Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Besar Kasih Sayang Allah pada Manusia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 September 2017 20:22 8:22 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 September 2017 20:22
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

DALAM sebuah hadits, Rasulullah Shalallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Tatkala Allah Subhanahu Wa Ta’ala menetapkan nasib makhluk-Nya, Dia menetapkan, ‘Rahmat-Ku mengalahkan amarah-Ku.”

Dalam riwayat lain, Rasulullah juga bersabda, “Tatkala Allah menetapkan nasib makhluk-Nya, Dia menetapkan bagi diri-Nya di atas Arsy-Nya, ‘Sesungguhnya, rahmat-Ku lebih cepat daripada amarah-Ku.”

Apabila kita perhatikan kalimat “Rahmat-Ku mengalahkan amarah-Ku” dan “Sesungguhnya, rahmat-Ku lebih cepat daripada amarah-Ku”, mengandung makna yang sama, yaitu Allah Yang Maha Kuasa ingin menunjukkan bahwa kasih sayang-Nya lebih luas, besar, dan lebih cepat daripada amarah-Nya. Sebab, kasih sayang merupakan konsekuensi langsung dari sifat yang melekat pada diri-Nya, yakni ar-Rahman dan ar-Rahim. Sedangkan amarah-Nya berasal dari perbuatan hamba-Nya. Ini artinya, Allah ingin menegaskan bahwa rahmat-Nya tak akan pernah habis dan selalu ada bagi setiap hamba yang sangat membutuhkan-Nya.

Setiap saat, Allah Yang Maha Kuasa mencontohkan dan mengajarkan sifat kasih sayang-Nya kepada seluruh makhluk, baik yang berada di langit, bumi, laut, sungai, dan lain sebagainya, dengan cara memperlihatkan kebebasan absolut yang diberikan kepada Adam dan seluruh keturunannya.

Akan tetapi, setelah mendapatkan banyak kebebasan, manusia lupa dan tidak sadar bahwa setiap kebebasan itu berbatasan dengan kebebasan yang lain. Dengan kata lain, kebebasan tersebut ada batasnya. Boleh jadi, ini disebabkan mereka terlalu banyak bermain-main (sibuk dengan urusan dunia) dan bermalas-malasan di dunia ini.

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Mengenai ini, Allah menegaskannya dalam firman-Nya: “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu, serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning, kemudian menjadi hancur. Dan, di akhirat (nanti), ada azab yang keras dan ampunan dari Allah, serta keridhaan-Nya. Dan, kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al-Hadiid [57]: 20).

Dalam ayat yang lain, Allah berfirman: “Dan, tiadalah kehidupan dunia ini, melainkan senda gurau dan main-main. Dan, sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (Al-‘Ankabut [29]: 64).

Hal seperti itulah yang kemudian membuat seluruh makhluk, baik yang berada di langit, bumi, laut, sungai, marah dan tidak terima dengan yang dilakukan manusia. Terkait ini, dalam sebuah kisah pernah disebutkan bahwa setiap hari, lautan meminta izin kepada Allah Yang Maha Kuasa, “Wahai Tuhanku, izinkan aku menenggelamkan anak Adam. Sebab, mereka memakan rezeki-Mu, namun menyembah selain diri-Mu.”

Langit juga berkata, “Wahai Tuhanku, izinkan aku menggerus anak Adam. Sebab, mereka memakan rezeki-Mu, tetapi menyembah selain diri-Mu.”

Sementara itu, bumi juga berkata, “Wahai Tuhanku, izinkan aku menelan anak Adam. Sebab, mereka memakan rezeki-Mu, namun menyembah selain diri-Mu.”

Akan tetapi, Allah Yang Maha Kuasa berfirman, “Biarkanlah mereka! Sebab, jika kalian menciptakan mereka, maka kalian juga pasti akan mengasihi mereka.”

Dalam kisah yang lain juga disebutkan bahwa setiap hari matahari terbit, langit berkata, “Wahai Tuhanku, izinkan aku menurunkan gerhana kepada anak Adam. Sebab, mereka telah memakan makanan terbaik-Mu, namun tidak mau bersyukur kepada-Mu.”

Gunung juga berkata, “Wahai Tuhanku, izinkan aku menimpa anak Adam. Sebab, mereka telah memakan makanan terbaik-Mu, namun tidak mau bersyukur kepada-Mu.”

Akan tetapi, Allah Yang Maha Kuasa berfirman, “Biarkan mereka, biarkan mereka! Seandainya kalian yang menciptakan mereka, tentu kalian pun akan mengasihi mereka. Mereka adalah hamba-hamba-Ku. Jika mereka bertaubat kepada-Ku, Aku akan mencintai mereka. Namun, jika mereka tidak mau bertaubat, Aku menjadi dokter bagi mereka.”

Tidak hanya itu, para malaikat juga sempat bertanya pada Allah Yang Maha Kuasa saat hendakmenciptakan manusia. Malaikat mengetahui bahwa manusia akan berbuat kerusakan di bumi. Namun, apa tanggapan-Nya terhadap sikap para malaikat itu?

Pernyataan Allah diceritakan dalam firman-Nya, “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’ Mereka berkata, ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?’ Tuhan berfirman, ‘Sesungguhnya, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (al-Baqarah [2]: 30).*/Ust. Yazid al-Busthomi, dari bukunya Dahsyat Energi Tahajjud.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Allah penerima taubatkasih sayang Allahrahmat Allah lebih cepat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Terjajah, Warga Palestina Masih Memikirkan Penderitaan Etnis Muslim Rohingya
Tulisan selanjutnya Di KTT, Indonesia Dorong OKI Bekerja Sama Atasi Krisis Rohingya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah

Berita
20 Juli 2026 12:51
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?