Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tazkiyatun Nafs

Marah Tak Hilang, Berbaringlah di Tempat Asalmu yang Hina

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Maret 2018 20:47 8:47 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Maret 2018 06:34
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

KETIKA amarah muncul dan semakin meningkat, maka harus segera diobati dengan ilmu dan perbuatan. Ilmu yang dimaksud ada enam, sebagai berikut:

Pertama, hendaknya orang yang marah mengetahui keutamaan menahan amarah, memaafkan, dan bersikap sabar sehingga mengharapkan pahala-Nya. Dengan demikian, keinginan yang besar untuk meraih pahala menahan amarah, bisa menghentikan dari upaya membalas dendam dan membuat emosi reda.

Malik bin Aus bin al-Hadtsan meriwayatkan, “Umar pernah marah kepada seseorang dan menyuruh seseorang untuk memukulnya. Seketika aku berkata kepadanya, ‘Wahai Amirul Mukminin, “Jadilah engkau pemaaf, suruhlah orang mengerjakan yang makruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.” (al-A’raf: 199).

Mendengar hal itu, Umar membaca ayat tersebut kembali. Ia menyimak ayat tersebut. Ia memang selalu merenungkan ayat Al-Qur’an yang dibacakan kepadanya. Ia terus mentadabburinya, kemudian membebaskan orang tadi.

Umar bin Abdul Aziz pernah menyuruh memukul seseorang. Lalu ia membaca firman-Nya, “Yang bisa menahan amarah.” (Ali Imran: 134). Seketika ia berkata kepada pembantunya, “Lepaskanlah orang tersebut!”

Baca Juga

Ali bin Abi Thalib: Wahai Dunia, Bujuklah Selainku!
Saat Kaki Menapak Surga, Itulah Istirahat Hakiki
Rezeki Lancar tapi Tambah Jauh dari Allah: Awas Istidraj!
Menyibukkan Diri dengan Aib Sendiri
Hari Raya Sejatinya untuk Siapa?

Kedua, hendaknya kita takut dengan hukuman Allah seraya berkata, “Kekuasaaan Allah atasku lebih besar daripada kekuasaanku atas orang ini. Kalau aku melampiaskan amarah kepadanya, aku tidak aman dari amarah Allah pada hari kiamat nanti, sementara aku sangat membutuhkan maaf-Nya.”

Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wasallam pernah mengutus seorang pembantu untuk sebuah keperluan. Namun, jalannya sangat lambat. Ketika tiba, beliau berkata, “Kalau bukan karena takut kepada qishash, tentu aku sudah menghukummu.” Yakni, beliau takut dengan qishash di hari kiamat.

Diriwayatkan bahwa setiap raja dari Bani Israil selalu disertai oleh orang bijak. Setiap kali marah, sang raja diberi secarik kertas bertuliskan, “Kasihi kaum miskin, takutlah pada kematian, dan ingatlah pada akhirat.” Ia membacanya hingga amarahnya reda.

Ketiga, hendaknya kita takut terhadap akibat dari permusuhan, pembalasan dendam, keinginan musuh untuk menemui, serta upaya untuk menjatuhkan kehormatan, dan rasa senang mereka dengan musibah yang diterima, sementara kita pasti terkena musibah. Jadi, kita harus takut dengan berbagai akibat buruk dari amarah di dunia selain di akhirat.

Keempat, hendaknya kita merenungkan buruk wajah kita di saat marah dengan mengingat wajah orang lain ketika ia marah. Hendaknya kita membayangkan buruknya amarah serta bagaimana pemiliknya menyerupai anjing dan binatang buas, sementara orang pemaaf yang tenang dan tidak marah menyerupai para nabi, wali, ulama, dan ahli hikmah.

Kita bisa memilih; apakah ingin seperti anjing, binatang buas, dan orang-orang hina, atau ingin seperti para ulama dan nabi agar memiliki keinginan meneladani mereka jika masih memiliki akal.

Kelima, hendaknya kita merenungkan sebab yang mengantarkan kita melakukan balas dendam dan membuat kita tidak bisa menahan amarah. Pastilah sebabnya seperti ucapan setan kepada kita, “Orang ini telah membuatmu lemah, hina, kecil, dan hina di mata manusia.”

Dalam kondisi seperti itu, hendaknya kita berkata dalam hati, “Sungguh aneh saya ini. Saya tidak mau bersabar sekarang dan membiarkan diri hina pada hari kiamat, yaitu saat orang itu menuntut balas kepada saya.”

Keenam, hendaknya kita sadar bahwa amarah kita muncul karena tidak terima dengan sesuatu yang sebenarnya terjadi sesuai keinginan Allah. Lalu, apakah kita mesti berkata, “Keinginanku lebih utama daripada keinginan Allah!”

Maka hendaknya kita mengucap, “A’udzu billahi minasy-syaithanir rajiim.” Begitulah yang diperintahkan Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wasallam pada saat seseorang sedang marah. Ketika Aisyah radiyallahu anha marah, Rasulullah memegang hidungnya seraya berkata, “Wahai Aisyah ucapkan,

“Ya Allah, Tuhan Nabi Muhammad, ampunilah dosaku, hilangkan amarah di hatiku, dan lindungi aku dari ujian yang menyesatkan.” (HR Baihaqi).

Itulah yang dianjurkan untuk dibaca. Jika masih marah, hendaknya kita duduk jika sebelumnya berdiri, dan berbaring jika sebelumnya duduk. Dekatilah tanah yang merupakan asal penciptaan kita untuk mengetahui hinanya diri kita.

Apabila masih tetap marah, hendaknya berwudhu dengan air dingin atau mandi. Sebab, api hanya bisa dipadamkan dengan air. Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Jika salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu. Sebab, marah bersumber dari api.” (HR Ahmad).

Ibnu Abbas radiyallahu anhu mendengar Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Jika engkau marah, hendaknya diam.” Abu Hurairah radiyallahu anhu meriwayatkan bahwa jika marah dalam kondisi berdiri, Rasulullah duduk. Jika marah dalam kondisi duduk, Rasulullah berbaring hingga marahnya hilang.*Dr. Aidh al-Qarni, dari bukunya Laa Taghdhab-Jangan Marah.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:menahan amarahmenjadi pemaafqishash saat di akhirattakut hukuman Allah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jokowi Tak Teken UU MD3 Dinilai Drama Politik Jelek
Tulisan selanjutnya Jet Turki Menghancurkan 8 Sasaran Teror di Iraq Utara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Artikel
3 Juni 2026 05:00
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Inilah 7 Penyebab Orang Gagal dalam Bulan Ramadhan

18 Maret 2026 13:00
KajianRamadhanTazkiyatun Nafs

Susah Payah Puasa cuma Dapat Lapar dan Dahaga

9 Maret 2026 17:00
KajianTazkiyatun Nafs

Menundukkan Nafsu di Bulan Suci: Belajar dari Muhammad bin ‘Amr al-Ghazzi

8 Maret 2026 11:13
Tazkiyatun Nafs

Kehidupan Mukmin dan Kafir Saat di Alam Kubur

28 April 2021 18:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?