Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Problema Myopia…

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 September 2013 15:33 3:33 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 September 2013 15:33
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

SEBUAH masalah besar sekaligus peluang besar pagi ini muncul dalam iklan PT. Pertamina (Persero) di sejumlah media masa. Iklan tersebut adalah pencarian +/- 3.3 juta KL/tahun bahan bakar biodiesel untuk menekan volume BBM impor. Iklan ini merupakan symptom dari masalah besar karena mengindikasikan betapa tidak siapnya negeri ini memenuhi kebutuhan energi rakyatnya. Di sisi lain problem bahan bakar ini juga menjadi peluang besar bagi para pihak yang siap menjawab tantangan kebutuhan energi untuk negeri dengan sekitar 250 juta penduduk ini.

Dalam sejarah peradaban manusia, krisis energi seperti yang sedang kita jelang ini sebenarnya bukanlah yang pertama kali. Inggris pernah mengalami krisis energi selama seratus tahun dari tahun 1450 -1550 ketika hutan-hutan negeri itu nyaris punah dibabat dan diambil kayunya sebagai bahan bakar. Krisis energi baru kemudian teratasi ketika mereka mulai menemukan energi batu bara sebagai ganti energi kayu bakar.

Maka belajar dari solusi energi di Inggris pada abad pertengahan tersebut, solsui energi di jaman modern ini mestinya juga mirip. Problem energi (juga problem-problem yang lain) yang kita hadapi saat ini lebih disebabkan oleh apa yang disebut problema myopia yaitu problem-problem yang timbul dari pandangan yang sempit.

Ketika ‘negeri maju’ Inggris pada abad pertengahan memandang sumber enerigi itu kayu, maka kayu dibabat sampai nyaris habis dan mereka menghadapi krisis. Problem baru teratasi ketika mereka mulai memperluas pandangannya – bahawa ‘eh ternyata’ bahan bakar tidak harus kayu, maka ketemulah mereka dengan batu bara.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Yang kita hadapi saat ini juga kurang lebih demikian, kita krisis bahan bakar minyak karena kita hanya tahu BBM-lah yang kita perlukan untuk menjalankan mobil-mobil kita. Apa tidak ada cara lain untuk menjalankan mobil kita? Tentu ada, dengan listrik, dengan mata hari dlsb. barangkali masalahnya tinggal belum ekonomis saja – tetapi solusi itu ada.

Lebih jauh dari myopia dibidang BBM ini adalah myopia di bidang transportasi. Selama kita masih fokus pada mobil dan khususnya kendaraan pribadi untuk alat transportasi, maka krisis BBM bisa jadi tidak terelakkan. Tetapi lagi-lagi alat transportasi kan tidak harus mobil ? Bisa kereta, trem atau alat-alat transportasi masal lainnya.

Ketika alat trasportasi masal menjadi pilihannya, maka masalah krisis BBM lebih mudah diatasi. Sumber-sumber energi untuk kereta, trem, monorail dan sejenisnya lebih banyak pilihannya ketimbang mobil pribadi. Transportasi masal umumnya menggunakan listrik dan listrik bisa dihasilkan dengan tenaga uap, gas, air, batubara, gelombang laut, matahari dlsb.

Intinya adalah problem-problem yang kita hadapi dalam kehidupan kita, umumnya disebabkan karena sempitnya pandangan kita terhadap suatu masalah atau kebutuhan – inilah yang disebut problema myopia itu. Problema myopia adalah bukan problem sesungguhnya, banyak solusi di sekitar kita – tetapi hanya berada di luar sudut pandang kita yang sempit selama ini. Begitu sudut pandang itu diperluas, maka ketemulah solusi itu – persis ketika orang Inggris menemukan batu bara di abad pertengahan tersebut di atas, selesailah problem kayu bakar mereka.

Problema myopia juga bisa menjangkiti individu siapa saja. Seorang pegawai bisa stres dengan pekerjaan yang sangat tidak disukainya tetapi terus tetap bekerja, karena dia mengalami myopia bahwa pekerjaan dia itulah satu-satunya yang dia bisa kerjakan, dan satu-satunya sumber rejeki yang dia tahu.

Seorang mahasiswa bisa stres demi mengejar secarik kertas bernama ijazah, karena myopia dia bahwa ijazah tersebutlah satu-satunya jalan untuk menggapai masa depannya.

Solusi itu ada di sekitar kita, yang kita butuhkan hanya berusaha menggali solusi itu ke segala arah. Untuk bisa menggali ke segala arah, yang dibutuhkan adalah sudut pandang yang terbuka luas – bukan sudut pandang yang sempit atau myopia.

Bahkan Allah-pun ketika memberi solusi rezeki bagi kita – dalam bentuk apapun- juga dari arah yang tidak disangka-sangka, bukan dari sudut pandang kita yang sempit.

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجاً

وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“… Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya…” (QS at Thalaq [65]:2-3)

Maka perluaslah sudut pandang dengan ketakwaan kita, insyaAllah jalan keluar itu pasti ada. Amin.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:myopiapandangan sempitpersoalanprobelm
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Video Dangdut Porno di Youtube Merusak Akhlak
Tulisan selanjutnya Australia Mulai Selidiki Kasus Pelecehan Seksual Anak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Berita
31 Mei 2026 04:41
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?