Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Bangsa Yang (Tidak) Overdosis

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Januari 2014 09:45 9:45 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Januari 2014 09:45
Bagikan
Studi CDC, 130 juta orang AS mengkonsumsi resep obat sebulan sekali
Bagikan

Oleh : Muhaimin Iqbal

SEPULUH tahun sebelum Amerika nyaris bangkrut dengan menutup (sebagian) aktivitas negerinya yang antara lain di trigger oleh pembiayaan kesehatan yang disebut ObamaCare, seorang dokter di negeri itu – John Abramson, M.D. – sudah menulis buku dengan judul “OVERDO$ED AMERICA : The Broken Promise of American Medicine” (HarperCollins, New York 2004).

Sudah bisa ditebak isinya bahwa penduduk negeri itu dijejali dengan obat-obat yang tidak perlu yang melebihi kebutuhannya.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Buku ini didukung oleh riset yang sangat mendalam karena John Abramson selain dokter juga seorang peneliti di Harvard Medical School.

Temuannya antara lain misalnya mengungkapkan bahwa sebuah obat penurun kolesterol yang mahal – yang ternyata tidak sedikitpun hasilnya mendekati penurunan kolesterol melalui perubahan gaya hidup, perubahan pola makan dan sejenisnya – yang tentu saja jauh lebih murah.

Kesaksian dokter lain yang membaca buku tersebut mengungkapkan pula : “Saya sudah praktek dokter selama 10 tahun, saya melihat profesi saya secara gradual diambil alih oleh industri farmasi. Saya melihat tidak terhitung jumlahnya pasien yang bertambah sakit atau bahkan meninggal dunia karena reaksi obat dan polypharmacy. Tidak terhitung jumlahnya dimana saya menerima kunjungan atau presentasi dari representative pabrik obat – yang jelas-jelas mengungkap kebohongan dan misrepresentasi…”.

Saya tidak tahu apakah apa yang terjadi di Amerika yang diriset dan diakui oleh para dokter mereka sendiri tersebut juga terjadi di negeri ini. Tetapi melihat banyaknya produsen obat yang beroperasi di negeri itu yang juga hadir di negeri ini, maka kemungkinan untuk menghadirkan kondisi yang sama – bisa jadi juga terjadi di negeri ini.

Lantas apa relevansinya kita mengetahui fakta demikian ini? Setidaknya kita tidak harus ngoyo untuk bisa memperoleh pengobatan dengan obat-obat pabrik yang mahal – sampai-sampai harus memperolehnya dengan pembiayaan yang dikelola secara ribawi.

Bahwa karena hanya “Dia-lah yang bisa menyembuhkan kita ketika kita sakit (QS 26 : 80), maka sudah seharusnya hanya kepadaNya kita mendekat dan memohon pertolongan untuk kesembuhan penyakit kita. Tetapi bagaimana pertolonganNya itu bisa datang bila obat-obatan yang dihadirkan untuk kita itu melalui cara yang dimusuhiNya – yaitu Riba ?” (QS 2 : 276 & 279).

Maka dari sinilah kita bisa mulai membangun logika pengobatan kita sendiri, bahwa segala obat yang kita konsumsi – bukanlah obat itu yang menyembuhkan penyakit-penyakit kita – obat hanya sarananya saja – yang menyembuhkan hanyalah Allah semata. Karena yang menyembuhkan hanya Allah, maka dalam berobat-pun kita harus mengikuti petunjukNya, tidak boleh keluar dari jalanNya apalagi sampai melanggar laranganNya.

Tetapi bagaimana konkritnya masalah yang sangat besar dibidang kesehatan ini ditangani dengan petunjukNya secara nyata di lapangan di jaman modern ini ? Itulah yang harus kita mulai secara bertahap dan kita jawab masalahnya satu demi satu di setiap tahapannya.

Karena tuntunan kita melalui al-Qur’an dan al-Hadits selama ini belum dijadikan sebagai rujukan utama dalam menjawab setiap permasalahan yang kita hadapi selama ini – termasuk di bidang kesehatan ini – maka solusi itu nampak begitu jauh dari realita.

Begitu kita yakini dan mulai kita gunakan, maka petunjuk demi petunjuk itu insyaAllah akan silih berganti berdatangan – petunjuk yang satu melengkapi petunjuk lainnya.

وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَآتَاهُمْ تَقْواهُمْ

“Dan orang-orang yang mendapatkan petunjuk, Allah akan menambahkan petunjuk kepada mereka dan menganugerahkan ketakwaan mereka.” (QS  Muhammad [47] : 17).

Baru setelah kita aplikasikan bener-bener petunjuk tersebut satu demi satu dan Allah menganugerahkan ketakwaan kepada kita, maka insyaAllah dalam bidang pengobatan inipun kita akan diunggulkan dengan ilmuNya – “wattaquullaha wa yu’allikumullah – dan bertakwalah kepada Allah, Allah memberi pengajaran kepadamu” (QS 2: 282).

Jadi kita tidak usah berkecil hati dengan industri pengobatan yang sedang kita rintis dijalanNya ini – meskipun mulainya sangat kecil dibandingkan dengan industri pengobatan yang sudah ada kini. Tetapi insyaAllah yang kecil ini akan efektif dengan seijinNya, dan tidak membuat bangsa ini overdosis terhadap obat-obat yang tidak perlu dan tidak membuat negeri ini bangkrut – sebagaimana yang di negeri asalnya sudah membuat overdosis bangsanya dan membuat negerinya (nyaris) bangkrut!*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:riba
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Setiap Ahad Tak Lagi Takut Bincang Politik di Masjid
Tulisan selanjutnya Problem Akut Penindakan “Terorisme” di Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?