Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Mengenal Jenis – jenis Khusyu’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Maret 2022 16:35 4:35 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Maret 2022 20:19
Bagikan
khusyu'
Bagikan

Khusyu’  letaknya ada di dalam hati dan tandanya kamu berbuat lembut terhadap sesama muslim, serta tidak menoleh-noleh ketika sedang melakukan shalat. Ada berapa jenis Khusyu’ itu?

Hidayatullah.com | KHUSYU’  secara bahasa artinya tunduk, tenang dan rendah diri serta tawadhu’. Allah Subhanahu wa ta’ala  berfirman :

وَخَشَعَتِ الْأَصْوَاتُ لِلرَّحْمَنِ فَلَا تَسْمَعُ إِلَّا هَمْسًاً

“Dan merendahlah semua suara kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja.” (QS: Thaha {20} : 108)

Khusyu’  secara istilah diartikan: “Keadaan jiwa yang berdampak pada ketenangan dan tawadhu’ dalam bersikap.” Pengertian Khusyu’  menurut al-Qur’an sebagaimana di dalam firman-Nya :

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُم مُّلاَقُو رَبِّهِمْ وَأَنَّهُمْ إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

“Dan mintalah pertolongan (kepada) Allah dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhhya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang Khusyu’ , (yaitu) orang-orang yang menyakini bahwa mereka akan menemui Rabb-nya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” (QS: al-Baqarah {2} : 45-46)

Pengertian khusyu’  menurut ayat di atas mempunyai dua makna:

Pertama, orang yang menyakini bahwa dia akan meninggalkan dunia yang fana ini cepat atau lambat, dan segera akan bertemu dengan Rabbnya untuk mendapatkan balasan dari perbuatannya selama hidup di dunia.

Kedua, orang yang menyakini bahwa kematian akan menjemputnya setiap saat, sehingga dia selalu mempersiapkan bekal untuknya, yaitu dengan menjalankan segala perintah Allah Subhanahu wa ta’ala dan menjauhi segala larangan-Nya.

Pembagian jenis Khusyu’

Khusyu’  dibagi menjadi dua, yaitu:

Penjelasan pertama: khusyu’ mahmud

Khusyu’  Mahmud (khusyu’  yang terpuji), yaitu khusyu’  yang terdapat dalam hati, dan efeknya terlihat dalam sifat dan sikap serta gerak-gerik. Oleh karenanya, orang yang khusyu’  dalam shalat akan selalu menundukkan pandangan dan tidak melirik ke kanan atau ke kiri atau melihat ke atas.

Tentang khusyu’  dalam hati, berkata Ibrahim an-Nakha’i: “Khusyu’  itu bukan dengan memakai baju kasar dan compang-camping ataupun makan makanan yang keras, dan selalu menundukkan kepala. Akan tetapi khusyu’  adalah jika kamu memandang semua orang sama derajatnya, baik para pejabat maupun orang awam, serta kamu tunduk dengan apa yang diperintahkan Allah Subhanahu wa ta’ala.”

Suatu ketika Umar bin Khattab Radhiyallahu Anhu melihat seorang pemuda berjalan sambil menundukkan kepalanya, beliau pun menegur pemuda tersebut seraya berkata: “Wahai pemuda angkat kepalamu, karena khusyu’  itu hanya di hati.”

Berkata Ali bin Abi Thalib : “Khusyu’  itu terdapat dalam hati, dan tandanya kamu berbuat lembut terhadap sesama muslim, serta tidak menoleh-noleh ketika sedang melakukan shalat.”

Penjelasan Kedua:  Khusyu’  Madzmum

Khusyu’  Madzmum (Khusyu’ yang tercela) adalah khusyu’  yang dibuat-buat, padahal hatinya tidak demikian, seperti berpura-pura menangis dan menunduk-nundukkan kepala. Pernah pada suatu ketika seseorang mengambil nafas panjang dan berpura-pura sedih di depan Umar bin Khattab Radhiyallahu Anhu, melihat seperti itu, Umar langsung menamparnya.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa Umar bin Khattab jika berbicara lantang, jika berjalan cepat, jika memukul keras, tetapi walaupun begitu beliau adalah seorang ahli ibadah yang benar dan orang yang benar-benar khusyu’ . Artinya khusyu’  yang hakiki tidaklah bertentangan dengan sikap yang tegas dan suara yang lantang serta berjalan yang tegap, karena khusyu’  letaknya di hati saja.

Sebab-sebab hati menjadi keras dan tidak khusyu’ :

Pertama, terlalu banyak berangan-angan tentang dunia, dan lupa akan akhirat.

Kedua, tidak membaca doa dan dzikir dalam setiap kegiatannya.

Ketiga, tidak membaca al-Qur’an dan mentadabburinya.

Tiga sebab itu terkumpul dalam firman Allah Subhanahu wa ta’ala:

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آَمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS: al-Hadid {57} : 16)

Cara agar hati Khusyu’

Berdoa agar hatinya diteguhkan untuk selalu melaksanakan ajaran Islam.  Ini dijelaskan sebagaimana di dalam  hadits  Nawwas bin Sam’an Radhiyallahu Anhu, bahwasanya Rasullullah ﷺ bersabda:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.” (Hadits Shahih, HR. Nasa’i, Ibnu Hibban dan Ibnu Majah).

Begitu juga doa memohon keteguhan hati dalam setiap urusan sebagaimana di dalam hadist dari Syadad bin Aus Radhiyallahu Anhu berkata, bahwa Rasullullah ﷺ bersabda, “Jika manusia menyimpan emas dan perak, maka simpanlah doa-doa di bawah ini;

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ وَأَسْأَلُكَ حُسْنَ عِبَادَتِكَ وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا وَأَسْأَلُكَ لِسَانًا صَادِقًا وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam segala perkara, dan kemauan kuat untuk berbuat sesuatu yang benar, aku memohon kepada-Mu rasa syukur atas nikmat-Mu dan ibadah dengan baik kepada-Mu, aku memohon kepada-Mu hati yang bersih dan lisan yang jujur. aku memohon kepada-Mu dari kebaikan yang Engkau mengetahuinya dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang Engkau mengetahuinya. Dan aku memohon ampunan-Mu atas (dosa-dosaku) yang Engkau mengetahuinya, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui yang ghaib.” (Hadits Hasan, HR: Ahmad, Tirmidzi).*/Dr. Ahmad Zaid an-Najah, Tafsir An-Najah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:khusu'shalat khusu'tanda khusu'
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bencana alam di NTT MUI Belum Putuskan Permohonan Mundur Miftachul Akhyar
Tulisan selanjutnya Pakar Yerusalem Islam: Semua Ilmuwan Berbagai Latar Belakang Perlu Duduk Bersama Mengkaji Baitul Maqdis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sultan Perak Dorong Persaudaraan Muslim Redam Persaingan Politik

Berita
25 Agustus 2026 15:26
Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Operasi Penikaman Berhasil Lukai Warga ‘Israel’, Hamas: Itu Respon atas Kejahatan Zionis

Terbaru

  • Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
  • Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
  • Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
  • Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
  • Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
  • 10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
  • Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
  • Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
  • ‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
  • Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?