Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Antara Menteri Saifuddin Zuhri Sampai Bekasi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Oktober 2011 10:29 10:29 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Oktober 2011 10:29
Bagikan
Bagikan

Oleh: Arif Wibowo

BEBERAPA teman saya lihat sangat geram dan marah saat mengomentasi peristiwa upaya kristenisasi terhadap anak-anak di sejumlah Sekolah Dasar di wilayah Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat.

Kristenisasi sejujurnya adalah salah satu denyut nadi utama dalam agama Kristen, seperti yang dikatakan oleh Paus John Paul II, yang mengeluarkan fatwa gerejani agar kaum Katholik mengambil tindakan untuk menyebarkan agama katholik. Ia mengemukakan pentingnya untuk melakukan Kristenisasi terhadap semua bagian dunia (to evangelise in all parts of the world).

Dalam “The Decree on The Missionary Activity of the Church” (Ad Gantes), disebutkan bahwa, “Gereja –apapun namanya- memiliki tugas suci untuk menyebarkan Injil kepada seluruh bangsa dan seluruh manusia.

Sebab itu, “semua manusia harus dijadikan Kristen dan menerima Yesus sebagai juru selamatnya”.

Baca Juga

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah
R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

Dokumen ini disetujui dengan voting para peserta konsili dengan suara 2394 setuju dan 5 menolak dan diumumkan oleh Paus Paulus VI pada 18 November 1965.

Prinsip ini tidak hanya berlaku di Katolik, tetapi juga di kalangan Kristen Protestan. Posisi misi barangkali mirip dakwah dalam Islam. Oleh karena itu, tidak mungkin orang Kristen akan menghentikan aktifitas Kristenisasi, sebab ia adalah salah satu bilik utama dalam jantung agama mereka, bilik itu disumbat, maka ia akan sekarat, seperti fenomena yang kita lihat pada Kristen Eropa saat ini. Hanya saja karena umat Kristen itu tinggal di sebuah wilayah majemuk dengan beragam agama, maka tentu para misionaris itu harus belajar etika dalam bergaul di tengah masyarakat, sehingga dalam penyebaran agamanya tidak ngawur seperti “sales yang diburu target” kata seorang teman saya yang beragama Katolik.

Apa yang terjadi di Bekasi tersebut memang mempermalukan “akal sehat agama”, bagaimana tidak, salah satu ordo Kristen yang beranaung di bawah Yayasan Mahanaim menawarkan proposal pemberian motivasi belajar kepada SDN 01, SDN 05 dan SD Al Hikmah, desa Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan Bekasi baru-baru ini.

Tentu saja pengajuan proposal itu tidak atas nama Yayasan Mahanaim, tetapi atas nama Yayasan Satria Bangsa. Saat pemberian motivasi berlangsung nampak sekali upaya untuk pengenalan agama Kristen kepada para siswa, termasuk pada hadiah yang disediakan sarat dengan corak kekristenan, seperti gambar Yesus dan petikan ayat-ayat Bible. (“Ada Upaya Pemurtadan Berkedok Mobil Pintar”, berita di HU Republika, Selasa 25 Oktober 2011, hal. 12 kolom 2).

Kisah Anak Menteri

Sebenarnya apa yang terjadi di Bekasi ini adalah fenomena gunung es kristenisasi di tengah umat Islam.

Jangankan anak-anak yang berasal dari kalangan awam, anak seorang menteri agama pun tidak luput dari upaya propaganda dari misionaris Kristen.

Kisah ini disampaikan langsung oleh KH, Saifuddin Zuhri, yang menjabat Menteri Agama pada era Presiden Sukarno, seperti dalam buku “KH Saifuddin Zuhri : Eksistensi Agama dalam Nation Building dalam Azyumardi Azra, Dr, dkk, Menteri-Menteri Agama RI, Biografi Sosial Politik, (Jakarta : Kerjasama INIS-PPIM-Balitbang Depag : 1998) hlm. 237.

“Semua orang tahu bahwa aku –meskipun Menteri Agama- tetapi selaku pribadi aku adalah orang Islam. Suatu hari datang kepadaku seorang propagandis Kristen menawarkan buku-buku bacaan ke-Kristenan untuk anak-anakku. Aku katakan kepadanya bahwa aku mempunyai perpustakaan pribadi di rumah, juga untuk anak-anakku … kalau kepada seorang Muslim yang kebetulan Menteri Agama propagandis Kristen dengan leluasa mendatanginya, betapa pula terhadap orang-orang Islam golongan awam.”

Dan yang mungkin tidak diketahui oleh banyak orang, bahwa salah satu titik awal terbentuknya komunitas Kristen di Indonesia, juga hasil dari proses penginjilan kepada anak-anak. Hal ini dengan gamblang dikemukakan oleh Kareel Steenbrink saat menceritakan kiprah van Lith melalui Kolese Xaverius.

“Pembukaan sekolah-sekolah desa sejak tahun 1907 merupakan permulaan riil dari pendidikan massal mengikuti cara Barat di seluruh wilayah Hindia Belanda, hal itu terbukti mendatangkan peluang kerja yang amat besar bagi jebolan sekolah Muntilan (Kolese Xaverius). Anak laki-laki yang masuk sekolah ini semuanya muslim. Mereka semua tamat sebagai orang Katolik. Beberapa kelompok siswa melanjutkan studi mereka menjadi imam. Tahun 1940, Mgr. Soegijapranata ditahbiskan menjadi uskup pribumi di Indonesia.” (Kareel Steenbrink, Orang-Orang Katolik di Indonesia 1808-1942, Sebuah Pemulihan Bersahaja 1808-1903, (NTT : Penerbit Ledalero, 2006) hal. 384).

Cerita menarik tentang “penaklukan iman” ini nampak sekali dalam kasus Mgr. Soegijapranata saat memasuki Kolese Xaverius.

Soegijapranata kecil sejak awal menyatakan bahwa ia ingin menjadi guru dan tidak ingin menjadi Katolik. Bahkan dalam pergaulan ia sering mengambil jarak dan tak jarang bertengkar dengan para seniornya yang membujuknya untuk masuk Katolik.

Akan tetapi intensitas pergaulan dan pengajaran membuatnya berubah pikiran, ia kemudian justru meminta diperbolehkan mengikuti pelajaran agama Katolik dan tiga bulan kemudian minta dibaptis. (G. Budi Subanar, SJ, “Seabad Van Lith, Seabad Soegijapranata, tulisan” dalam buku Gereja Indonesia Pasca Vatikan II, Refleksi dan Tantangan, (Yogyakart : Kanisius, 2003). hal. 53-59).

Bisa dibayangkan bukan bagaimana pertahana iman seorang anak SD ketika berhadapan dengan para Pater Jesuit pengasuhnya yang mungkin sudah setingkat profesor.

Torehan keberhasilan ini, boleh jadi telah mengilhami para misionaris untuk terus membidik anak-anak dalam aktifitas penginjilannya.

Karena itu, ada ucapan menarik seorang teman saat menanggapi kristenisasi terhadap anak-anak di sejumlah Sekolah Dasar di wilayah Tambun Selatan, Bekasi, Jawa Barat belum lama ini.

“Nek watuk kuei tambane gampang, nanging nek watak yo susah nambani ne.” (Jika batuk ada obatnya, kalo watak susah cari obatnya, red), begitu ia berkomentar. Wallahu a’lam bish showab.*

Penulis adalah peminat masalah sejarah

Keterangan: Foto MGR Soegijapranata dan ilustrasi mobil pintar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Demonstran Mesir Meninggal Diracun dalam Tahanan
Tulisan selanjutnya Festival Muslim Swiss Tolak Diskriminasi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
KajianSejarah

Dukungan Nyata Bangsa dan Tokoh Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia

14 Maret 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?