Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Kurikulum Kehidupan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Desember 2012 14:34 2:34 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Desember 2012 14:34
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

HARI-HARI ini kalangan pendidik di Sekolah Dasar sedang digalaukan oleh akan diberlakukannya Kurikulum 2013, yaitu kurikulum yang ke 11 kalinya dirubah sejak Indonesia merdeka. Sesungguhnya bukan hanya kurikulum SD yang perlu diperbaiki, tetapi juga kurikulum kita orang tuanya. Kita butuh kurikulum agar kita bisa terus belajar memperbaiki diri sampai akhir hayat kita, kurikulum ini saya sebut “Kurikulum Kehidupan”.

Ada do’a yang dicantumkan di halaman akhir al-Qur’an yaitu do’a khatmil Qu’ran, yang penggalan artinya kurang lebih berbunyi begini: “Ya Allah jadikanlah umur terbaik hamba di penghujungnya, jadikanlah amal terbaik hamba di penutupnya, jadikanlah hari-hari terbaik hamba hari bertemu dengan Engkau di dalamnya.”

Do’a ini mengisyaratkan perlunya kita untuk selalu dalam kondisi memperbaiki diri secara terus menerus sampai akhir hayat kita. Dalam hal apa kita perlu terus memperbaiki diri? Dalam hal mencapai tujuan dari akhir hidup kita.

Bila Anda ingin jadi ahli ekonomi misalnya, Anda akan belajar terus menerus dari berbagai sumber untuk unggul dibidang ekonomi yang Anda tuju. Bila Anda ingin jadi ahli pertanian, demikian juga – Anda akan belajar dari berbagai sumber untuk menjadi ahli pertanian.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Ahli ekonomi, ahli pertanian, teknologi, kedokteran dlsb sifatnya fardhu kifayah agar ada sebagian dari umat ini yang menguasainya sehingga kita tidak diperdaya oleh umat yang lain. Tetapi ada keahlian lain yang fardhu ‘ain (hal-hal yang wajib) yang harus terus menerus diperbaiki bagi setiap diri kita, yaitu keahlian kita dalam meningkatkan keimanan, ketakwaan dan memperbaiki amal.

Masalahnya adalah dimana masyarakat di jaman ini belajar terus menerus memperbaiki yang fardhu ‘ain dan fardhu kifayah tersebut secara terintegrasi? Yang umum adalah di masjid-masjid dan majlis ilmu untuk yang fardhu ‘ain, dan dari buku, seminar dan sejenisnya yang fardhu kifayah. Tidak ada salahnya cara ini, hanya kurang efektif saja karena tidak terintegrasi.

Seperti untuk anak-anak kita yang di Sekolah Dasar tersebut di atas, kita juga butuh perbaikan kurikulum agar proses kita belajar meningkatkan keimanan, ketakwaan dan memperbaiki amal secara terus menerus dapat berjalan terarah dan efektif.

Saya ambilkan contoh kasus berikut untuk mudahnya dipahami:

Si Fulan adalah eksekutif Muslim yang sehari-hari masih terlibat dalam bisnis yang bergelut dengan riba, gharar, KKN dan sejenisnya. Setiap kali mengaji dan mendengarkan ceramah keagamaan – dia paham dan ingin segera meninggalkan pekerjaannya. Tetapi begitu balik ke keluarganya dan ke kantornya – dia merasa begitu banyak kendala yang dia hadapi untuk berani meninggalkan pekerjaan yang bertentangan dengan hati nuraninya itu.

Apa yang terjadi dengan Si Fulan sebenarnya? Dia sudah belajar yang fardhu ‘ain yaitu meningkatkan pemahaman keagamaannya dari para ustadnya, dia tentu juga menguasai yang fardhu kifayah di bidangnya sehingga dia menjadi eksekutif yang sukses – tetapi mengapa keduanya tidak cukup untuk membuatnya berani meninggalkan riba, gharar, KKN dlsb? Proses pembelajaran Si Fulan tidak nyambung antara yang dia pelajarinya dengan para ustadz dengan apa yang dia lakukan sehari-hari.

Itulah hasil ‘proses belajar’ yang tidak efektif, tidak cukup untuk mengantarkan si ‘murid’ untuk sampai kepada tujuannya. Agar proses belajarnya efektif, orang-orang seperti Si Fulan dan juga kita semua perlu kurikulum pembelajaran yang lebih efektif – kita butuh “Kurikulum Kehidupan”.

“Kurikulum Kehidupan” mendahulukan apa yang harus didahulukan, sehingga mampu menjadi fondasi yang kuat untuk setiap pembelajaran berikutnya. Kasus Si Fulan tersebut di atas akan mudah dan ringan teratasi bila fondasi iman Si Fulan sangat kokoh. Dengan mudah dia akan meninggalkan pekerjaannya yang tenggelam dalam riba, gharar dan KKN karena dia tahu rezeki tidak datang darai tempat kerjanya. Rezeki datang dari Allah, dan hanya Dia yang mampu menyempitkan atau meluaskannya tanpa batas.

Bukan hanya membangun fondasi yang kuat, “Kurikulum Kehidupan” juga melengkapi dengan bangunan yang indah di atasnya. Bangunan yang terdiri dari ‘tembok-tembok’, ‘pintu’, ‘jendela’ dan kelengkapan lainnya yang semua terbangun dengan kokoh dan indah di atas fondasi yang kuat.

Muslim yang kuat imannya, akan mampu menampilkan keindahan di setiap aspek kehidupannya. Iman yang kuat yang bukan hanya ada di dalam hati dan dalam ucapan, tetapi juga muncul dalam perbuatan yang tercermin ketika dia beraktifitas ekonomi di pasar, ketika dia menjadi dokter, ketika dia menjadi eksekutif, ketika dia menjadi karyawan, ketika dia menjadi politikus, pemimpin dlsb. Semuanya menjadi kokoh dan indah karena dibangun di atas fondasi yang kuat yaitu iman yang melahirkan ketakwaan dan amal shaleh.

Itulah perlunya “Kurikulum Kehidupan” itu, dia seperti blue print dari bangunan yang akan kita bangun. Detail, lengkap dan berproses sesuai urutan yang seharusnya.

Lantas dimana kita bisa belajar terus menerus sampai akhir hayat dengan “Kurikulum Kehidupan” tersebut ?

Salah satu tempat belajar dengan “Kurikulum Kehidupan” seperti itu adalah antara lain apa yang ingin kita lahirkan dari Rumah Hikmah. Anda bisa bergabung dengan kami untuk bersama-sama menyusun rintisan “Kurikulum Kehidupan” ini dengan hadir di pertemuan tanggal 22/12/12 Rumah Hikmah, atau register di www.rumahhikmah.com atau www.hows.asia. InsyaAllah!

Penulis Direktur Gerai Dinar dan kolumnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Intuisi; Sumber Kebenaran dan Ilmu
Tulisan selanjutnya Abul Futuh: Dekrit Mursy Dianulir, Oposisi Sukses

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Berita
13 Juli 2026 16:30
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?