Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Peradaban Barat Yang Memiskinkan Kelas Menengah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 April 2010 16:50 4:50 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 April 2010 16:50
Bagikan
Bagikan

KALAU saja judul di atas murni dari pandangan seorang Muslim seperti saya, orang mungkin segera men-cap saya sebagai anti Barat. Tetapi kali ini pandangan tersebut bukanlah dari saya, judul tulisan ini saya ambilkan dari karya kolumnis handal di The Market Oracle, Andrew G Marshall dengan judul aslinya “Western Civilization and the economic Crisis, The Impoverishment of the Middle Class.”

Awalnyaay, menurut Andrew – peradaban Barat nampak bekerja dengan baik. Diawali dengan revolusi industri abad 18 dan 19, tumbuhlah kelas menengah yang semakin banyak jumlahnya dan semakin makmur. Namun peradaban Barat ini, ternyata tidak akan berusia lama. Beberapa puluh tahun terakhir, yang namanya kelas menengahnya hanya berusaha bertahan melalui pemupukan hutang.

Diawali dengan tahun 1958 yang merupakan awal kemunculan credit card modern oleh Bank of America yang kemudian berevolusi menjadi Visa, kemudian disusul oleh Master Card tahun 1966 – maka dekade-dekade berikutnya terjadilah pertumbuhan eksponensial dari credit card ini.

Sejak di Amerika dicabut batasan tingkat bunga yang bisa dikenakan pada para pemegang credit card tahun 1979, kombinasi dari deregulasi ini dan kemajuan teknologi membuat penyebar luasan credit card di masyarakat menjadi tidak terbendung lagi.

Tidak perduli lagi apakah pemegang kartu tersebut benar-benar membutuhkannya; tidak juga terlalu perlu apakah dia mampu membayarnya; yang penting member mereka terus bertambah dan bertambah pula pendapatan mereka. Tidak hanya dari pembayaran bunga, issuer credit card juga memperoleh tambahan penghasilan dari late payment fees dlsb-dlsb sehingga pendapatan mereka juga menggelembung.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Budaya credit card, juga telah mendorong perilaku ngutang bahkan untuk barang-barang yang tidak terlalu penting sekalipun, seperti membeli TV, membayar liburan dlsb.dlsb.

Walhasil, budaya ini telah menjebak masyarakat menengah dalam jebakan hutang yang melilit dari tahun ketahun. Bila pada tahun 2001, masyarakat Amerika ‘baru’ berhutang 96% dari disposable income-nya ; lima tahun kemudian persentase ini telah naik menjadi 129%. Bukan hanya di Amerika, pada tahun tersebut masyarakat Inggris telah berhutang Pounsterling 1.3 trilyun.

Kini lima tahun setelah signal ketidak beresan budaya ngutang tersebut mulai terdeteksi (2006), bank-bank central dunia berada dalam situasi yang sangat dilematis. Mereka hanya bisa mengerem arus ‘peminjam’ ini bila suku bunga dinaikkan. Namun bila suku bunga dinaikkan – akan semakin banyak yang tidak bisa membayar. Ini terbukti bahwa pada tahun 2009, hanya 10% penurunan outstanding balance dari credit card di AS yang berasal dari pembayaran credit card balance-nya. Yang terjadi adalah masyarakat yang gali lubang tutup lubang, membuka credit card baru untuk menutup yang lama.

Masalah ini mungkin bisa diatasi bila pemerintah berhasil meningkatkan lapangan kerja dan meningkatkan penghasilan rakyatnya – sehingga mereka mampu membayar hutang. Namun kenyataan menunjukkan hal yang sebaliknya; karena pemerintah sibuk menalangi bank-bank dan lembaga keuangan yang gagal sampai trilyunan Dollars – juga karena kegagalan peminjam yang lain!, pemerintah terpaksa mengamankan kebijakan fiskalnya dengan memotong anggaran – yang berarti bukan mengurangi pengangguran tetapi malah menambah pengangguran.

Akibat dari lingkaran setan proses pemiskinan melalui gaya hidup ngutang ini, menurut Andrew tersebut diatas “Masyarakat kelas menengah di dunia Barat, bertahan hidup (surviving) hanya dengan berhutang, mereka akan menjadi korban Class Default. Masyarakat kelas atas akan semakin konsumtif, sedangkan masyarakat kelas menengah akan tenggelam ke kelas dibawahnya atau kelas pekerja”.

Well, apakah budaya kita mirip dengan budaya yang digambarkan oleh Andrew tersebut?; kalau iya – ini mungkin waktu terbaik kita untuk keluar dari sistem ribawi ke sistem perdagangan tanpa riba. Keluar dari gaya hidup ngutang, ke gaya hidup produktif. Keluar dari gaya hidup konsumtif ke gaya hidup infaq dan sedeqah.

Insyallah kita tidak akan ikut terjerembab di lubang biawak, bila kita tidak mengikuti mereka. Wa Allahu A’lam.

Penulis direktur GeraiDinar. Kolumnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Vatikan Bantu Ekstradisi Pendeta Peleceh
Tulisan selanjutnya AS Halalkan Darah Anwar Al-Awlaki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Amerika Jatuhkan Sanksi Atas Presiden Kuba, Anggota Keluarga Castro
  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?