Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Urusan Pangan Dahulu, Kini dan Nanti (II)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Oktober 2013 20:53 8:53 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Oktober 2013 20:53
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

TIGA dari setiap delapan penduduk dunia tergolong miskin bila kita gunakan standar daya beli US$ 2/hari. Ini berarti ada sekitar 2.7 milyar penduduk dunia yang miskin yang sangat rentan terhadap krisis pangan. Oleh sebab itu krisis ini harus bisa diantisipasi, dicegah dan diminimisasi dampaknya – bukan hanya oleh pemerintah, tetapi juga oleh penduduk negeri-negeri seperti kita.

Bagaimana caranya? Sebagaimana penyebabnya yang diuraikan dalam tulisan sebelumnya bahwa krisis itu berasal dari ulah tangan-tangan manusia – seperti di era kolonialism dahulu dan kapitalisme kini – maka dari sinilah kita mencegah krisis itu agar jangan sampai terjadi.

Pertama yang harus dihindari adalah penguasaan sumber-sumber produksi hanya oleh segelintir pihak tertentu. Ini bisa lahan, sumber air,  benih, pupuk, obat-obatan, energy, pengetahuan dlsb.

Sumber produksi utama seperti lahan, air dan energi harus dikelola secara bersama sebagaimana petunjuk Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam : “Orang-orang muslim itu berSyirkah dalam tiga hal, dalam hal padang rumput, air dan api.” (Sunan Abu Daud, no 3745)

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Kuncinya ada di Syirkah tersebut dan ini pengertiannya sangat luas, bisa dicari bentuk-bentuk Syirkah yang paling efektif untuk membangun ketahanan pangan itu. Ketika petani kita tidak berSyirkah, penguasaan lahan mereka rata-rata terlalu kecil. Seandainya lahan mereka sudah subur-pun, tetap tidak memberi penghasilan yang memadai untuk Pak Tani dan keluarganya, lihat tulisan saya tentang “Matematika Petani”.

Bila selama ini sudah ada bentuk-bentuk Syirkah seperti di sejumlah Kelompok Tani dan Koperasi Unit Desa (KUD), namun belum berhasil membangun kemakmuran para petani dan belum juga membangun ketahanan pangan – maka barangkali perlu dicarikan bentuk-bentuk Syirkah yang lain yang lebih efektif.

Urusan pangan ini adalah urusan yang sangat besar, namun agar mudah ditangani – maka urusan tersebut kita bisa  breakdown menjadi urusan-urusan yang lebih kecil – kita atasi masalah tersebut dari desa ke desa. Setelah menjadi skala desa, insyaAllah akan banyak yang (merasa) sanggup untuk melakukannya dan mudah-mudahan benar-benar sanggup.

Kita di Indonesia memiliki jumlah lulusan sarjana pertanian saat ini sekitar 34,000 per tahun. Asumsikan 80 % Muslim dan asumsikan 50% saja tertarik untuk mempraktekkan ilmunya di bidangnya, asumsikan dari sini 5 % saja yang tertarik untuk melandasi penerapan ilmunya dengan petunjuk Al-Qur’an, Hadits dan sirah – maka mestinya tidak sulit untuk memperoleh sekitar 680 orang kader inti pertanian setiap tahun yang mau dibekali dengan petunjuk-petunjukNya.

Mereka kemudian  diterjunkan ke desa-desa untuk menjadi prime mover dalam gerakan Syirkah pertanian di desa-desa. Mulai dari memetakan potensi dan masalah yang ada di desa tersebut, mengatasi satu per satu masalah yang ada, mengefektifkan kerja petani, mencarikan mereka bibit-bibit tanaman yang dibutuhkan, mengelola pasar hasil bumi petani dengan konsep pasar Madinah, mengolah hasil pertaniannya di lokasi bila perlu dlsb.dlsb.

Maka si sarjana pertanian ini akan seperti Abdurrahman bin Auf yang tanpa bekal di hari pertamanya terjun ke pasar, tetapi kemudian dia mampu berSyirkah dengan seluruh penduduk Madinah dan memakmurkan Madinah pada jamannya. Demikianlah si sarjana ini nanti berperan di desanya yang baru, dia membangun Syirkah dengan seluruh petani dan penduduk desa untuk kemudian memakmurkannya.

Apa jaminannya bahwa si sarjana ini akan berhasil? Yang menjamin keberhasilan dia bukan kita, tetapi Allah, itulah maka dipersyaratkan di atas si sarjana ini harus mau dibekali dengan al-Qur’an, hadits, sirah dlsb adalah untuk membangun keimanan dan ketakwaannya.

Yang dia lakukan di desa bukan hanya mengajari bertani dan berdagang, tetapi juga membangun keimanan dan ketakwaan petani dan penduduk desa – baru setelah itulah jaminan keberkahan dari Allah berlaku untuk mereka (QS 7 : 96).

Di antara bentuk keimanan dan keberkahan itu adalah keyakinan bahwa Al-Qur’an memberi jawaban untuk seluruh masalah (QS 16:89), maka si sarjana pertanian akan mencari solusi dari setiap masalahnya di Al-Qur’an. Ketika ketemu tanah yang tandus dan mati apa yang dia harus lakukan (QS 36:33), ketika ketemu hasil bumi yang tidak memadai – apa pula yang dia harus lakukan (QS 13:4) dlsb.

Sebagai contoh dengan surat Abasa yang dia bisa ajarkan ke para petani untuk membacanya, menghafalkannya dan sekaligus mengamalkannya – dia akan bisa mengurusi seluruh kebutuhan pangan petani. Mulai dari kebutuhan protein dari biji-bijian (QS 80:27), kebutuhan karbohidrat dan lemak (QS 80-29), kebutuhan vitamin dan mineral (QS 80 : 28 dan 31), kebutuhan tanaman obat (QS 80 :30) dan bahkan juga tanaman-tanaman untuk ternak mereka (QS 80 :31-32).

Setelah metode ini berhasil dengan 680 orang sarjana di 680 desa percontohan, tinggal diikuti dengan sarjana-sarjana berikutnya di desa-desa lainnya. Setiap tahun penambahan desa yang digarap, yang diterjunkan adalah dua kali dari yang sebelumnya – referensinya ada di papan catur dalam tulisan saya sebelumnya ‘Yang Ngurusi Bukan Ngrusuhi’ . Maka dengan pendekatan ini insyaAllah Indonesia yang memiliki sekitar 74.000 desa akan bisa makmur dalam periode kurang dari 10 tahun.

Bagaimana kalau para sarjana pertanian tidak tertarik untuk membangun desa? Tidak masalah karena banyak sarjana lain dan bahkan juga pemuda-pemuda terampil yang bisa diajari dengan konsep yang sama. Yang lebih penting bukan sarjana atau tidaknya, yang penting adalah mau menggunakan petunjukNya atau tidak. Yang mendatangkan kemakmuran bukan kesarjanaannya, tetapi adalah keimanan dan ketakwaannya – maka inilah syarat utamanya.

Untuk membekali para sarjana atau pemuda trampil tersebut terjun ke desa-desa, bisa saja dibentuk Syirkah level berikutnya. Yaitu Syirkah para pemodal dengan para pemuda yang akan terjun ke desa-desa tersebut. Orang-orang yang tinggal di kota-kota seperti saya dan Anda-pun insyaAllah akan mau berSyirkah mendanai para pemuda yang akan memakmurkan desa dan insyaAllah juga akan memakmurkan negeri ini secara keseluruhan – bahkan juga negeri-negeri lain dengan pola yang sama.

Untuk mencapai dampak yang massif secara nasional dan bahkan juga internasional, puluhan ribu sarjana dan tenaga terampil di desa-desa tersebut dapat terus didampingi dan diintegrasikan dengan konsep Bertani di Era Wiki yang systemnya sudah siap beroperasi di Wikitani (www.wikitani.com).

Dari 2.7 milyar penduduk dunia yang miskin yang saya sebut di awal tulisan tersebut di atas, 700 juta diantaranya berada di sekitar kita yaitu Asia Tenggara. Maka ini mudah-mudahan bisa menjadi wasilah kita untuk mendekatkan diri kepada Allah, agar Dia ridlo untuk memasukkan kita menjadi golongan kanan atas upaya kita untuk bisa memberi makan di hari-hari kelaparan ini (QS 90 : 12-18).

Agar solusi ini tidak hanya menjadi wacana dan tulisan belaka, lets just do it !. Bagi Anda yang berminat untuk program ini, maupun yang berminat untuk menjadi sponsornya – kami undang untuk bergabung dalam acara pembukaan Startup Center di Jl. Juanda 43 Depok – tentative tanggal 16 November 2013. InsyaAllah.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:al-QuranislamMuslimpanganpetani
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kloter Terakhir Jamaah Haji Surabaya Berangkat hari Rabu
Tulisan selanjutnya Jalan Kaki Selamatkan Ribuan Penderita Kanker dan Diabetes

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?