Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Tiga Peserta Marathon

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Februari 2013 19:10 7:10 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Februari 2013 19:10
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

DUNIA semula mengira bahwa perang dingin antara kekuatan-kekuatan besar telah berakhir dengan runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, setelah berlangsung sekitar 45 tahun sejak berakhirnya Perang Dunia II. Kenyataannya sebenarnya perang dingin itu tidak sepenuhnya berakhir, polarisasi kekuatan dunia dalam menyikapi krisis di Suriah, Laut China Selatan, Semenanjung Korea dlsb. antara lain adalah buktinya. Perang dingin itu juga terus berlangsung di sektor ekonomi, dan pesertanya bukan hanya blok barat dan blok timur.

Perang dingin di sektor ekonomi ini bisa terwujud dalam bentuk saling menyerang pasar, saling membanting nilai mata uang (currency war), saling intip teknologi, (tuduhan) dumping, tariff dlsb.

Dua kekuatan besar dunia yang muncul duluan di abad terakhir yaitu blok barat dengan kapitalisme-nya dan blok timur dengan komunisme atau sosialisme-nya, ternyata mereka juga memiliki faham yang sangat berbeda dalam menyikapi uang dan emas.

Ekonomi blok barat yang kapitalis imperialisme-nya di danai dengan uang kertas yang bisa dicetak dari awang-awang berapa saja dan kapan saja, untuk sementara mereka memang unggul. Ini seperti lomba lari marathon, kapitalisme itu menggunakan strategi lari sprint. Mereka unggul di awal , tetapi tidak akan tahan lama – mereka akan segera kehabisan tenaga dan diungguli oleh yang memiliki strategi marathon.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Kemajuan ekonomi mereka di danai dengan uang kertas yang sejatinya hutang, sementara hutang tentu ada batas waktunya – suatu saat harus dibayar, dan batas waktu itu bisa saja sangat dekat. Mengingat kreditor terbesar kapitalism itu juga musuh terbesar mereka di perang dingin, maka bila perang dingin ini memanas oleh salah satu krisis di Suriah, Laut China Selatan, Semenanjung Korea – bisa saja saat itu juga menjadi akhir dari kapitalism itu.

Hal ini nampaknya juga diantisipasi oleh dua kekuatan besar perang dingin dari blok timur yaitu China dan Rusia, mereka bertolak belakang dengan blok barat yang diwakili oleh Amerika bahkan dalam menyikapi uang dan emas.

Bila kapitalisme barat mendorong dunia untuk menjauh dari emas dan memperbesar uang fiat yang sejatinya hutang, China dan Russia justru membangun langkah sebaliknya dalam dasawarsa terakhir.

Grafik-grafik disamping menunjukkan betapa dalam dasawarsa terakhir China dan Russia mengakumulasi emas baik untuk cadangan resmi pemerintahnya maupun akumulasi oleh rakyatnya.

Setelah dunia kapitalism barat kehabisan tenaga dari lari sprint-nya, lantas apakah komunism China dan Russia yang akan berjaya? Mungkin juga tidak! Mengapa?

Dalam ajaran komunism maupun socialism mereka juga tidak belajar bagaimana mengelola emas (uang, harta) yang seharusnya. Menimbun emas yang mereka lakukan bukanlah cara yang efektif untuk membangun kekuatan ekonomi.

Emas hanya efektif untuk mempertahankan daya beli jerih payah kerja mereka, dari kehancuran daya beli uang kertas. Untuk menghasilkan kemakmuran, emas-pun harus terus berputar. Yang pandai memutar emas (harta)-lah yang akan unggul kedepan.

Jadi kembali kepada ibarat lomba lari marathon di atas, kapitalisme akan kehabisan tenaga segera sementara komunisme tidak bisa berlari cepat dari start sampai menjelang finish. Lantas siapa pemenangnya?

Pemenangnya adalah peserta lari nomor tiga yang tidak diunggulkan di awal start ketika kapitalisme dan komunisme mulai berlari bahkan hingga saat ini. Tetapi peserta ke tiga ini memiliki self-drive yang sangat powerful yaitu berupa ideologinya bahwa emas (juga uang atau harta) haruslah terus berputar.

Dari waktu ke watu emas mereka terus berputar dengan cepat dan semakin cepat, maka menjelang dan sampai finish dialah yang paling unggul! Tetapi siapa peserta nomor tiga ini? Itulah Islam dengan seluruh sistem kehidupannya termasuk dalam hal memutar ekonomi ini.
Kok kita bisa yakin bahwa menjelang dan sampai finish kitalah yang akan menjadi pemenangnya? Ini adalah bagian dari keimanan kita untuk mempercayai kabar yang datang langsung dari utusanNya – utusan dari Dia Sang Maha Tahu.

Kabar itu antara lain datang melalui hadits: “Tidak akan terjadi hari kiamat, sebelum harta kekayaan telah tertumpuk dan melimpah ruah, hingga seorang laki-laki pergi ke mana-mana sambil membawa harta zakatnya tetapi dia tidak mendapatkan seorangpun yang bersedia menerima zakatnya itu. Dan sehingga tanah Arab menjadi subur makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai.” (HR: Muslim).

Kabar kemakmuran menjelang akhir jaman itu itu dikaitkan langsung dengan kesadaran akan zakat – sampai membuat seorang laki-laki harus pergi ke mana-mana untuk menyalurkan zakatnya. Siapakah yang sadar zakat ini? Itulah umat Islam saat itu, umat yang tidak berada di blok barat ataupun di blok timur, umat yang dirancang untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam!

Maka marilah kita mulai berlari mengejar ketinggalan kita itu, berlari dengan PD (Percaya Diri) karena kita yakin kitalah yang akan menjadi juara itu…InsyaAllah!

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar, kolumnis hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bambang Widodo Nilai Kepolisian Lebih Banyak Berpihak pada Pemodal
Tulisan selanjutnya Di Australia, Geert Wilders akan Kampanye Anti Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?