Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Tolaklah Jerat Setan dengan Isti’adzah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 September 2017 12:29 12:29 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 4 September 2017 12:29
Bagikan
Bagikan

AL-QUR’AN telah memberi bimbingan dan petunjuk kepada kita tentang cara menangkal atau menolak musuh bebuyutan Bani Adam dengan cara yang sangat mudah dan praktis, yakni dengan isti’adzah dan berpaling menjauhkan diri dari orang-orang bodoh terhadap kebenaran. Juga dengan cara menolak keburukan mereka dengan kebaikan.

Al-Qur’an telah memberitahukan kepada kita tentang besarnya bagian dan keberuntungan bagi orang-orang yang mengikuti bimbingan dan petunjuk di atas. Bagian dan keberuntungan tersebut adalah terhindar dari kejahatan yang memusuhi dan berbaliknya sikap sang musuh menjadi sahabat sejati, kemudian memperoleh cinta kasih, terkendalinya hawa nafsu, terbebasnya hati dari sifat dengki dan dendam, juga rasa aman orang lain bersamanya, bahkan terhadap orang yang memusuhinya sekalipun. Semua ini belum termasuk kemuliaan, pahala yang baik, dan ridha Allah untuknya. Ini adalah puncak keberuntungan, baik diraih di dunia maupun di akhirat. Hal ini tidak akan dapat diraih melainkan oleh orang sabar.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

“Sifat-sifat baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang sabar.” (Fushilat: 35).

Sedangkan pemarah dan dungu, sungguh tidak mungkin akan dapat bersabar untuk menghadapi hal tersebut. Karena marah merupakan kendaraan bagi setan, dan terjalinlah kerja sama antara nafsu yang emosional dan setan dapat menaklukkan nafsu yang tenang (nafsu mutmainnah) yang selalu menyuruh hati agar menolak keburukan dengan kebaikan.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Padahal Allah menyuruh hati agar menjalin kerja sama dengan nafsu yang tenang dan tentram melalui isti’adzah kepada Allah dari setan. Dan isti’adzah merupakan penolong bagi nafsu yang tentram dan memerangi nafsu yang emosional. Berkat isti’adzah terwujudlah sifat sabar, iman, dan tawakal, sehingga kekuatan setan pun terkalahkan. Sebab, “Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya.” (an-Nahl: 99)

Menurut pendapat Mujahid, Ikrimah, dan para mufassir, makna dari “tidak ada kekuasaannya” adalah “tidak mempunyai hujjah”. Sesungguhnya setan tidak memiliki cara (jalan) untuk menguasai orang-orang beriman dan bertawakal kepada Allah, baik dari segi hujjah maupun dari segi kemampuan (kapabilitas).

Kemampuan di sini meliputi apa yang disebut kekuasaan (sulthan). Akan tetapi, terkadang hujjah juga suka disebut sebagai kekuasaan karena oleh pemiliknya dijadikan sarana untuk berkuasa. Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah memberitahukan bahwa setan tidak memiliki kekuasaan untuk menguasai hamba-hamba-Nya yang berhati tulus dan bertawakal kepada-Nya. Hal ini sebagaimana dikemukakan dalam firman Allah,

“Iblis berkata, ‘Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka. ‘Allah berfirman, ‘Inilah jalan yang lurus; kewajiban Akulah (menjaganya). Sesungguhnya, hamba-hamba-Ku tidak ada kekuasaan bagimu terhadap mereka, kecuali orang-orang yang mengikuti kamu, yaitu orang-orang yang sesat.” (al-Hijr: 39-42)

Firman Allah tersebut meliputi dua hal: Pertama, peniadaan kekuasaan dan pembatalan kekuasaan setan atas orang-orang yang mengesakan Allah sebagai Tuhan mereka dengan tulus murni, dan kedua, pengakuan kekuasaan setan atas orang-orang musyrik dan orang-orang yang menjadikan setan sebagai wali mereka.

Ketika setan mengetahui bahwa Allah tidak akan membuat orang-orang yang mengesakan-Nya dengan tulus murni terjerat oleh perangkap yang dibuatnya, maka ia pun bersumpah, sebagaimana difirmankan oleh Allah,

“Demi kekuasaan Engkau, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.” (Shaad: 82-83)

Setan sebagai musuh Allah mengetahui bahwa orang-orang yang berlindung kepada Allah dan bersikap tulus murni mengesakan serta bertawakal kepada-Nya, membuat ia tidak ada kuasa untuk menyelewengkan dan menyesatkannya. Begitu juga setan mengetahui bahwa ia memiliki kekuasaan atas manusia untuk menyelewengkan dan bersikap syirik kepada Allah. Dengan demikian hanya orang-orang sesat sajalah sebagai bawahannya dan setan pulalah sebagai wali, pemimpin, dan ikutan mereka.

Firman Allah,

“Dan sekali-kali Allah tidak memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman.” (an-Nisaa: 141).*/Sudirman STAIL (sumber buku: Membersihkan Hati dari Gangguan Setan, penulis: Ibnu Qayyim Al-Jauziyah)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Isti’adzahnafsu emosionalnafsu yang tentram
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Waspada Pendompleng Isu Krisis Rohingya
Tulisan selanjutnya PKS Bentuk Crisis Center Khusus Masalah Rohingya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Berita
29 Agustus 2026 09:20
Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?