiqh, International Islamic University Malaysia (IIUM)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Dalil Puasa di Bulan MuharramKeutamaan Bulan MuharramPuasa AsyuraPuasa di Bulan MuharramPuasa MuharramPuasa Tasua
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Protes Anti-PBB di RD Kongo Sedikitnya 5 Orang Tewas
Tulisan selanjutnya Curi Tanah untuk Bangun Sinagoga

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?