Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Empat Amanah Pemuda Muslim dalam Memikul Risalah Islam [4]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Juni 2012 10:28 10:28 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Juni 2012 10:28
Bagikan
Bagikan

oleh: Shalih Hasyim

Tolong-Menolong Dan Saling Keterkaitan

BAGI para pemuda yang telah bertekad mempelajari dan memahami Islam dengan benar, mengimaninya dengan mendalam, membenarkannya tanpa dicampuri sedikitpun keraguan, kemudian saling nasihat-menasihati dengannya, dan menyeru orang lain kepadanya, maka hendaklah mereka melengkapinya dengan sikap tolong menolong diantara sesamanya dan memiliki rasa saling keterkaitan.

Setiap Al-Quran menyebut orang beriman selalu menggunakan redaksi jama’ (plural). Jadi beriman identik dengan kesiapannya mewujudkan dan membangun ummah (komunitas). Diantara arti “ummah” adalah mereka berkumpul karena ikatan yang prinsip, bukan sekedar bergerombol. Kualitas keimanan seseorang diukur dari ketrampilannya dalam menjalin interaksi dengan orang lain. Sesungguhnya intisari beragama adalah pandai bergaul (ad-Dinu huwal mu’amalah), meminjam sosiolog muslim, Ibnu Khaldun.

يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُم بِرَحْمَةٍ مِّنْهُ وَرِضْوَانٍ وَجَنَّاتٍ لَّهُمْ فِيهَا نَعِيمٌ مُّقِيمٌ

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

“Dan orang-orang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.” (QS. At Taubah (9) : 21).

Karena tugas-tugas Islam tidak bisa dilakukan hanya secara individu, melainkan harus dilaksanakan dengan beramal jama’i. Dan yang dimaksud berjamaah adalah ditandai dengan adanya ikatan persaudaraan antara sebagian dengan sebagian yang lain, yang saling mencintai karena Allah SWT, bersama-sama mengadakan majelis karena Allah SWT, saling berkorban karena Allah SWT.

Tanpa ini semua mustahil dilakukan dengan kekuatan, kemampuan dan kecerdasan individual, tetapi dengan bergandengan tangan. Sebab, tangan itu kalau hanya sebelah tidaklah mungkin bertepuk tangan.

وَالَّذينَ كَفَرُواْ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ إِلاَّ تَفْعَلُوهُ تَكُن فِتْنَةٌ فِي الأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. jika kamu (hai Para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu [keharusan bersaudara yang kokoh antara kaum muslimin], niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (QS. Al Anfal (8) : 73).

الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُم مِّن بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُواْ اللّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah (sama), mereka menyuruh berbuat yang mungkar dan mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah melupakan kepada Allah SWT, maka Allah melupakan mereka (pula), sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.” (QS. At Taubah (9) : 67).

Orang-orang kafir bekerja sama, saling melindungi dan saling menolong antara sebagian terhadap sebagian yang lain. Oleh karena itu, kita – kaum muslimin – harus saling mengayomi, melindungi, bekerja sama, bersinergi, memadukan berbagai potensi dan kekuatan serta keunggulan masing-masing, tolong menolong, dan bahu membahu, bantu membantu.

Sehingga, tidak ada lagi kenyataan himpunan kekuatan di pihak kebatilan, sedang orang-orang yang berada di pihak kebenaran bekerja dan berbuat sendiri-sendiri. Sebab, keadaan demikian sudah tentu akan mengundang fitnah, kekacauan dan kerusakan yang besar di muka bumi ini.

Akhirul Kalam

Kita akan menghadapi dengan pandangan yang bersih pada cermin yang jernih pula. Atau kita duduk dengan penuh keberanian, siap siaga (i’dad). Kita sengaja melakukan pembedahan terhadap diri sendiri sebelum dibedah oleh orang lain dengan pisau operasi bedah mereka. Jangan sampai terjadi, orang lain lebih dahulu mengetahui kelemahan, kekurangan, sisi gelap struktur kepribadian kita, daripada kita sendiri.

Beruntunglah bagi orang yang sibuk meneliti cacatnya sendiri sebelum mengoreksi aib orang lain (al-Hadits). Evaluasi diri (at-Taqwim wal mutaba’ah) adalah indicator terpenting kualitas ketakwaan seseorang.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hasyr (59) : 18).

Nah, demikianlah empat amanah dan kewajiban yang mendesak untuk ditunaikan dengan sebaik-baiknya dan dengan sepenuh kemampuan dan kekuatan yang dimiliki oleh pemuda Islam hari ini. Kita harus pandai mengambil pelajaran dari sejarah baik yang baru terjadi pada masa-masa dekat maupun pada masa-masa yang telah jauh berlalu. Ia juga harus mengetahui bagaimana ia berjalan dengan jalan Islam dan harakah Islam sehingga islam memiliki kekuatan dan daulah (pusat penerapan nilai-nilai keislaman).

Penulis adalah kolumnis hidayatullah.com, tinggal di Kudus Jawa Tengah

Empat Amanah Pemuda Islam, diadaptasi dari kitab: “Wajibu asy Syabab al-Muslimu al-Yaum” oleh Syaikh Dr. Yusuf Qardhawi. Terbitan, Darush Shahwah, Kairo – Egypt, 1988

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Thomson Reuters Beli Situs Bisnis Timur Tengah
Tulisan selanjutnya 30 Tentara Suriah Membelot ke Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?