Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ilahiyah Finance

Antara Twitter, Facebook dan Domba

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 April 2014 15:53 3:53 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 April 2014 15:53
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhaimin Iqbal

SAMPAI dua bulan mendatang penduduk negeri ini masih akan galau dengan siapa calon pemimpinnya untuk lima tahun mendatang. Kegalauan ini wajar mengingat belum nampak satupun calon pemimpin yang bisa meyakinkan rakyat bahwa programnya akan bisa membawa pada kemakmuran.

Seandainya mereka para calon pemimpin atau team suksesnya mendengar pesan ini, saya akan menyarankan mereka belajar dari Twitter, Facebook dan domba. Lho kok…?

Bahwa belajar dari meng-ekstrak data dari Twitter dan Facebook untuk mengetahui tingkat popularitas masing-masing kandidat, itu saya tahu mereka sudah melakukannya. Yang belum di-ambil pelajarannya dari Twitter dan Facebook  atau produk-produk industri kreatif lainnya adalah bagaimana menggalang modal dengan kreatifitasnya itu.

Belanja negara kita tahun ini akan berkisar 1,840 trilyun, jumlah uang yang seolah tidak terbayangkan banyaknya ini (berapa angka nol-nya?) sudah habis teralokasikan untuk hal-hal yang nyaris rutin. Bahkan untuk membiayai belanja negara  tersebut, kita masih harus hutang sekitar 175 trilyun.

Baca Juga

Indonesia Masuk Peringkat Dunia dalam Keuangan Syariah, Perlu Pembenahan Kurikulum Lebih Baik
Cashback yang di Tawarkan Go-pay dan OVO, Haramkah?
Industri Pertanian Zaman Nabi
Makanan Yang Membuat Tidak Miskin
Industry 0.0

Dengan pendapatan dan belanja negara yang nyaris tanpa terobosan selama beberapa decade tersebut,  maka yang terjadi adalah juga tidak ada terobosan dalam pengentasan kemiskinan. Data Bank Dunia terakhir masih menunjukkan di negeri ini ada 43.3 juta orang yang daya belinya kurang dari US$ 2/ hari, padahal inipun masih 1/5 dari tingkat kemiskinan standar Islam yang 20 Dinar.

Dengan APBN yang rutin dan cenderung monoton, nyaris tidak terbayangkan misalnya negeri ini akan mampu mengalokasikan 1/3 dari belanja negara untuk mengentaskan kemiskinan misalnya. Padahal kira-kira sejumlah inilah yang kita butuhkan untuk bisa mengentaskan kemiskinan secara drastis.

Jumlah tersebut, yang saya perkirakan nilainya sekitar US$ 61 milyar – tidak mungkin juga kita peroleh dengan berhutang, membabat hutan, menguras tambang dlsb. yang memang sudah selama ini kita eksploitasi habis-habisan. Jadi apa alternatifnya untuk memperoleh modal pengentasan kemiskinan yang significant tersebut?

Yang paling memungkinkan adalah mengeksplorasi habis-habisan sumber daya paling berharga dari bangsa ini, yaitu sumber daya manusianya. Sangat banyak otak-otak cerdas negeri ini yang bisa dieksplorasi dan diintegrasikan menjadi apa yang disebut industri kreatif yang ‘killing’ istilah anak mudanya.

Kalau saja kita bisa menghasilkan kreatifitas layaknya kreatifitas empat sekawan pendiri Twitter (Evan Williams, Noah Glass, Jack Dorsey dan Biz Stone), maka mereka bisa mengeruk modal sampai sekitar US$ 27 milyar di pasar global.

Kalau saja dari 250 juta orang di negeri ini kita bisa menemukan satu orang sekelas Mark Zuckerberg – pendiri Facebook, maka dia bisa meraup modal US$ 156 milyar di pasar global.

Jadi kebutuhan modal kita yang sekitar US$ 61 milyar, sebenarnya hanya senilai kapitalisasi pasar antara Twitter dan Facebook. Ini bisa kita lakukan bila kita bukan hanya belajar dari social media dan data yang selama ini sudah kita gunakan, tetapi belajar dari kreatifitasnya dalam menarik modal dari pasar global.

Saya yakin seyakin-yakinnya bahwa sumber daya manusia kita tidak kalah dengan mereka, pasti ada orang-orang Indonesia yang mampu menyaingi kecerdasan dan kreatifitas mereka ini. Yang diperlukan adalah bagaimana pemerintahan yang baru nanti bisa membangun environment yang kondusif, sehingga kreatifitas-kreatifitas anak negeri ini mendapatkan jalannya untuk berkembang secara maksimal. Bila perlu beri insentif perijinan, modal awal, pembinaan dlsb-dlsb agar bener-bener terlahir industri kreatif yang ‘killing’ dalam skala global.

Lantas untuk apa seandainya dana modal yang US$ 61 milyar atau setara dengan 1/3 APBN kita tahun ini tersebut bener-bener bisa terkumpul? Saya tertarik untuk membagikannya ke 43.3 juta orang yang tergolong miskin di negeri ini sesuai data Bank Dunia tersebut di atas.

Tetapi tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, diberikan dalam bentuk domba yang kemudian dikelola bersama-sama secara syirkah dengan para professional dibidangnya. Maka masing-masing orang akan mendapatkan 8 ekor domba sebagai modal awal.

Dari 8 ekor domba inilah yang kemudian dalam periode 2-4 tahun – tergantung percepatan efektif yang dihasilkannya – 43.3 juta orang tersebut akan mentas kemiskinannya dengan standar 40 domba (anggap rata-rata masih ukuran sedang @ ½ Dinar).

Inilah standar kemakmuran minimal umat ini , yaitu 40 ekor domba dimana dia sudah mulai terkena wajib zakat. Standar ini sekitar 5 kali lebih tinggi dibandingkan standar tingginya Bank Dunia yang US$ 2/hari.

Jadi dengan dua langkah kombinasi antara industri kreatif untuk menarik modal global, dan solusi domba – kita akan mampu mengatasi dua masalah sekaligus. Pertama mengentaskan kemiskinan, kedua meningkatkan konsumsi daging nasional kita untuk mencapai rata-rata yang dikonsumsi masyarakat dunia di angka 41 kg/kapita/tahun dari kondisinya sekarang yang hanya 10 kg/kapita/tahun.

Karena tulisan ini juga menyebar melalui Twitter dan Facebook, saya berharap Anda para calon presiden atau team sukses Anda juga membaca tulisan ini. Siapa tahu Anda bener-bener terpilih dan kemudian amanah untuk memakmurkan rakyat ini jatuh ke pundak Anda – Anda sudah punya salah satu solusinya ini. InsyaAllah.*

Penulis adalah Direktur Gerai Dinar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:twitter
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jalaluddin Rakhmat dinilai Berpeluang jadi Menteri Agama
Tulisan selanjutnya Lampaui Parliamentary Threshold Bukti Tingginya Ekspektasi Umat Terhadap PPP

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Berita
30 Mei 2026 10:11
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Ilahiyah Finance

Probiotic Food dan Prophetic Food

17 Juni 2020 08:00
Ilahiyah Finance

Syirkah “Orang-Orang Miskin”

11 Februari 2019 20:49
Hamas bitcoin
Ilahiyah Finance

Halal Haram Uang Kripto

11 Desember 2018 08:15
Ilahiyah Finance

Golden Balance: Financing the Needy

15 Agustus 2018 13:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?