Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Dinul Islam: Dari Tauhid Hingga Bernegara (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 September 2021 21:44 9:44 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 September 2021 21:44
Bagikan
Islam
Ilustrasi: Halaqah peserta Munas IV Hidayatullah di Balikpapan 2015
Bagikan

oleh: Sholih Hasyim

Hidayatullah | DINUL ISLAM adalah ummun ni’am (induk kenikmatan). Karena, hanya diberikan kepada hamba yang dicintai-Nya. Sedangkan mata’ud dunya (kesenangan yang dekat, sesaat) diberikan kepada siapa saja tanpa pandang bulu. Baik hamba-Nya itu kafir atau mukmin. Baik yang taat ataupun yang durhaka.

Berbeda dengan agama lain, di samping Islam sebagai agama juga sebagai peradaban. Secara historis telah membuktikan statemen di atas.

Perkembangan dunia modern juga menjadi penguat bahwa Islam memiliki potensi untuk membangun, memurnikan, memartabatkan, memimpin peradaban. Tulisan ini mencoba memberikan titik tekan bahwa di samping Islam mengatur secara apik hubungan vertikal (hablun minallah) dan horizontal (hablum minannas).

Memadukan potensi ruhiyah, rupiah, duniawiyah dan ukhrawiyah, ibadah qalbiyah, lisaniyah dan ‘amaliyyah jasadiyah sekaligus. Jadi, Islam adalah din (agama) dan tamaddun (peradaban).

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Islam Sebagai Din

Jika merujuk perkataan Arab din (dal, yak, nun) sudah menggambarkan tentang sistem kehidupan. Din, dayn, idanah, dayyan, memiliki makna yang saling terkait, menyiratkan makna peradaban.

Yakni, ketaatan, berhutang kepada Allah SWT, susunan hukum, komposisi kekuasaan, kemunitas yang merindukan pemimpin yang adil. Antara din (ketaatan) dan dayn (berhutang), merupakan satu kesatuan.

Tidak dapat dipungkiri, manusia berhutang budi kepada Allah SWT secara totalitas. Kehadirannya di muka bumi ini, pemeliharaan-Nya atas eksistensi dirinya, diberinya rizki, adalah fasilitas kehidupan yang tiada taranya.

يٰۤاَيُّهَا الۡاِنۡسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الۡكَرِيۡمِ

الَّذِىۡ خَلَقَكَ فَسَوّٰٮكَ فَعَدَلَـكَ

فِىۡۤ اَىِّ صُوۡرَةٍ مَّا شَآءَ رَكَّبَكَؕ

“Wahai manusia. Mengapa kamu kafir (terpedaya) kepada Tuhanmu yang Maha Pemurah. Tuhan yang telah menciptakan kamu, kemudian menyempurnakan kejadianmu, dan menjadikan kamu tegak. Dalam bentuk yang Allah kehendaki.”  (QS: Al Infithar (82) : 6-8).

الَّذِىۡ خَلَقَنِىۡ فَهُوَ يَهۡدِيۡنِۙ‏

وَ الَّذِىۡ هُوَ يُطۡعِمُنِىۡ وَيَسۡقِيۡنِۙ‏

وَاِذَا مَرِضۡتُ فَهُوَ يَشۡفِيۡنِ ۙ‏

وَالَّذِىۡ يُمِيۡتُنِىۡ ثُمَّ يُحۡيِيۡنِۙ‏

“Tuhan yang telah menciptakan aku. Tuhan yang telah memberikan petunjuk kepadaku. Dan Tuhan yang telah memberikan makan dan minum kepadaku. Ketika aku sakit Tuhankulah yang menyembuhkan aku. Dan Tuhankulah yang mematikan aku, kemudian kelak akan menghidupan aku kembali.” (QS: Asy Syu’ara (26) : 78-80).

كَيْفَ تَكْفُرُوْنَ بِاللّٰهِ وَكُنْتُمْ اَمْوَاتًا فَاَحْيَاكُمْۚ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ

“Wahai manusia, mengapa kalian ingkar kepada Allah? Padahal semula kalian tidak ada, lalu Allah ciptakan kalian bernyawa. Kemudian Allah mematikan kalian, lalu menghidupkan kalian kembali. Kemudian kalian akan dikembalikan kepada-Nya.” (QS. Al Baqarah (2) : 28).

Disebabkan hutang yang tiada taranya, manusia tidak mampu membayarnya. Kecuali apabila diri manusia itu dikembalikan kepada pemilik-Nya. Sekalipun demikian, tidak akan terbayarkan seluruhnya.

Tetapi, pengembalian diri itu adalah jalan yang terdekat /paling mungkin untuk membayar hutang itu. Dengan kata lain, untuk membayar hutang itu manusia mengembalikan dan memulangkan dirinya kepada yang menguasai alam ini.

Proses pengembalian dan pemulangan diri inilah dikenal dengan din. Sebagaimana istilah hujan menggunakan kata Ar Raj’i (kembali) yang terdapat pada Surat 86 ayat 11.

Umumnya, manusia berhutang, maka ia akan merugi. Menghutangi sebanding dengan memberikan sedekah setengahnya. Dengan pengembalian dan pemulangan diri kepada Al Malik (berkhidmat), sebagai cara tidak saja menutup kerugian, pula mendatangkan keuntungan.

Sebagaimana ungkapan berikut

ُمَنْ عَرَفَ نَفْسَهُ فَقَدْ عَرَفَ رَبَّه

Man arafa nafsahu arafa rabbahu.

“Barang siapa yang mengenal dirinya, sungguh ia telah mengenal Tuhannya.”

Barangsiapa yang memperhambakan dirinya, maka dia akan beruntung. Orang yang cerdas adalah orang yang memperhambakan dirinya dan beramal untuk sesudah mati.

Dengan mengembalikan dan memulangkan diri kepada Al Khalik, dengan jalan takwa. Yaitu selalu menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya, selalu ingat kepada Allah dan tidak melupakan-Nya, selalu mensyukuri nikmat Allah dan tidak mengkufuri-Nya, selalu taat kepada Allah dan tidak mendurhakai-Nya, yang semula manusia itu rugi akan mendapatkan balasan yang berlipat ganda, yang tidak saja menutup kerugiannya, pula memperoleh keuntungan yang besar dari keberadaannya.

Berdasarkan uraian di atas maka salah satu makna din yang paling fundamental adalah cara pengembalian dan pemulangan diri kepada Pemiliknya. Jadi, din adalah makna beragama yang lebih tepat. Din dan aslama (penyerahan diri) memiliki makna yang beririsan. Hal ini dapat dilihat dari firman Allah SWT berikut:

وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِّمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُۥ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَٱتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَٰهِيمَ حَنِيفًا ۗ وَٱتَّخَذَ ٱللَّهُ إِبْرَٰهِيمَ خَلِيلًا

“Siapakah yang lebih baik agamanya (din) dari pada orang yang tulus menyerahkan dirinya (aslama) kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan dan ia mengikuti ajaran (millah) ibrahim yang lurus.” (QS: An Nisa (4) : 125).

Di samping itu, jika merujuk kepada pendapat Dr. Ahmad Amin, Islam sesungguhnya memiliki kata turunan (derivat) yang melukiskan makna peradaban. Kata turunan Islam adalah salim (ikhlas) – prinsip akidah – , taslim (tunduk lahir dan batin) – prinsip ibadah, – silm (damai) – prinsip pergaulan -,  salam (sejahtera) – prinsip ekonomi -, salima (selamat) – prinsip jalan hidup -, salamah (menyelamatkan lingkungan) – prinsip membumikan islam dalam lingkungan sosial -, sullam (tangga) – metode dakwah.*

Anggota Dewan Murabbi Pusat Hidayatullah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamperadaban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kuburan Massal Warga Sipil Korban Kebrutalan Pemberontak Tigray Ditemukan
Tulisan selanjutnya kencing tidak tuntas Kencing Tidak Tuntas  

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir

Berita
2 Juli 2026 21:51
Serukan Balas Dendam untuk Ali Khamenei, Lautan Pelayan Serukan Kematian Trump
Ratusan Ribu Orang Padati Teheran, Hadiri Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
Hamas Berharap Pasukan Internasional Jadi Penghalang Pelanggaran ‘Israel’ di Gaza

Terbaru

  • ‘Israel’ Gunakan Kesepakatan Gas dan Air untuk Menekan Yordania
  • PBNU Tetapkan PP Bahrul Ulum Jombang Lokasi Muktamar Ke-35 NU
  • Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
  • Vatikan Pecat Kelompok Katolik Tradisional SSPX karena Menentang Paus
  • Menko Yusril Sebut Penyebarluasan LGBT Perlu Diantisipasi demi Ketahanan Nasional
  • Serukan Balas Dendam untuk Ali Khamenei, Lautan Pelayan Serukan Kematian Trump
  • Pelatih Timnas Mesir Suarakan Solidaritas untuk Palestina di Piala Dunia 2026
  • Tak Ingin Disaingi, ‘Israel’ Minta AS Blokir Penjualan F-35 ke Turki
  • Ledakan di Damaskus Dekat Hotel Presiden Prancis Menginap,18 Orang Terluka
  • Analisa Israel: Iran dan Hizbullah Tidak Bantu Hamas Lancarkan Operasi Thufan Al-Aqsha

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?