Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

The Big Picture…

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Juni 2012 08:43 8:43 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Juni 2012 08:43
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

BEBERAPA tahun lalu seorang pelukis Swedia berhasil membuat lukisan yang sangat besar seluas sekitar 8,000 m2 atau hampir 1.5 kali luasan lapangan bola. Saking besarnya lukisan yang memecahkan rekor Guinnes World Records ini, orang hanya bisa melihatnya dengan sempurna bila dia naik helicopter atau pesawat yang terbang rendah. Orang yang berdiri di atasnya malah tidak bisa melihat lukisan tersebut karena dia hanya akan melihat cat tumpah disana-sini dengan berbagai warnanya.

Dalam hidup kebanyakan yang kita lihat adalah cat tumpah tersebut. Kita menghadapi masalah demi masalah, halangan dan rintangan, pun suka duka silih berganti – tanpa sadar bahwa kita sedang membuat lukisan besar untuk hidup kita. Baik buruknya lukisan tersebut tergantung apakah kita melukisnya dengan sengaja atau hanya sekedar ‘menumpahkan cat’ di sana-sini.

Sama dengan pelukis Swedia tersebut diatas, dari waktu ke waktu selama proses melukis lukisan yang sangat besar – dia harus terbang cukup tinggi untuk bisa melihat apakah lukisannya sudah sempurna. Kemudian turun dan memperbaikinya, sampai hasilnya sempurna seperti yang direncanakannya.

Demikian pula dalam hidup, kadang diperlukan kita ‘terbang cukup tinggi’ untuk bisa melihat lukisan hidup kita. Apakah sudah sesuai dengan yang kita rencanakan atau belum. Dari waktu kewaktu kita perlu melakukan ini untuk bisa menyempurnakan lukisan hidup kita. Bagaimana caranya ?, dengan bermuhasabah – seperti yang diungkapkan oleh Umar bin Khattab “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab dan berhiaslah kalian untuk Yaumul Hisab”.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Dalam dunia usaha juga demikian, para pengusaha, para eksekutif sering mentog terjebak dalam berbagai rutinitas mengatasi masalah demi masalah tanpa bisa melihat lukisan besarnya. Orang lain yang melihat dari jauh yang dapat melihat lukisan besarnya, mereka bisa berinovasi secara lebih segar karena tidak terjebak dalam rutinitas yang ada. Itulah peran yang biasa dilakukan oleh para konsultan bisnis, para entrepreneur, para idea generator dlsb. yang tidak lelah untuk bisa memahami big picture dari masalah yang ada kemudian memberikan solusinya.

Muhammad Yunus, penggagas Grameen Bank dengan microcredit-nya yang membawanya sebagai pemenang hadiah Nobel 2006, dalam buku riwayat hidupnya menyatakan “Seandainya dari dahulu saya orang bank, saya tidak akan bisa pernah melahirkan Grameen Bank”. Dia bisa melahirkan sebuah bank yang luar biasa, Grameen Bank – yang menjadi solusi bagi permodalan mikro yang sangat dibutuhkan oleh ratusan juta penduduk miskin Bangladesh dan negara-negara lain yang menirunya – justru karena dia bukan orang bank asalnya.

Mengapa demikian? Karena bila dia saat itu adalah orang bank – dia sudah akan terjebak dengan worldview orang bank. Bahwa orang-orang miskin ini tidak bankable, bila diberi kredit tidak memiliki kemampuan untuk mengembalikannya, tidak cukup skills untuk bisa mengelola bisnisnya, tidak ekonomis untuk credit collection-nya, tidak ada jaminan untuk security-nya dlsb-dlsb. Muhammad Yunus bisa melihat big picture itu kemudian mengatasi setiap masalah yang ada di lapangan – maka jadilah lukisan besar nan indah bagi permodalan rakyat miskin Bangladesh.

Hari-hari ini saya tanpa sengaja menjadi ‘consultant by accident’ dari dua buah perusahaan yang sangat besar untuk ukuran saya. Keduanya milik saudara kita muslim-muslim yang taat yang berusaha membuat lukisan yang besar – tentang apa yang mereka lakukan dalam hidupnya.

Yang satu usahanya sudah sangat besar tetapi selama ini didanai oleh bank konvensional karena bank-bank syariah tidak mau/mampu mendanainya. Dia ingin saya membantu mendandani pendanaannya-nya sehingga bisa kembali kejalan yang syar’i dan bebas riba.

Yang satu lagi adalah perusahaan pertambangan yang sudah mengantongi segala macam perijinan yang dibutuhkan, bahkan juga sudah beroperasi tetapi belum optimal. Dia butuh dana yang sangat besar untuk mengoperasikannya secara optimal, tetapi lagi-lagi yang dihadapannya adalah bank-bank konvensional. Dia ingin tumbuh secara optimal tetapi juga tidak ingin terlibat dalam riba.

Bagaimana caranya? Saya belum bisa langsung menjanjikan solusi – lha wong saya belum pernah menjalankan usaha di bidang-bidang tersebut !. Tetapi justru karena saya bukan orang yang terlibat dalam rutinitas project-project mereka tersebut, insyaallah saya bisa melihatnya dari kejauhan sehingga big picture itu nampak jelas di mata saya. Setelah itu bersama-sama kita akan bekerja detail satu per satu supaya lukisan akhirnya dapat sempurna seperti yang dikehendaki keduanya.

Maka hari-hari ini saya sibuk menemui sejumlah petinggi dari bank-bank syariah, naik gunung turun lembah untuk mencari solusi dari balik gunung seperti yang saya tulis pekan lalu (29/05/12).

Mengapa kita mau melakukan segala kerepotan ini? Karena kita ingin bisa melihat big picture dari hidup kita itu dari tempat yang tinggi, kita tidak ingin terpaku di tanah sehingga hanya bisa melihat cat tumpah berserakan disana-sini. InsyaAllah.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar, kulumnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Selamatkan Diri dan Keluarga dari Penyakit Materialisme
Tulisan selanjutnya “Pembaratan” Jawa, Kasus Instituut Voor De Javaansche Taal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?