Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Apakah Asy-Syiah Mencintai Ahli Bait?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Juli 2017 16:52 4:52 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Juli 2017 16:52
Bagikan
Pemeluk Syiah dalam acara Karbala di Iran [ilustrasi].
Bagikan

DAHULU kelompok Syiah dalam sejarah daulah-daulah Islam diperlakukan oleh kaum muslimin secara biasa. Ya, memang benar kaum muslimin berselisih dengan Syiah, akan tetapi kaum muslimin tidak melakukan pembunuhan terhadap mereka. Tidak melakukan pengusiran dan pemusnahan.

Banyak ulama Syiah hidup dalam “dekapan” kebudayaan Islam, seperti para sastrawan dan penyair. Yang demikian itu karena Ahlussunnah dapat hidup dengan kelompok mana pun, meskipun berselisih dan memerangi penyimpangan akidahnya, sebagaimana yang dilakukan Ali bin Abi Thalib r.a. terhadap kelompok Khawarij.

Ahlussunnah tidak memerangi, melainkan terhadap orang yang mengangkat senjata terhadap kaum muslimin, atau mengkhianati, atau berusaha merusak agama mereka.

Ada pun kelompok Syiah, mereka senantiasa berusaha mencapai kekuasaan, namun tidak pernah berhasil, hingga akhirnya Alawiyyun bekerja dengan Abbasiyyun untuk menjatuhkan Daulah Umawiyah, dan berhasil. Dan tegaklah Daulah Abbasiyyah.

Abbasiyyun adalah keturunan paman Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam, yaitu al-Abbas. Mereka termasuk ahli bait. Akan tetapi ini sebenarnya bukan yang diinginkan Syiah. Yang diinginkan adalah ahli bait Alawiyyun (keturunan Ali bin Abi Thalib), sekalipun Abu Thalib dan al-Abbas sama-sama paman Nabi. Maka hal ini menyingkap pemahaman Syiah dalam mendefinisikan ahli bait.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Mereka berpendapat: ahli bait adalah istilah yang intinya berhubungan dengan Ali dan anak-anaknya saja. Dan kata-kata mereka yang sering diulang-ulang adalah ahli bait dizalimi. Ini tidak benar.

Sebagai contoh Abu Ja’far al-Manshur. Dia anak Muhammad bin Ali bin Abdullah bin al-Abbas (paman Nabi) dari keturunan al-Hasyimi, tetapi mengapa mereka melaknatnya?

Saat kelompok Syiah menguasai pemerintahan di Irak, dalam beberapa hari saja mereka menghancurkan patung kepala Abu Ja’far al-Manshur, penguasa yang membangun kota Baghdad karena kedengkian mereka. Padahal dia keturunan paman Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam.

Demikian juga terhadap Harun ar-Rasyid, cucu Abu Ja’far, kelompok Syiah melaknatnya siang dan malam! Juga terhadap al-Mu’tashim dan lainnya. Bahkan dari kedengkian mereka kepada keturunan Abbas (Abbasiyah), mereka menyerahkan khalifah Abbasiyah terakhir kepada tentara Tartar, lalu tentara Tartar membunuhnya secara keji.

Dan di antara hal yang patut disebut bahwa Syiah menamakan seorang yang nasabnya keturunan ahli bait dengan sebutan as-Sayyid, bentuk jamaknya Saadah. Bagi kelompok Syiah hal ini adalah penghormatan dan pensucian terhadap nasab mereka. Suatu hal yang tidak aneh, sekalipun orang tersebut melakukan perbuatan fasik dan durhaka, seperti berzina, homoseks, mencuri, merampas, atau menzalimi! Syiah menetapkan panggilan Sayyid sebagai kedudukan khusus baginya.

Meskipun demikian ada perbuatan kontradiksi dari Syiah. Di Irak banyak terdapat keturunan al-Husein dari kalangan Ahlussunnah, seperti suku an-Nuaim, al-Musyaahadah, dan al-Hadidin, akan tetapi mereka tidak mendapatkan kecintaan dan kemuliaan dari Syiah. Kelompok Syiah banyak membunuh mereka di masa pemerintahan al-Ja’fari dan al-Maliki. Nasab mereka yang mulia tidak menjadikan Syiah cinta kepada ahli bait.

Demikian pula klan yang masih keturunan al-Hasan, seperti asy-Raf Makkah, dan di antara mereka ada yang menjadi raja di Jordania. Ada juga Baitul Hasani , tetapi Syiah tidak memuliakannya. Justru Syiah mencela siang dan malam, sekalipun diketahui dengan benar nasab mereka keturunan ahli bait.

Para ahli bait itu dicela Syiah karena “satu dosa”, yaitu mereka adalah Ahlussunnah. Bukan kelompok Syiah.

Bahkan yang lebih dahsyat lagi, kabilah Syiah yang nasabnya mengacu pada ahli bait al-Husein (keturunan Husein), seperti al-Musawi dan al-Huseini, dikultuskan. Akan tetapi, manakala ada di antara mereka berpindah ke Ahlusunnah, maka dia dianggap telah murtad dan dibunuh, sebagaimana terjadi di Irak.

Semua ini menunjukkan bahwa barometer Syiah (dalam cinta dan benci terhadap seseorang) adalah berkaitan dengan akidah, dan bukannya kecintaan terhadap ahli bait.*/Sudirman STAIL (sumber buku: Apa Yang Anda Ketahui Tentang Syiah? Penulis: Abdullah Muslim)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AbbasyyahAlawiyyunsyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Safari Ramadhan 1438 H, KNRP Mengaku Kumpulkan Rp 8 Miliar untuk Palestina
Tulisan selanjutnya ILUNI UI Minta KPK Tidak Jadi Alat Politik Kekuasaan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?