Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Terpeleset dalam Kesombongan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 19 Maret 2021 10:33 10:33 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Maret 2021 09:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | KETIKA Allah SWT menyampaikan kepada para malaikat akan menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Para malaikat mempertanyakan keputusan Allah SWT karena memandang makhluk yang baru ini akan merusak dan menumpahkan darah di bumi. Sedangkan keberadaan para malaikat selama ini konsisten untuk patuh dengan terus bertasbih memuji dan menyucikan Allah SWT. Lalu Allah SWT menjawab bahwa Dia Maha Mengetahui apa yang tidak diketahui oleh para Malaikatnya.

Tatkala Nabi Adam AS diperintah untuk menyebutkan nama-nama benda yang telah diajarkan oleh Allah SWT, maka para malaikat pun mengakui akan Maha Suci Allah dan tidak ada pengetahuan bagi mereka (dan semua makhluk) melainkan yang telah diajarkan oleh Allah, Sungguh Dia, Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Kemudian, Allah SWT memerintahkan kepada malaikat untuk sujud kepada Adam AS. Maka mereka pun sujud kepada Adam AS kecuali iblis. ia enggan untuk sujud kepada Adam AS sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah SWT karena merasa dirinya lebih baik dari Adam AS sehingga tidak patut dan pantas baginya untuk menundukkan diri dan bersujud. Iblis tercipta dari api yang dianggapnya lebih mulia daripada Adam AS yang diciptakan dari tanah.

Padahal sujudnya para malaikat kepada Adam AS bukanlah bentuk sujud penyembahan melainkan bukti tunduk dan patuh atas perintah Allah SWT semata. Maka terlemparlah iblis dari surga dan dilaknat oleh Allah SWT.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam tafsir As Sa’di bahwa iblis dulunya bernama Al Haarits, sedangkan dalam kitab lain disebutkan bahwa iblis dulu bernama Azazil. Ia adalah panglima besar malaikat yang sangat patuh kepada Allah SWT. Ia merupakan pemimpin perang untuk melawan bangsa jin yang melakukan kerusakan di muka bumi sebelum Adam AS diciptakan.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Dari perjalanan hidupnya itulah kemudian dia menyimpulkan bahwa yang berhak memimpin bumi sebagai khalifah adalah dirinya. Di samping itu, muncul kekhawatiranya bersama para malaikat jika manusia suatu saat akan kembali berbuat kerusakan dan menumpahkan darah di bumi.

Berdasarkan anggapannya itulah kemudian ia menolak untuk sujud kepada Adam AS. Maka, masuklah iblis dalam golongan yang kafir (ingkar) lagi menyesatkan. Sejak itu, iblis menyatakan perang kepada manusia dan berjanji akan menyesatkan manusia dari jalan Tuhan-Nya. Iblis akan senantiasa mendatangi manusia untuk membisikkan ajakan kejahatan dan kemungkaran dari depan, belakang, kiri dan kanan. Setiap saat tanpa lelah dan letih.

Patuh menjadi Ingkar

Salah satu pelajaran besar yang dapat kita ambil dari kisah perjalanan iblis adalah hidup ini penuh ujian sehingga sewaktu-waktu orang yang tadinya patuh kemudian bisa menjadi orang yang ikar hanya dalam hitungan detik saja. Ketika diri dipenuhi oleh rasa sombong dan dengki maka petaka akan segera menghampiri.

Sebagaimana yang dijelaskan oleh Rasulullah ﷺ, orang yang sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. Dan, bagi orang yang sombong maka tidak ada tempatnya di surga bahkan mencium baunya saja tidak.

Iblis menolak kebenaran bahwa Adam AS telah ditetapkan oleh Allah SWT sebagai khalifah di muka bumi dengan segala macam ilmu yang telah Allah SWT ajarkan kepadanya. Padahal kelebihan Adam AS dan ketetapan itu diambil oleh Rabb Yang Maha Mengetahui dan Maha Kuasa atas segala sesuatu yang selama ribuan tahun telah ia patuhi dan taati.

Masih atas pendapatnya sendiri, ia menilai diri melebihi orang lain. Padahal yang paling pantas menilai atas segala makhluk hanyalah Allah SWT, Sang Khaliq yang Maha Pencipta. Iblis melihat dirinya lebih mulia yang tercipta dari api dan merendahkan Adam AS yang tercipta dari tanah. Padahal kedudukan makhluk di sisi Allah SWT bukan ditentukan dari mana dia berasala, melainkan derajat ketakwaan-nya kepada Rabb-nya.

Manusia dan Kesombongannya

Perjalanan sejarah sudah memperlihatkan betapa kesombongan yang membuat lupa diri telah menghancurkan manusia hingga ke akarnya. Atas kesombongannya Fir’aun ditenggelamkan di laut bersama bala pasukannya, Qarun dibenamkan di dalam bumi beserta seluruh kekayaannya, Kaum Tsamud dihancurkan oleh petir yang menggelegar, Kaum ‘Ad digulung oleh angin topan yang dingin, Kaum Sodom porak-poranda atas adzab hujan batu panas, dan kisah lainnya.

Banyak sekali potensi kesombongan manusia padahal nikmat yang diberikan itu, semata-mata agar ia mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kehidupannya dan orang lain dalam rangka menggapai ridho Allah SWT.

Makin manusia kaya makin dia terancam untuk hancur atas  kesombongannya kepada orang yang lebih miskin darinya.

Makin manusia pintar makin dia terancam untuk hancur atas kesombongannya kepada orang yang lebih bodoh darinya. Dan itulah keampuhan intelektual.

Makin manusia berkuasa makin dia terancam untuk hancur atas kesombongannya kepada orang yang bawahan yang dipimpinnya. Dan itulah buse of power.

Bahkan, yang perlu kita hati-hati. Makin manusia itu taat dalam beragama dia memilik potency untuk hancur manakala dia sombong dan merasa lebih masuk surga daripada orang lain. Menganggap rendah atas orang yang tidak alim seperti dirinya dan seterusnya.

Cak Nun dalam satu kesempatan berpesan, kayalah tapi tidak usah sombong. Kayalah agar hartamu semakin banyak yang bisa engkau berikan kepada orang lain dan menjadi harta abadi yang akan dipanen kelak di kampung akhirat.

Kuasalah tapi rendah hati. Pandailah agar menjadi lebih arif dan alim. Sholehlah agar mampu merendahkan hati di hadapan manusia dan bersimpuh sujud di depan Allah SWT.

Wahai jiwa yang tenang, berhati-hatilah agar tidak terpeleset dalam kesombongan. Wallahu’alam.*/Mazlis B Mustafa

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kesombongansombong
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Spanyol Melegalkan Euthanasia
Tulisan selanjutnya Serangan Pemukim Ilegal ‘Israel’ Melonjak terhadap Penduduk Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?