Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Catatan Akhir Pekan

Kepanikan Sekularisme

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Juni 2021 07:46 7:46 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Juni 2021 09:30
Bagikan
Bagikan

Oleh: Dr. Adian Husaini

Hidayatullah.com | PADA hari Selasa (8/6/2021), saya mengisi acara diskusi di forum LMD Masjid Salman ITB Bandung, melalui media daring. Temanya: “Sekulerisasi dan Islamisasi Ilmu”. Pesertanya sekitar 200 mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia.

Seperti biasa, saya menguraikan keunikan konsep ilmu dalam Islam. Khususnya, konsep ilmu Islam yang integral, dengan mengintegrasikan tiga sumber ilmu: pancaindera, akal, dan berita yang benar (khabar shadiq). Juga, seputar kedudukan dan porsi ilmu dan adab, serta konsep “maraatibul ilmi”.

Bahwa, ilmu itu ada tingkatan-tingkatan derajatnya. Tidak semuanya sama kedudukannya. Karena itu, diperlukan adab untuk dapat menempatkan ilmu-ilmu itu pada tempatnya yang tepat.

Dalam sesi diskusi, ada puluhan mahasiswa mengajukan diri untuk bertanya. Di antara pertanyaannya adalah tentang susahnya dakwah di masa kini, khususnya di dunia kampus.

Baca Juga

Hiruk Pikuk Urusan Pilpres, Jangan Lupakan 5 Adab Bernegara
Selamat, Prof. KH Hamid F Zarkasyi jadi Tokoh Perbukuan Islam
Catatan Akhir Pekan: Jangan Lupakan dan Jangan Hancurkan Peradaban Melayu yang Agung
Jatuh Bangunnya Peradaban
Beginilah Berpolitik yang Cerdas

Menurut si penanya, saat ini terjadi dominasi sekulerisme dalam dunia pendidikan dan keilmuan, sehingga terasa susah mengembangkan dakwah dan keilmuan Islam.

Pertanyaan semacam ini sering saya terima dalam berbagai diskusi di kampus. Menjawab pertanyaan semacam itu, saya ingin memberikan perspektif yang tidak pesimis. Bahwa, sebenarnya, saat ini, dakwah Islam itu sudah sangat berkembang di kampus-kampus. Jauh lebih berkembang dibandingkan era 1970-1990-an.

Kajian-kajian Islam sudah sangat marak. Bahkan, program-program studi ekonomi Islam, psikologi Islam, sudah diselenggarakan di sejumlah universitas.

Tapi, tentu saja, yang dihadapi umat Islam bukan sekedar masalah percaturan pemikiran tingkat lokal, tetapi sudah pada tingkat global. Ini adalah percaturan peradaban. Khususnya antara peradaban sekuler dengan peradaban Islam.

Dalam bidang keilmuan, ilmu-ilmu sekuler yang menafikan wahyu sebagai sumber ilmu memang masih terus dipaksakan kepada para mahasiswa muslim. Padahal, jalan Pendidikan sekuler ini sudah terbukti tidak memberikan solusi yang komprehensif bagi kehi dupan umat muslim.

Sayangnya, banyak umat Islam, bahkan kalangan cendekiawannya yang belum yakin dengan keunggulan konsep keilmuan dan pendidikan Islam, sehingga masih membanggakan perguruan tinggi sekuler.

Padahal, bahaya ilmu-ilmu sekuler sudah sangat nyata. Yakni, terjadinya “confusion of knowledge” (kekacauan ilmu). Dalam berbagai diskusi dengan para mahasiswa saya menangkap adanya “kerancuan pikir” dan “kegalauan” tentang situasi yang sedang dihadapi.

Inilah gejala dari fenomena “loss of adab”. Yakni, ketidakpahaman tempat yang tepat dari segala sesuatu dan bagaimana menyikapinya dengan betul.

Ilmu-ilmu dan pendidikan sekuler memang masih dominan. Tetapi, sudah mulai tampak kegagalan-kegagalannya dalam memberikan solusi bagi kehidupan. Akibatnya, muncul kepanikan dan ketakutan terhadap Islam secara berlebihan (Islamofobia). Jangan heran, jika yang mereka lakukan adalah mencari “kambing hitam” untuk disalahkan.

Menghadapi sutuasi seperti ini, sepatutnya, umat Islam tidak perlu ikut panik. Cukup tenang saja, bekerja sebaik-baiknya, dengan memberikan contoh-contoh (keteladanan) dalam berbagai bidang kehidupan. Kepanikan sekulerisme harus disambut dengan karya nyata yang merupakan perwujudkan pemikiran dan akhlak mulia.

****

Dalam kondisi seperti ini, umat Islam tidak boleh kehilangan wawasan yang mendasar dan menyeluruh tentang akar masalah umat dan solusinya. Memahami persoalan “loss of adab” bukan perkara sederhana. Bagaimana meletakkan masalah sosial, ekonomi, politik, hukum, budaya, dan sebagainya, dengan tepat, memerlukan ilmu dan kebijakan (hikmah).

Masalah politik dan ekonomi umat Islam sangatlah penting. Tetapi, masalah yang lebih mendasar adalah apa yang ada dalam diri manusia itu sendiri.

Kemiskinan memang masalah. Tetapi, jika kemiskinan hilang, dan pada saat yang sama, penyakit cinta dunia masih bercokol, maka kekayaan yang dimilikinya akan membawa musibah bagi diri dan masyarakatnya.

Kekuasaan itu penting. Tetapi, jika orang muslim tidak dapat menggunakan kekuasaannya dengan benar dan bijak, maka kekuasaan itu bisa menjadi bencana. Begitu pula dengan ilmu yang tinggi atau popularitas yang luas. Salah menempatkan atau salah menggunakannya bisa berdampak buruk bagi masyarakat.

Inilah yang pernah ditulis oleh tokoh muslim AS, Syaikh Hamza Yusuf dalam akun media sosialnya, bahwa Prof. Naquib al-Attas adalah pemikir yang memberikan pengaruh terbesar pada pemikirannya; dalam hal memahami krisis yang menimpa umat Islam dan cara untuk mengatasinya:

“I have been Muslim now for 42 years, I can say with a great deal of conviction that Syed Naquib al-Attas is probably the greatest influence on my understanding on the crisis in the Muslim world and also, of what needs to be done in order to heal that crisis.”

InsyaAllah, jika umat Islam memahami akar masalahnya, dan berjuang untuk mengatasinya dengan ikhlas, sabar, dan sungguh-sungguh, maka keunggulan peradaban Islam tidak mungkin akan terhalangi. Wallahu A’lam bish-shawab. (Depok, 8 Juni 2021).*

Penulis pengasuh Attaqwa College (ATCO), Depok, Jawa Barat, www.adianhusaini.id

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adabloss adabsekularisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kelompok HAM Mendesak Mesir untuk Meringankan Hukuman Mati Anggota Ikhwanul Muslimin
Tulisan selanjutnya drone peledak Houthi Koalisi Arab Cegat Tujuh Drone Peledak Houthi yang Menarget Saudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Berita
2 Juni 2026 17:20
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Catatan Akhir Pekan

Peringatan Penting Ulama India

26 Desember 2022 14:45
Catatan Akhir Pekan

Teokrasi dan Demokrasi

17 Desember 2022 17:10
Catatan Akhir Pekan

Beginilah Terjadinya Liberalisasi Politik

5 Desember 2022 11:45
Catatan Akhir Pekan

Menjaga Pikiran di Era Kebohongan

26 November 2022 14:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?