Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

KH. Saleh Suaidy: Peran Pemuda Islam dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 Agustus 2022 10:44 10:44 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 Agustus 2022 11:45
Bagikan
Sumber foto majalah hikmah tahun 69, sekitar penculikan bung Karno dan hatta ke rengasdengklok dan proklamasi
Bagikan

Sebelum Rengasdengklok, ada peristiwa Konferensi Angkatan Muda bulan Maret 1945, di mana pemuda-pemuda Islam berkontribusi membuat resolusi mendesak kemerdekaan Indonesia

Hidayatullah.com | AMAT JARANG buku-buku sejarah umum mengulang peran pemuda Islam dalam Proklamasi Kemerdekaan RI. Biasanya, di dalam buku-buku mainstream terkait sejarah Indonesia, khususnya masalah proklamasi kemerdekaan Indonesia, biasanya dimulai dengan keterangan tindakan pemuda seperti: Chairul Saleh, Sukarni, Djohar Nur, Kusnandar dan lain-lainnya yang menculik Sukarno dan Hatta ke Rengasdengklok sebagai desakan memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Dalam buku berjudul “Sejarah Nasional Indonesia VI” (1976: 25, 26) misalnya, disebutkan bahwa sebelum terjadi peristiwa bersajarah Proklamasi kemerdekaan Indonesia, para pemuda seperti Sayuti Melik dan kawan-kawan, mendesak proklamasi segera diproklamirkan pada tanggal 16 Agustus 1945. Sedangkan Sukarno dan para pemimpin senior lebih menekankan perlunya rapat PPKI terlebih dahulu. Akhirnya para pemuda menculik Sukarno dan Hatta ke Rengasdengklok. Sampai akhirnya, dengan dialog yang cukup panas, akhirnya kemerdekaan Indonesia bisa diproklamirkan pada 17 Agustus 1945.

Bagi Saleh Suaidy, sebagai saksi dan pelaku sejarah yang turut berkontribusi dalam upaya pemuda Islam dalam kemerdekaan Indonesia, bahwa tindakan mendesak Bung Karno untuk menyatakan kemerdekaan Indonesia oleh Sayutimelik dan kawan-kawan, tidak bisa dipisahkan dari peristiwa-peristiwa sebelumnya.

Dalam artikel tokoh Al-Irsyad ini, yang dimuat dalam Majalah Kiblat (No. 7/XXIV: 1976) dengan judul “Konperensi Angkatan Muda di Bandung” ditandaskan sebagai berikut, “Fakta sejarah membuktikan bahwa tindakan mendesak Bung Karno dan Bung Hatta untuk menyatakan Kemerdekaan Indonesia itu adalah kelanjutan dan pelaksanaan dari satu Konperensi yang bernama Konperensi Angkatan Muda di Gedung Isola [sekarang bernama BUMI SILIWANGI] di kota Bandung.  Tapi anehnya penulis2 sejarah sekitar Proklamasi tidak menyebut2 peristiwa itu. Entah karena suksesnya Konperensi itu di tangan tokoh2 muda Islam, bukan tokoh2 muda nasionalis atau sosialis atau murbais entahlah. Dan sayangnya sejarahwan2 Islam sendiripun tidak ada menyinggung2 peristiwa yang sangat bersejarah itu.”

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

Atas alasan ini, maka Saleh Suaidy berupaya menjelaskan peristiwa penting dalam Konperensi Angkatan Muda di Bandung, yang nyaris dilupakan sejarah di mana terlihat sangat jelas betapa besar peranan pemuda Islam dalam peristiwa ini, yang di kemudian hari berpengaruh besar pada upaya pemuda seperti Sayuti Melik yang mendesak Sukarno dan Hatta untuk memproklamirkan kemerdekaan Indonesia.

Ringkasan cerita Konferensi Angkatan Muda Bandung

Pada bulan Maret 1945, pemuda Sukarni disokong H. Shimizu (Kepala Sendenbu/Departemen Penerangan Balatentara Dai Nippon), mengundang pemuda-pemuda Indonesia dari pusat dan daerah untuk menghadiri konferensi Angkatan Muda Bandung.

Rata-rata, pemuda yang diundang kala itu adalah yang tidak berkolaborasi dengan Jepang. Para pemuda yang hadir dari Jakarta adalah Sukarni, Chaerul Saleh, Adam Malik, Anwar Tjokroaminoto, BM. Diyah. Sedangkan dari Bandung yang hadir adalah: Isa Anshary. Adapun Purwokerto: Moh. Saleh Suaidy dan Sudiman. Madiun: KH. Mansur. Yogyaarta: Purwokusumo dan masih banyak lagi yang lainnya.

Konferensi diadakan di gedung Isola (Bumi Siliwangi) di sebelah utara atas kota Bandung. Acara ini dipimpin oleh H. Shimizu. Kabarnya, ia adalah di antara balatentara Jepang yang paling bersimpati kepada kemerdekaan bangsa Indonesia.

Sebelum koferensi digelar, para peserta berkumpul di halaman belakang gedung Isola untuk berbaris menghormati pengibaran Bendera Sang Saka Merah Putih, tanpai mengibarkan berndera Jepang Hinomaru, dan pada waktu itu dinyanyikan lagu Indonesia Raya tanpa menyanyikan lagu kebangsaan Jepang: Kimigayo.

Selesai upacara, para peserta berkenalan.  Kemudian acara dilanjut dalam gedung. Konferensi dibuka oleh Sukarni. Pada saat itu, menurut catatan Saleh Suaidy, Sukarni mengemukakan pidato panjang lebar yang menari dan bersemangat.

Setelah itu, dilanjut dengan pidato-pidato tokoh muda Islam, seperti: Anwar Tjokroaminoto, Harsono Tjokroaminoto, Isa Anshary dan Saleh Suaidy. Sedangkan dari kalangan pemuda nasionalis, yang pidato di antaranya: Chaerul Saleh, B.M. DIyah, Adam Malik dan lain-lain.

Pada waktu itu, rapat berlangsung selama 3 hari 3 malam. Namun, pembicaraan belum mendapat satu kesimpulan. Mengingat yang hadir sekitar 100 peserta dengan semangat melontarkan yang selama ini dipendam, Sukarni pun kwalahan dan kemudian palu pimpinan diserahkan kepada Isa Anshary.

Waktu Isa Anshary memimpin, jam sudah larut malam, sekitar 1.00 malam. Setelah membuka rapat dengan basmalah, Isa Anshary berkata, “Karena pembicaraan kita sudah cukup banyak dan meluas selama 3 hari 6 kali rapa, maka saya usulkan sekarang dibentuk saja Panitya Perumus”. Usul ini, kemudian diteripa oleh peserta rapat.

Kemudian, Isa Anshary mengusulkan susunan Panitia Perumus yang diketuai oleh Saleh Suaidy dengan anggota R.M. Prawirokusumo (Yogyakarta), Sudiman (Banyumas), KH. Mansur (Madiun) serta 3 orang lainnya.

Apa tugas panitia ini? Mereka ditugaskan utuk bekerja menyusun rancangan rumusan keputusan Konperensi agar selesai sebelum subuh. Kemudian pasca shalat Subuh, diadakan sidang pleno untuk mengesahkan rancangan keputusan itu.

Usul Isa Anshary diterima, kemudian Saleh Suaidy (sebagai ketua) dengan anggotanya bekerja sampai subuh untuk menyusun perumusan. Tepat azan Subuh dikumandangkan, pekerjaan panitia pun selesai.

Bakda Subuh, sidang dibukan kembali. Dipimpin oleh Isa Anshary. Kemudian, keputusan yang dirumuskan Panitia Perumus dibacakan oleh Saleh Suaidy, dan menariknya diterima baik secara aklamasi.

Inti dari keputusan itu adalah: Mendesak Pemimpin Indonesia Dwi Tunggal Bung Karno dan Bung Hatta segera memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia dan mendesak kepada Pemerintah Dai Nippon supaya menjadi Negara pertama yang mengakui Kemerdekaan Indonesia, serta menyampaikan keputusan itu kepada kedua Pemimpin Indonesia itu dan kepada pembesar-pembesar Pemerintah Balatentara Dai Nippon, untuk disampaikan kepada Pemerintah Pusat di Tokyo. Adapun pidato Sukarni, diterima sebagai memori penjelasan dari resolusi itu.

Rapat pun selesai. Kata Saleh Suaidy, para peserta diberi sarapan pagi dan hadiah masing-masing dua sestel baha baju dari dril warna abu-abu.

Kemudian, pada jam 9, rombongan wakil Konperensi yang akan menyampaikan keputusan itu kepada para pemimpin, berangkat menuju Sukabumi, yang mana kala itu Bung Karno sedang beristirahat di Rumah Saki Sukabumi. Baru sampai lokasi tepat saat azan Maghrib, karena truk yang ditumpangi sempat mengalami macet dan ban pecah.

Rombongan dalam truk adalah: Sukarni, Chaerul Saleh, Anwar Tjokroaminoto, Harsono Tjokroaminoto, RM. Prawirokusumo, Adam Malik, BM. DIyah dan Saleh Suaidy, yang kemudian bermalam di rumah Dr. Abu Hanifah yang sedang merawat Bung Karno. Kemudian keputusan disampaikan ke Bung Karno dan keesokan harinya pergi ke Jakarta dan siangnya menghadap Bung Hatta lalu Saiko Siki Kan dan Gunseikan untuk menyampaikan keputusan Konferensi Angkatan Muda di Bandung. Selanjutnya, pada waktu sore, akhirnya masing-masing pulang ke daerahnya dengan kereta api malam.

Sesampai di Purwokerto, Saleh Suaidy mendengar berita bahwa beberapa tokoh Angkatan Muda itu ditahan Jepang, di antaranya: Anwar Tjokroaminoto, Adam Malik dan beberapa kawan lainnya. Kemudian beberapa hari kemudian dibebaskan.

***

Inilah peristiwa penting sejarah yang mendahului perjuangan Angkatan Muda di Gedung Menteng No. 31 (Gedung Kebangkitan Nasional), yang bergerak pada hari-hari bersejarah pada bulan Agustus 1945, sebagai pelaksanaan, eksekutif, dan tanfiz dari keputusan Konperensi Angkatan Muda Bangung (Maret 1945) di Gedung Isola, Bandung.

Sayangnya, menurut catatan Saleh Suaidy, dokumen bersarah ini, telah dirusak serdadu Belanda di rumahnya di Jalan Regasemangsang No.2, Purwokerto, sebelah Gedung Sekolah Al-Irsyad. Waktu itu, Saleh Suaidy menjadi Ketua Umum DPD. Masjumi, Ketua I KVI. Daerah dan Ketua Front Nasional daerah Banyumas.

***

Dari keterangan Saleh Suaidy tersebut, nyatalah bahwa sebelum peristiwa Rengasdengklok (penculikan Sukarno oleh para pemuda untuk mendesak proklamasi kemerdekaan Indonesia pada Agustus 1945), ada peristiwa yang melatarinya yaitu Konferensi Angkatan Muda di Bandung pada bulan Maret 1945, di mana pada waktu itu pemuda-pemuda Islam juga turut berkontribusi dalam membuat resolusi mendesak kemerdekaan Indonesia, bahkan turut menjadi ketua dan perumusnya seperti: Isa Anshari, Saleh Suaidy, Harsono Tjokroaminoto, Anwar Tjokroaminoto, KH. Mansur dan lain-lain.

Ini menunjukkan betapa besar peran pemuda Islam dalam usaha mendesak proklamasi Indonesia. Mudah-mudahan, dalam penulisan sejarah Indonesia ke depan, sebagai revisi, bisa ditulis peran pemuda Islam ini.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Islam dan proklamasi kemerdekaankemerdekaan RIKH. Saleh SuaidyPemuda Islam dan Kemerdekaanproklamasi kemederkaan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Zionis ‘Israel’ Akhirnya Akui Membunuh 5 Anak Palestina
Tulisan selanjutnya 4000 Muslim Tolak Pendirian Patung Raksasa di Thailand Selatan yang Ditunggangi Investor China

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sebagian Pecahan Rudal Balistik Houthi Jatuh di Mekah

Berita
25 Oktober 2026 14:12
Parlemen Mesir Restui Dukungan Militer untuk Arab Saudi
BPJPH Dukung Gen Halal Championship, Siapkan Generasi Penggerak Ekosistem Halal
Gereja di Yordania Diserang, Raja Abdullah Janji akan Menuntut Balas
Lebih dari 100 Juta Nama Dihapus dari Daftar Pemilih India, Mayoritas Muslim

Terbaru

  • Jurnalis Asing Jadi Korban Serangan Pemukim Ilegal ‘Israel’, Dipukuli Hingga Gegar Otak
  • Parlemen Turki Setujui RUU Ratifikasi Pakta Pertahanan Mekkah
  • Film Hamka Awal Mula Vol. 3 Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan
  • Prioritaskan Warganya Malaysia akan Kurangi Pekerja Asing
  • BPJPH Dukung Gen Halal Championship, Siapkan Generasi Penggerak Ekosistem Halal
  • Buya Hamka, Tontonan Penuh Tuntunan
  • Sekolah Pemikiran Islam Raih Penghargaan Muslim Youth Forum 2026
  • Patriotik, Gigih, Berempati: Siapa yang Bertanggung Jawab atas Masa Depan Pemuda?
  • Pejabat Malaysia Sebut Waze Petakan Lokasi Sensitif Negara
  • Macklemore Janji akan Menyuarakan Pembebasan Palestina Sampai Napas Terakhir

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?