Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Jangan Sampai Sukar Lakukan Syukur [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 April 2015 19:52 7:52 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 April 2015 19:52
Bagikan
Bagikan

“Al-Ḥamd adalah kata-kata setiap orang yang bersyukur”

—‘Abdullah ibn ‘Abbās—

Oleh: Qosim Nursheha Dzulhadi

KITA sering mendengar kalimat, “Segala puji dan syukur hanya milik Allah Subhanahu Wata’ala.”

Sejak awal dari Al-Quran (Dimulai Surat Al-Fātiḥah [1]: 2) Allah Subhanahu Wata’ala sudah berfirman bahwa al-Ḥamdu lillāhi rabbal-‘ālamīn (segala bentuk pujian dan kesyukuran benar-benar mutlak milik Allah, Rabb sekalian alam ini). Begitulah bunyi firman-Nya itu.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Ya. Hanya Allah yang patut dipuji.

Selain Allah tidak. Pujilah yang lain sekadarnya, jangan melampaui batas.

Si Fulan itu pintar. Si Fulanah itu cantik. Tapi pujian itu semua tak mutlak. Karena kepintaran dan kecantikan asalnya dari Allah Subhanahu Wata’ala.

Bukankah Allah itu memiliki nama al-‘Alīm (Maha Berilmu). Dan kata Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam. Allah itu Jamīl (Maha Indah) dan yuhibb al-jamāl (benar-benar mencintai keindahan) (HR. Muslim).

Intinya, pintar dan cantik itu ternyata ‘semu’ bagi makhluk. Karena tanpa karunia Allah kepintaran dan kecantikan itu tidak ada.

Para ulama kita ada juga yang memaknai kata al-ḥamd dalam Qs. 1: 2 di atas dengan al-syukr (kesyukuran, ungkapan rasa terima-kasih). Dan al-syukr ini benar-benar mutlak ditujukan kepada Allah, bukan kepada selain-Nya.

Mengapa Ia harus disyukuri?

Karena Dia telah mencurahkan sekian banyak dan sekian bentuk kenikmatan kepada hamba-hamba-Nya. Sanking banyaknya, kenikmatan-kenikmatan itu sampai tak dapat dihitung.

Selain Allah memang tak ada seorang pun dapat menghitung nikmat-nikmat-Nya.

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS: Al-Naḥl [16]: 18]

وَءَاتَىٰكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِن تَعُدُّوا۟ نِعْمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌَ

“Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS: Ibrahim Ayat: 34]

Artinya, kita diingatkan oleh Allah bahwa kita adalah makhluk yang ‘sukar’ untuk ‘syukur’.

Ada beberapa alasan mengapa kita harus senantiasa bersyukur kepada Allah Azza Wajalla.

Nikmat Hati

Ada nikmat lain sebenarnya yang benar-benar harus kita syukuri. Yaitu nikmat hati kita yang masih dapat menerima sinar hidayah dari Allah. Dimana ia sejak awal memberitahu kita bahwa segala bentuk pujian memang hanya untuk-Nya. Cara-pandang kita sudah diarahkan dengan baik. Jangan puji selain Allah.

Allah memang Maha Pengasih (al-Raḥmān) dan Maha Penyayang (al-Raḥīm). Tidak dibiarkan kita dalam kejahilan yang berkepanjangan.

Sejak awal isi Al-Quran Allah sudah kabarkan kepada kita bahwa pujian dan kesyukuran memang mutlak milik-Nya. Maka bersyukurlah kita. Karena, jika tidak diberitahu, besar kemungkinan kita akan memuji selain-Nya dan banyak berterima-kasih kepada makhluk-Nya. Sehingga para ulama’ kita banyak yang menyatakan bahwa dalam Qs. 1: 2 Allah seolah-olah berkata kepada kita, “Katakanlah: ‘al-Ḥamd lillāhi rabb al-‘ālamīn.”

Allah yang harus kita puji itu juga mengenalkan diri-Nya dengan sebutan Rabb, yang banyak diartikan oleh para ulama kita dengan al-sayyid (tuan) yang harus ditaati (al-muṭāʻ).

Bahkan mereka ada yang menjelaskan bahwa orang-orang Arab menyebut orang yang suka melakukan perbaikan dengan rabb. Dan pemilik sesuatu disebut pula dengan rabb. Maka pemilik Ka’bah bisa dikatakan rabb al-ka’bah; pemilik rumah bisa disebut rabb al-bayt; dan yang lainnya. (Bersambung)

Penulis adalah guru di Pesantren Ar-Raudhatul Hasanah, Medan-Sumatera Utara. Penulis buku “Membongkar Kedok Liberalisme di Indonesia”

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hatiislamlisan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Imam Abu Hanifah Melunasi Hutang Sahabat
Tulisan selanjutnya Militer Afsel Turun Tangan Atasi Kekerasan Anti Imigran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?