Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Inilah Ulama Sekaligus “Dokter”

Bambang S
Terakhir diupdate: 29 Maret 2021 09:24 9:24 am
Bambang S
Dipublikasikan 29 Maret 2021 09:24
Bagikan
Bagikan

Banyak ulama yang menguasai ilmu-ilmu syariat, sekaligus menghasilkan karya-karya di bidang kedokteran

Hidayatullah.com–Sebagian orang selama ini menganggap ilmu kedokteran hanya sebagai “ilmu dunia”. Tapi tahukah Anda, ternyata para ulama menyatakan bahwa hukum mempelajarinya adalah fardhu kifayah?

Hal itu disebabkan ilmu kedokteran berhubungan langsung dengan kehidupan manusia. Lebih dari itu, ilmu ini bahkan turut memberi kontribusi terhadap ilmu syar’i, khususnya ilmu fiqih.

Beberapa masalah dalam hukum fiqih merujuk kepada argumen ilmu kedokteran. Banyak pula masalah fiqih yang perlu kesaksian dari para dokter Muslim.

Tak heran jika Imam asy-Syafi’i sampai mengatakan, “Janganlah engkau tinggal di sebuah negeri yang tidak ada di dalamnya seorang ulama yang mengabarimu mengenai persoalan dien-mu, juga tidak ada dokter yang mengabarkan kepadamu masalah badanmu.”

Baca Juga

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

Karena ilmu kedokteran memiliki hubungan serat dengan ilmu fiqih, maka tak jarang dari kalangan para dokter ada yang juga menjadi seorang faqih. Ya ulama, ya dokter. Berikut di antaranya:

Ibnu Rusyd

Berfatwa dalam Fiqih dan Kedokteran

Banyak ulama yang menguasai berbagai disiplin ilmu, termasuk disiplin ilmu fiqih dan ilmu kedokteran. Salah satunya adalah Ibnu Rusyd.

Ibnu Rusyd lahir tahun 520 H di Cordova. Ia dikenal seagai seorang faqih mazhab Maliki, belajar al-Muawaththa` kepada ayahnya. Ibnu Rusyd tidak pernah berhenti menununtut ilmu kecuali pada dua malam, yakni malam dimana ayahnya wafat dan malam pernikahannya.

Menurut Ibnu al-Abbar, di Andalusia tidak ada orang yang memiliki kesempurnaan seperti Ibnu Rusyd, baik dalam ilmu maupun dalam kelebihan. Fatwa-fatwanya dalam ilmu kedokteran membuat manusia berdecak kagum, sebagaimana fatwa-fatwanya dalam fiqih.

Di bidang fiqih, salah satu karya masyhurnya adalah Kitab Bidayah al-Mujtahid. Sedangkan dalam bidang kedokteran, beberapa karya telah dihasilkan, antara lain al-Kulliyat. (Siyar A’lam an-Nubala, 21/308).

Ibnu Ushaibi`ah memasukkan Ibnu Rusyd dalam kumpulan biografi para dokter masyhur. Ibnu Ruysd juga men-syarah syair mengenai ilmu kedokteran yang mana penulisnya dinisbatkan kepada Ibnu Sina.

Ibnu Rusyd juga meringkas Kitab al-Adwiyah al-Mufradah karya Jalinus. Ibnu Rusyd sendiri memiliki seorang putra bernama Abdullah, yang juga seorang dokter yang memiliki karya dalam ilmu kedokteran. (Uyun al-Anba`, 1/352).

Ibnu Yunus

Tempat Bertanya Tokoh Salib

Yang juga termasuk ahli dalam ilmu kedokteran dari kalangan fuqaha adalah Kamal ad-Dien Ibnu Yunus. Ibnu Ushaibi’ah memasukkan ulama yang satu ini dalam kumpulan biografi para dokter.

Karena kepandaiannya dalam berbagai disiplin ilmu, utusan dari penguasa Sisilia, Manferd, datang untuk bertanya berbagai persoalan kepadanya. Manferd sendiri penguasa Kristen yang mencintai ilmu pengetahuan.

Karya-karya Ibnu Yunus mencakup berbagai disiplin ilmu, termasuk fiqih dan kedokteran. Dalam fiqih, misalnya ia menulis Syarh at-Tanbih dalam mazhab asy-Syafi’i. Dalam kedokteran, ia menulis syarh Kitab al-Qanun karya Ibnu Sina. (Uyun al-Anba’ fi Thabaqat al-Athibba`, 1/272, 273).

Imad ad-Dunaisiri

Dokter dan Faqih Tiada Dua

Seorang faqih yang juga dokter adalah Imad ad-Dunaisiri. Ibnu Ushaibi’ah menggambarkan tentang sosok ulama yang satu ini:

“Dia dalam ilmu kedokteran istimewa di atas generasi awal dan generasi akhir. Dalam sastra, tidak ada penyair dan penyusun prosa yang mampu menandingi. Demikianlah, padahal sesungguhnya ia dalam fiqih mazhab asy-Syafi’i adalah tuan di masanya dan tiada duanya di waktunya.”

Imad ad-Dunaisiri mengabdi di Bimaristan an-Nuriyah, yakni rumah sakit yang dibangun oleh Sultan Nuruddin Mahmud Zanki. (Uyun al-Anba’ fi Thabaqat al-Athibba`, 1/494).

Syuyukh al-Azhar dan Kedokteran

Banyak pula ulama serupa di al-Azhar (Kairo). Mereka menguasai ilmu-ilmu syariat sekaligus memiliki perhatian terhadap ilmu kedokteran.

Salah satu di antaranya adalah Syaikh Ahmad bin Abdul Mun`im ad-Damanhuri. Dia menguasai mazhab empat, juga memiliki beberapa karya mengenai ilmu kedokteran. Misalnya al-Qaul ash-Sharih fi Ilmi at-Tasyrih yang membahas tentang ilmu bedah otopsi, serta al-Ilaj al-Yasir fi Ilaj al-Maq’adah wa al-Bawasir yang membahas penyakit ambeien.

Nama lainnya adalah Syaikh Ali Thahhan al-Azhari. Dia menguasai multi disiplin ilmu, juga menulis nadzam berbagai disiplin ilmu, termasuk fiqih dan ilmu kedokteran. Di bidang kedokteran, Ali Thahhan menulis Lamiyah Kubra dan Sughra.

Ada pula Syaikh Syamsuddin al-Anbabi. Ulama mazhab asy-Syafi`i ini juga menulis sebuah risalah berkenaan dengan pengobatan penyakit wabah. (al-Muhaddisun fi Rihab al-Azhar asy-Syarif, hal 34-37).*

Tonton video  Sehat Islami dengan Mengamalkan 7 Sunnah, klik di sini

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dokter ulamaislam dan ilmu kedokteranislam dan kedokterankedokteran dalam islamtokoh kedokteran islamulama dokter
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Menebar al-Qur’an di Kampung 1001 Malam
Tulisan selanjutnya DPR Imbau Masyarakat Tidak Menyebar Gambar dan Video Insiden Bom Katedral Makassar di Medsos

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?