Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Akhir Zaman

Ilmu Diangkat, Kebodohan Merata

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Juli 2016 12:41 12:41 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Juli 2016 13:00
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Oleh: Abu Fatiah Al-Adnani

 

Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra, Rasulullah SHalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

Sesungguhnya Allah Subhanahu Wata’ala tidak mencabut ilmu sekaligus dari hamba-Nya, tetapi Dia mencabut ilmu tersebut dengan diwafatkannya para ulama. Sehingga, tidak ada satu ulama pun yang tersisa. Pada saat itulah manusia mengangkat pemimpin dari mereka yang bodoh. Dan pada saat pimpinan yang bodoh tersebut ditanyai, maka para pemimpin tersebut memberikan fatwa tanpa berdasarkan ilmu, sehingga mereka tersesat dan menyesatkan.[HR. Al-Bukhari, Al-Ilm, hadits no. 100, [Fath Al-Bârî (1/234)]; Muslim, Al-‘Ilm, hadits no. 2673 [Muslim bi Syarh An-Nawawi (4/440)].

Baca Juga

Waspada Akhir Zaman: Merebaknya Ulama Sū’
Fenomena Salju Akhir Zaman di Jazirah Arab dan Kedatangan Imam Mahdi
Burung ‘Al-Bukht’: Pasukan yang Diutus Allah untuk Membersihkan Bangkai Ya’juj dan Ma’juj
Kendaraan Dajjal di Akhir Zaman
70.000 Pengikut Dajjal dari Iran? Baca Hadits Berikut!

Membandingkan antara metode belajar modern dengan para salaf, nampaknya ada sisi lain yang menarik untuk dikaji. Konon metode belajar modern mengajarkan agar suasana belajar dibuat sedemikian menyenangkan, jauh dari tekanan dan paksaan. Sementara para salaf mengajarkan bahwa menuntut ilmu harus sungguh-sungguh dan bersusah payah.

Di era modern, guru didorong untuk menjadi ‘teman’ belajar bagi muridnya. Sementara di era salaf seorang guru adalah tranformer pengetahuan sekaligus karakter. Lebih dari itu para guru (ulama) memerankan diri sebagai solusi dan rujukan utama dalam semua persoalan hidup manusia.

Di era informasi yang sedemikian pesatnya, peran guru banyak tergantikan oleh media elektronik. Dampak yang muncul adalah lahirnya para penuntut ilmu yang merasa tidak butuh guru dan ingin cepat sampai maqam tertinggi dalam berbagi ilmu. Inilah fenomena yang kita saksikan, saat dimana seseorang tidak tertarik untuk mendalami ilmu hanya lantaran bahwa gadget di tangannya akan memberikan jawaban atas apapun masalah yang dihadapinya.

Inilah yang membedakan kwalitas para penuntut ilmu di masa salaf dan era modern.

Penyakit yang menimpa kepada Bani Israel yang merasa tidak butuh kepada ulama dan mencukupkan diri dengan membaca, kini telah banyak menimpa kepada umat Islam. Jadilah mereka orang yang sok pintar walau hakikatnya adalah bodoh.

Dalam sebuah riwayat disebutkan: Pada saat haji Wada‘, Rasulullah SHalallahu ‘Alaihi Wassallam berada di depan orang-orang dengan memboncengkan Al-Fadhl bin Abbas di atas satu unta yang berwarna putih agak gelap. Beliau bersabda, “Wahai manusia, tuntutlah ilmu sebelum ilmu tersebut dicabut dan diangkat!” Maka ada seorang badui Arab menyela sabda beliau, “Wahai Nabi Allah, bagaimana mungkin ilmu itu diangkat, sedangkan di sisi kami terdapat lembar-lembar catatan dan kami pun telah mengajarkan kepada isteri-isteri kami, anak-anak kami, dan bahkan para pembantu kami?” Maka Rasulullah SHalallahu ‘Alaihi Wassallam menengadahkan mukanya ke atas dan terlihat dari rona mukanya yang memerah, pertanda beliau sedang marah. Kemudian beliau bersabda,

ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ هَذِهِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى بَيْنَ أَظْهُرِهِمْ الْمَصَاحِفُ لَمْ يُصْبِحُوا يَتَعَلَّقُوا بِحَرْفٍ مِمَّا جَاءَتْهُمْ بِهِ أَنْبِيَاؤُهُمْ أَلَا وَإِنَّ مِنْ ذَهَابِ الْعِلْمِ أَنْ يَذْهَبَ حَمَلَتُهُ ثَلَاثَ مِرَارٍ

 “Duh, celaka kamu ini. Lihatlah orang-orang Yahudi dan Nasrani itu, bukankah di sisi mereka juga terdapat lembar-lembar catatan, namun demikian tak ada satu huruf pun di antara catatan tersebut yang hinggap di hati mereka dari apa yang telah diajarkan oleh nabi-nabi mereka. Ingatlah, sungguh, hilangnya ilmu adalah dengan wafatnya orang yang memilikinya (beliau mengatakan hal ini sebanyak 3 kali).”’[HR. Ahmad] 

Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya orang yang berilmu hadir dan menetap dalam sebuah komunitas masyarakat. Hadits ini juga mengisyaratkan betapa pentingnya kehadiran seorang pakar dan ulama meskipun di tengah-tengah mereka telah terdapat berbagai catatan (literatur). Sebab mereka inilah yang akan menjelaskan maksud dari semua isi catatan tersebut. Untuk kontek global seperti sekarang ini, maka keberadaan media sosial dan smartphone tidak akan pernah mampu menggantikan peran ulama. Dengan kata lain, walau di tangan seseorang telah terdapat gadget tercanggih yang memuat berbagai kandungan ilmu yang sangat lengkap, namun hal itu tidak menjamin seseorang akan berada dalam ilmu yang benar manakala mereka meninggalkan ulama. Itulah mengapa Rasulullah SHalallahu ‘Alaihi Wassallam mengingatkan bahwa dicabutnya ilmu ini adalah dengan diwafatkannya ulama.

Isyarat yang terkandung dalam nubuwat di atas adalah bila ulama sudah tidak lagi dijadikan sebagai rujukan, maka itulah bentuk kematian ilmu. Juga Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam mengingatkan bahwa tercabutnya ilmu adalah salah satu penyebab bagi kemusnahan suatu bangsa, di samping ia juga mengakibatkan umat tersebut akan menyimpang jauh dari jalan yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala dan syariah-Nya.

Dari Sahl dari ayahnya, Rasulullah SHalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:

لَا تَزَالُ الْأُمَّةُ عَلَى الشَّرِيعَةِ مَا لَمْ يَظْهَرْ فِيهَا ثَلَاثٌ مَا لَمْ يُقْبَضْ الْعِلْمُ مِنْهُمْ وَيَكْثُرْ فِيهِمْ وَلَدُ الْحِنْثِ وَيَظْهَرْ فِيهِمْ الصَّقَّارُونَ قَالَ وَمَا الصَّقَّارُونَ أَوْ الصَّقْلَاوُونَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بَشَرٌ يَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ تَحِيَّتُهُمْ بَيْنَهُمْ التَّلَاعُنُ

“Umatku ini akan konsekuen terhadap syariah selama di tengah-tengah mereka tidak terdapat 3 perkara: selama ilmu belum dicabut dari mereka, selama di tengah mereka tidak banyak terdapat anak hasil dari hubungan zina, dan selama di tengah mereka tidak terdapat para shaqqarun.” Seseorang bertanya kepada Rasulullah SHalallahu ‘Alaihi Wassallam, “Siapakah shaqqarun (atau shaqlawun- keraguan perawi) itu, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Mereka ini adalah orang-orang di akhir zaman yang menjadikan salam penghormatan mereka dengan saling melaknat.”

Betapa nyatanya peringatan beliau kepada umat umat akhir zaman ini. Ya, hari ini kita menyaksikan banyak sekali para pemuda yang baru belajar satu atau dua kali pertemuan sudah berani memberikan hujatan dan celaan kepada para ulama senior. Hanya dengan bermodal copas sebuah artikel mereka sudah berani berkomentar layaknya para pakar.

Lihatlah dunia FB juga group sosial lainnya, komen bernada celaan dan saling laknat telah menjadi kebiasaan. Fenomena shaqqarun dan shaqlawun telah merebak. Semua merasa paling benar, bahkan siapa yang paling ahli mendebat dan membantah diidentikkan dengan orang alim yang cerdas. Padahal hakikatnya adalah alim dalam melaknat dan mencela. Semoga Allah menyelematkan kita dari keburukan terjauhkannya ulama dalam kehidupan kita. Wallahu a’lam bish shawab.*

Penulis buku-buku akhir zaman

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Akhir zamanfitnahilmukebodohanulama
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Lima Belas Pelajaran dan Hikmah Kudeta Militer di Turki
Tulisan selanjutnya Setiap Tahun Sunat 700-an Pasien, Gratis Termasuk Non-Muslim

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Akhir Zaman

Tanda Akhir Zaman: Ketika Wanita Ikut Membantu Suaminya Bekerja

29 September 2022 10:00
Akhir Zaman

Cara Uzlah di Akhir Zaman

22 September 2021 08:00
Akhir Zaman

Akhir Zaman: Ketika Parameter Menilai Kebenaran Telah Berubah

17 September 2021 06:33
Akhir Zaman

Suriah, Dajjal dan Turunnya Nabi Isa

12 September 2021 18:38
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?