Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Ini Upaya Mencegah Amarah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Februari 2018 11:22 11:22 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Februari 2018 11:22
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

PERTAMA: hendaknya setiap hari, mulai dari pagi, manusia merenungkan bahaya dan dampak marah serta manfaat dari tidak marah. Apabila semua itu direnungkan, ia akan melihat untung ruginya. Sama seperti orang yang ingin membeli barang, pasti ia memikirkan manfaat dan bahayanya.

Kedua: hendaknya merenungkan bahwa sikap tidak marah dapat memanjangkan umur. Pasalnya, umur hakiki adalah umur bahagia, ridha, dan lapang. Ada pun waktu yang diisi dengan amarah hanya berlalu dengan sia-sia.

Ketiga: oleh karena itu hendaknya mengetahui bahwa kehidupan ini singkat. Karena itu, jangan dibuat semakin singkat dengan amarah, putus asa, dan frustasi.

Keempat: bersabar. Nabi Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam berpesan,

“Tidaklah seseorang diberi sesuatu yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran.” (Muttafaq ‘alaih)

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Sabar merupakan kekayaan hidup paling besar yang diberikan kepada manusia. Hendaknya manusia selalu bersama sikap sabar dengan selalu mengingat, melatih, dan mengetahui.

Di antara obat ampuh untuk bisa sabar adalah menantikan pahala dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sebab, Allah memberikan ganjaran kepada orang-orang yang sabar dan orang yang bisa menahan amarah.

“Yang bisa menahan amarah dan memaafkan orang. Allah menyenangi mereka yang berbuat baik.” (Ali Imran: 134).

Pahala tidak marah dalam Al-Qur’an sangat besar dan agung. Pasalnya, bahaya yang paling sering menimpa manusia disebabkan oleh amarah.

Pilar-pilar maksiat yang dilakukan oleh manusia adalah marah, syahwat, dan lalai. Marah dibawa oleh nafsu kebinatangan yang buas. Di antara buahnya adalah pembunuhan, penganiayaan, pencelaan, penahanan, talak, perceraian, serta ejekan dan penghinaan. Karena itu ada ungkapan yang berbunyi, “Yang membawa nafsu amarah berasal dari nafsu kebinatangan.” Mereka menyerupakannya dengan binatang.

Ketika manusia mampu berlepas dari nafsu kebinatangan, berarti ia memasukkan dirinya dalam barisan malaikat. Ini hanya bisa terwujud dengan latihan panjang.

Apabila ada sesuatu menyerangmu, bayangkan pelakunya hanya ingin berdebat; bukan engkau yang dituju. Asy-Syafi’i berkata, “Jika seorang bodoh bertutur jangan dijawab. Daripada menjawab lebih baik diam. Jika engkau menjawab hal itu membuatnya senang. Namun jika kau abaikan, ia akan mati karena depresi.”

Allah Yang Maha Esa berfirman, “Maka, maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.” (al-Hijr: 85). “Maka hanya bersabar itulah yang terbaik (bagiku).” (Yusuf: 18). “Jauhilah mereka dengan cara yang baik.” (al-Muzzammi1: 10). Menjauhi secara baik, memaafkan secara baik, dan bersabar yang baik, semuanya merupakan terapi bagi amarah.

Sabar yang baik tidak disertai keluhan. Menjauhi secara baik tidak disertai perbuatan yang menyakiti. Dan memaafkan secara baik tidak disertai kecaman.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, “Jika disapa oleh orang-orang bodoh, mereka mengucap, ‘Salam’.” (al-Furqaan: 63). Ini adalah terapi bagi amarah. Jika ada yang merangkai bait-bait syair untukmu, katakan, “Salam!” Jika ada yang merangkai kata cacian, ucapkan, “Salam.” Jika ada yang mengutarakan kata-kata menyakitkan dan berbisa ucapkan, “Salam.”

Penulis besar, William James, seorang pakar psikologi, berkata, “Jika ada yang membuat tulisan menyerangmu di koran, janganlah dijawab. Sebab, setengah penduduk tidak membacanya. Setengah dari mereka yang membaca segera lupa. Sementara setengahnya lagi lama-kelamaan akan lupa pula. Akan tetapi, jika engkau menjawabnya, hal itu akan membuat orang-orang yang tadinya tidak membaca berusaha untuk membacanya. Sementara yang sudah membaca akan kembali membaca sehingga semakin kuat dan ingat. Akhirnya tulisan tentangmu tersebar. Karena itu, putus penyakitnya sejak dini tanpa disertai amarah.”*Dr. Aidh al-Qarni, dikutip dari bukunya Laa Taghdhab-Jangan Marah.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:marah dibawa nafsu kebinatanganmemaafkan dan menjauhimencegah amarahpahala tidak marah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DPR: Perlu Diusut Kenapa Akun Instagram UAS Diblokir
Tulisan selanjutnya Akun Bajakan Tebar Fitnah Organisasi Jurnalis Muslim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?