Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Menjadi Super Entrepreneur Di Negeri Dengan Ranking 129

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 September 2012 13:42 1:42 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 September 2012 13:42
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

DENGAN penduduk dunia yang mendekati 7 milyar orang saat ini, pemenuhan kebutuhan pokok penghuninya menjadi tantangan tersendiri. Makanan, energi dan air menjadi problem utama untuk dapat diatasi. Menyusul kebutuhan lainnya yang juga sangat mendesak seperti kesehatan, perumahan dan pendidikan. Siapakah yang akan mengatasi masalah-masalah ini? Pemerintah kah? Sebagian ya – tetapi itu tidak cukup. Salah satu harapan itu ada pada para entrepreneur, mengapa?

Siapa yang akan mengambil resiko untuk mengolah tanah-tanah gersang untuk ditanami bahan makanan? Siapa yang akan mencoba bibit-bibit tanaman baru? Siapa yang akan menanam pohon-pohon agar terbentuk cadangan air jangka panjang? Siapa yang akan mengeksplorasi sumber-sumber energi baru? dlsb.dlsb.

Intinya negeri ini sangat membutuhkan sebanyak mungkin entrepreneur, yaitu orang yang mau mengambil resiko untuk mengimplementasikan ide-idenya dalam bentuk usaha/enterprise , siap menerima dan bertanggung jawab apapun hasilnya.

Entrepreneur adalah orang yang bukan hanya mengatasi problem dan memenuhi kebutuhan sesama saat ini, dia juga harus mampu mengantisipasi masalah atau kebutuhan dan memikirkan solusinya sebelum masalah atau kebutuhan itu muncul di masa yang akan datang.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Dengan peran yang begitu besar di masyarakat, apakah kita di negeri ini sudah cukup keras berusaha melahirkan para entrepreneur-entrepreneur ini ?. Jawabannya akan saya sarikan dari laporan World Bank terakhir yang dituangkan dalam Doing Business 2012.

Dari sisi kemudahan usaha di 183 negara yang di survey, kita yang di Indonesia menduduki ranking 129 turun dari ranking 126 tahun sebelumnya. Semaking besar angka ranking ini semakin sulit berusaha. Ranking 1 adalah yang paling mudah dan ranking 183 adalah yang paling sulit, bisa kita bayangkan sesulit apa ranking 129 ini maknanya.
Sebagai pembanding dengan negeri tetangga, Singapore adalah ranking 1, Tailand 17, Malaysia 18, Brunei 83, Vietnam 98, Philippine 136 dan Timor Leste 168. Kita hanya lebih mudah sedikit dibandingkan Philippine dan Timor Leste, tetapi jauh tertinggal dari jiran-jiran terdekat kita.

Bila ranking tersebut diperinci lebih jauh, maka ranking untuk memulai usaha baru kita menjadi lebih sulit lagi yaitu di urutan 155, urusan pajak di ranking 131, urusan pemberlakukan kontrak di urutan 156, urusan kepailitan di urutan 146, urusan perlistrikan di urutan 161.

Untuk fair-nya, ada juga yang lebih baik yaitu perijinan property di urutan 99, perolehan credit 126, perlindungan investor 46, dan perdagangan lintas batas di urutan 39.

Lantas apa maknanya semua ranking tersebut di atas? Tergantung dari apa atau di mana kedudukan kita. Masing-masing kita harus berbuat sesuai dengan kedudukan kita;

قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُواْ عَلَى مَكَانَتِكُمْ إِنِّي عَامِلٌ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ مَن تَكُونُ لَهُ عَاقِبَةُ الدِّارِ إِنَّهُ لاَ يُفْلِحُ الظَّالِمُونَ

“…Hai kaumku, berbuatlah menurut kedudukanmu, sesungguhnya aku pun berbuat. Kelak kamu akan mengetahui, siapakah yang akan memperoleh hasil yang baik dari dunia ini (di akhirat nanti). Sesungguhnya, orang-orang yang lalim itu tidak akan mendapat keberuntungan.” (QS al-An’am [6] : 135)

Maka bagi Anda yang memegang otoritas yang terkait dengan kemudahan-kemudahan usaha tersebut di atas, permudahlah segala urusan semaksimal mungkin yang Anda bisa. Kemudahan yang Anda berikan akan memiliki multiplier effect pada lahirnya para entrepreneur baru dan berarti juga solusi-solusi baru bagi problem dan kebutuhan masyarakat.

Bagi Anda yang akan menerjuni dunia entrepreneur, jangan jadikan berbagai kesulitan yang akan Anda hadapi sebagai penghalang. Persiapkan diri Anda untuk menghadapinya dan jadikanlah berbagai kesulitan itu sebagai tantangan untuk ditaklukkan.

Bila orang kebanyakan di Singapora bisa jadi entrepreneur, itu wajar karena di negeri dengan ranking 1 dalam kemudahan usaha selama beberapa tahun berturut-turut itu segalanya memang mudah. Tetapi bagi Anda yang akan menjadi entrepreneur di negeri dengan ranking 129 ini, bukan orang kebanyakan yang bisa melakukannya. Diperlukan super entrepreneur untuk bisa menaklukkan seluruh tingkat kesulitan yang akan Anda hadapi.

Andalah super entrepreneur itu, karena Anda bisa menjadi entrepreneur di negeri dengan ranking 129 ini ! Insyaallah.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar, kolumnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya HTI: Hukuman Mati Bagi Penghina Nabi
Tulisan selanjutnya 13.800 Muslim China Laksanakan Ibadah Haji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?