“DOA UNTUK NEGERI”
Oleh: Dr. Adian Husaini
Ya Allah Ya Rabbi
Aku bersimpuh berserah diri
Mohon perkenan-Mu Ya Rabbi
Trimalah curahan hati kami
Ini tentang masa depan negeri
Dan anak cucu kami
Ya Allah, Ampuni kami
Salah dan lemah kami
Tak kuasa jaga negeri
Amanah para wali
Sang Kuasa opini semau hati
Rampas pikiran anak negeri
Ya Rabbana, Rabbal-Izzati
Di sini kata taqwa pun dikorupsi
Pentas maksiat jelas sekali
Dikata mulia dilindungi alat negeri
Dan, nasehat ikhlas pewaris nabi
Dicaci maki, sirna oleh kicau selebriti
Ya Allah, Ya Rabbal ‘alamin
Pak Lubis[1] kata, munafik ciri utama kami
Di sekolah, anak wajib menyanyi
Bangun jiwa insani, lalu jasmani
Tapi, semenit sekali, jiwa murni dicemari Emensi
Tubuh seksi lebih bernilai dari akal dan hati nurani
Ya Rabbi, Tuhan Yang Maha Suci
Kami bukan hipokrit, kami tidak munafik
Undang-undang Pendidikan Negeri ini
Wajibkan iman, taqwa, dan akhlak tinggi
Tapi, kuasa negeri restui kontes jual diri
Tiada malu lagi lecehkan firman-Mu Yang Abadi
Ya Allah, Ya Kariim
Kami pahami ayat-ayat-Mu Yang Suci
Iblis terlaknat jangan ikuti
Tapi, Kontes Maksiat kini diapresiasi
Menantang aturan-Mu dinilai prestasi
Tradisi jahili dihormat budaya tinggi
Ya Allah penguasa langit dan bumi
Utusan-Mu telah perintah kami
Bila sang mungkar nyata sekali
Haram berdiam diri
Hentikan tipu daya syaithani
Guna kuasa, kata, dan hati
Ya Rabbi, Ya Mujibas Saailin
Kami mengerti, Engkau uji kami
Dengan tipudaya musuh Nabi
Syaitan jin dan jenis insani
Tipu manusia di alam fikri
Pentas ala hayawani dipuji, bahkan disembahyangi
Ya Allah, Ya Rabbal alamiin
Saat rasio anak negeri dikebiri
Kuasa politik pupus nyali
Mucikari bodi seksi lebih dihormati
Tebar syahwat dan ilusi keji
Hanya doa senjata kami
Ya Allah, Ya Rahman Ya Rahiim
Kasihani kami dan negeri ini
Lindungi umat dan generasi nanti
Turunkan kuasa-Mu Ya Rabbi
Dulu, doa dan kepasrahan kakek Sang Nabi
Hentikan angkara Abrahah, kafir tak tahu diri
Allahumma arinal haqqa haqqan warzuqnat-tibaa’a
Wa-arinal-baathila baathilan war-zuqnaj-tinaaba
Ya Allah, tunjukkan yang benar itu benar pada kami
Mohon beri kami, kemampuan tuk mengikuti
Dan kami mohon pada-Mu, Ya Ilahi Rabbi
Tunjukkan yang bathil itu bathil
Beri kami kekuatan tuk menjauhi
Ya Allah, Ya Rabbi
Hanya doa itu mampu kami
Kami berserah diri akan nasib negeri ini
Pada kasih-Mu Yang tak Terbatasi
Ampuni kami, sayangi kami, tolonglah kami
Wan-shurnaa ‘alal-qawmil kafiiriin
Doa dan salam untuk Sang Nabi panutan kami
Juga keluarga, sahabat, dan pengikutnya yang sejati
Kami tak kan khianati amanah risalah Makhsyari
Sampaikan kebenaran Tauhidi
Tuk insan yang mau mengerti dan guna hati nurani
Hanya Padamu Ya Rabbi, kami berserah diri
Kami memohon dengan setulus hati
Kasihanilah kami,
Kabulkanlah doa kami
Amin Ya Rabbal Alamin..
Amin Ya Mujibas Saailin
Depok, 23 September 2013
Penulis adalah Ketua Program Magister dan Doktor Pendidikan Islam—Universitas Ibn Khaldun Bogor. Catatan Akhir Pekan (CAP) hasil kerjasama Radio Dakta 107 FM dan hidayatullah.com. Nama-nama yang disebut dalam tulisan ini hanya fiktif belaka
[1] Mokhtar Lubis, budayawan terkenal pemberani penulis buku “Ciri-ciri Manusia Indonesia”