Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Jebakan Profesi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Februari 2014 17:49 5:49 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Februari 2014 17:49
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

BILA  Anda adalah lulusan terbaik dari perguruan tinggi terbaik di negeri ini, kemungkinan besarnya saat inipun Anda tidak kesulitan untuk mencari pekerjaan. Perusahaan-perusahaan besar yang mapan dengan senang hati akan berebut me-rekrut Anda untuk menjadi pegawainya. Perusahaan senang memperoleh tenaga muda yang cerdas dan penuh potensi, Anda-pun senang dengan segala gaji, fasilitas dan karir yang terbuka selagi Anda masih muda. Tapi inikah yang terbaik untuk Anda sendiri dan masyarakat dalam jangka panjang?

Untuk Anda sendiri dan dalam jangka pendek, jawabannya adalah hampir pasti “Ya”. Di tengah sulitnya mencari lapangan pekerjaan, di tengah berjibunnya pengangguran – Anda memiliki pekerjaan di perusahaan yang mapan dan dengan gaji yang jauh dari Upah Minimum Regional (UMR).

Tapi bayangkan kondisi Anda 10, 20 dan 30 tahun dari sekarang, tidak sulit untuk membayangkan ini. Lihat orang-orang sekeliling dan di atas Anda, berapa lama mereka masing-masing menempati posisinya? Kemudian gali informasi orang-orang yang sudah pensiun dari perusahaan tempat Anda bekerja. Di mana mereka sekarang? Apa yang mereka kerjakan?

Lalu bertanyalah kepada diri Anda sendiri, itukah masa depan yang Anda bayangkan? Bila jawabannya “Ya”.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Maka selamat, Anda telah menentukan pilihan Anda sendiri dengan sadar seperti apa kiranya akhir dari pencapaian cita-cita Anda. Tidak ada yang salah untuk ini karena ini baik untuk Anda dan juga baik untuk perusahaan atau institusi dimana Anda bekerja.

Tetapi bayangkan di luar sana, berjuta orang tidak memiliki pekerjaan. Siapa yang akan membangunkan lapangan pekerjaan untuk mereka?

Pemerintahkah? Tentu pemerintah dari waktu ke waktu harus berusaha menciptakan lapangan pekerjaan. Tetapi ini tugas normatif yang sulit terkwantifisir secara riil dari waktu ke waktu.

Tugas para konglomerat kah? Betul bisa jadi mereka menciptakan pekerjaan. Tetapi lagi-lagi apa yang mereka lakukan juga belum cukup untuk menyelesaikan masalah dengan bukti adanya tingkat pengangguran yang masih tinggi tersebut. Juga ketika mereka menciptakan pekerjaan untuk kepentingan kelompok atau group mereka sendiri – inikah yang Anda inginkan? Rasanya bukan juga!

Lantas tugas siapa? Inilah sebenarnya tugas orang-orang cerdas seperti Anda!

Membangun sesuatu yang menciptakan lapangan pekerjaan adalah tugas yang sangat sulit, tidak bisadipecahkan oleh kebanyakan orang. Sama seperti ketika ada ujian di sekolah atau di kampus Anda dahulu.

Ujian-ujian yang sulit tidak bisa dipecahkan oleh teman-teman seangkatan Anda yang biasa-biasa saja, siswa atau mahasiswa cerdas seperti Andalah yang bisa memecahkannya.

Nah sekarang ujian-ujian yang sama sulitnya atau bahkan lebih sulit sedang dihadapi oleh ‘teman-teman’ Anda se negara. Anda yang seharusnya bisa menyelesaikan ujiannya dengan membangun sesuatu yang menciptakan lapangan kerja untuk mereka – tetapi Anda tidak ada – karena Anda sedang sibuk membangun karir Anda sendiri, membangun profesi Anda sendiri.

Maka inilah jebakan profesi itu – yaitu ketika orang-orang cerdas berhasil membangun profesinya sendiri dan menciptakan kerja yang sangat baik tetapi hanya untuk dirinya sendiri.

Lagi-lagi tidak ada yang salah dengan ini, hanya saja saya ingin membuka wawasan lain untuk Anda. Bila memilih jalur bekerja, Anda dengan mudah mengetahui kira-kira seperti apa jenjang karir Anda sampai pensiun itu.

Bila memilih jalur berwirausaha untuk membangun sesuatu yang menciptakan lapangan kerja, resiko tentu sangat besar dan tidak lebih mudah bagi Anda untuk membayangkan masa depan itu akan seperti apa.

Tetapi bayangkan bila Anda tidak hanya bisa menciptakan lapangan kerja untuk diri Anda sendiri, Anda juga menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang-orang di sekitar Anda. Ketika Anda pensiun, mereka tetap bisa bekerja. Bahkan ketika Anda sudah tidak ada-pun, orang-orang tetap bekerja dan menginspirasi generasi selanjutnya untuk terus bekerja.

Tentu ini tidak mudah dan bukan tugas semua orang, ini hanyalah tugas segelintir orang-orang cerdas seperti Anda – bila Anda tidak terjebak dalam jebakan profesi Anda.

Bila tulisan ini mem-provokasi Anda dan Anda mulai bertanya-tanya pada diri Anda sendiri ‘ terus apa yang bisa saya lakukan?’  Maka itulah misi startup center yang sudah beroperasi selama 4 bulan ini. Tempat untuk Anda bisa mengobrol santai – tentang apa apa yang mestinya bisa Anda lakukan dan harus Anda lakukan. Tempat yang tidak menawarkan pekerjaan – tetapi menawarkan peluang untuk di-eksplorasi, peluang untuk menciptakan lapangan pekerjaan berikutnya. InsyaAllah.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Rusia Didesak Bebaskan Aktivis HT
Tulisan selanjutnya IPHI Usulkan Pengelolaan Ibadah Haji Terpisah dari Kemenag

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?