NABI Muhammad Shalallaahu ‘Alahi Wasallam untuk ini bersabda: “Iringilah kejahatan dengan kebaikan, niscaya ia akan menghapuskannya.” Karena itu pula Luqman berkata kepada putranya: “Hai putraku! Jangan engkau tunda tobat, karena kematian datang secara tiba-tiba.”
Barangsiapa meninggalkan sikap bersegera dalam bertobat melalui penundaan, dirinya dihadapkan pada dua bahaya besar: Pertama, kegelapan yang disebabkan oleh berbagai kemaksiatan akan kian menumpuk di hatinya hingga menjadi karat dan mengeras sehingga tidak bisa lagi dilenyapkan.
Kedua, bila dia dikejutkan oleh sakit atau kematian, tentu tidak ada lagi kesempatan baginya untuk melakukan penghapusan. Karena itulah terdapat keterangan di dalam hadist yang menyebutkan: “Kebanyakan teriakan penghuni neraka berasal dari tindakan selalu menunda-nunda.”
Tidaklah celaka seseorang melainkan karena sikap selalu menunda-nunda. Dia menghitamkan hatinya secara spontan, tapi upaya penjernihan dilakukan dengan tempo, hingga secara tiba-tiba dia dikejutkan oleh kematian, maka ia pun datang menghadap Allah dengan hati yang tidak bersih. Padahal tidak akan selamat kecuali orang yang datang kepada-Nya dengan hati yang bersih.
Hati adalah amanat Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang dititipkan kepada hamba-Nya, sedangkan umur amanat Allah yang tetap di sisi-Nya. Begitu pula seluruh faktor pendukung ketaatan. Maka barangsiapa yang telah berbuat khianat terhadap amanat itu dan belum sempat melakukan perbaikan terhadap sikap khianatnya, maka perkaranya akan amat berbahaya.
Orang bijak berkata: “Allah memiliki dua bisikan kepada hamba-Nya yang dibisikkan-Nya kepadanya melalui jalan ilham (inspirasi). Pertama, saat hamba keluar dari perut ibunya, Allah berkata kepadanya: Hamba-Ku!Aku telah mengeluarkanmu ke dunia dalam keadaan suci lagi bersih. Aku titipkan kepadamu umurmu dan Aku amanatkan ia kepadamu. Maka perhatikanlah, bagaimana engkau menjaga amanat itu, dan perhatikanlah bagaimana engkau kelak akan menjumpai-Ku.
Kedua, saat nyawanya keluar, Allah berkata: Hamba-Ku, apa yang telah kauperbuat terhadap amanat-Ku padamu? Apakah selalu kaujaga hingga saat engkau menjumpai-Ku sesuai dengan janji, lalu Aku menjumpaimu untuk memenuhi janji-Ku?Ataukah engkau telah menyia-nyiakannya sehingga Aku menjumpaimu untuk menyampaikan tuntutan dan menyiapkan siksaan?
Demikianlah yang diisyaratkan oleh Allah: Dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu. (Al-Baqarah: 40). Dan firman-Nya lagi: Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janji-janjinya. (Al-Mu’minun: 8).*/Imam al-Ghazali, tertuang dalam bukunya Menebus Dosa-Makna dan Tatacara Bertobat.