Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Meminang Surga

Di Dunia Kita Meminta, Di Akhirat Kita Berharap Nikmat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Desember 2014 14:18 2:18 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Desember 2014 14:18
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Oleh: Mohammad Fauzil Adhim

KEMANAKAH kita akan melangkah? Sejauh apa pun perjalanan hidup kita, pada akhirnya kematian juga yang akan kita temui. Jika ada kepedihan di dunia ini, maka pembatasnya adalah kematian; batas akhir penderitaan ataukah batas menuju penderitaan yang jauh lebih pedih. Semenderita apa pun seseorang di dunia, jika tak selamat di akhirat, maka pada hakekatnya dunia itulah surga baginya. Sebaliknya sebesar apa pun kenikmatan yang kita reguk di dunia ini, maka kematianlah penutupnya bersebab nikmat di dunia itu sama sekali tak bernilai dibanding nikmat di akhirat. Tetapi bagi yang akhiratnya adalah musibah abadi, maka kematian ada penutup nikmatnya di dunia.

Jika seseorang menjadikan dunia sebagai cita-cita terbesarnya, ia perlu berbenah agar kehidupan dunianya semakin berkibar. Ia perlu memperbaiki kariernya. Begitu pun tatkala kita menginginkan kehidupan akhirat, kita perlu perbaiki agama kita. Hanya saja, ada orang yang inginnya memperbaiki agama dengan memperbanyak ibadah, tetapi ia menempuh jalan yang salah sehingga tidak membaguskan agama, justru sebaliknya memburukkannya. Ia menyangka mengerjakan yang maslahat, padahal memperbuat yang syubhat.

Alangkah jauh jarak antara pengetahuan dan keyakinan. Bacaan sudah banyak, pemahaman sudah baik, tetapi hati kadang tak tersentuh olehnya. Sungguh, sangat berbeda antara mengetahui kebaikan dengan mengimaninya sepenuh hati sehingga membekas dalam hidup sehari-hari. Pengetahuan tentang agama ini memang perlu kita cari agar mengilmui dengan benar, tetapi itu saja tidak cukup. Kita perlu berupaya menajamkan hati kita agar lebih mudah tergerakkan oleh agama dan menjadi tempat bersemayamnya hidayah. Kita memohon kepada Penggenggam Hati: Allah ‘Azza wa Jalla untuk membaguskan iman kita dan menganugerahi rasa takut kepada-Nya. Tentang ini, telah kita perbincangkan dalam tulisan bertajuk Selarik Pinta Kepada Allah Ta’ala.

Kepada Allah Yang Maha Perkasa, kita memohon sepenuh pinta kepada-Nya dengan sebaik-baik permohonan. Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan do’a:

Baca Juga

teman
Membebaskan Anak dari Label Negatif
Lembut Itu Tak Berkata Kasar
Diistimewakan Allah Bersebab Niat Jujur Orangtua
Tanpa Ta`dib dan Pendidikan Adab, Boarding School Ibarat Rumah Kost Belaka
Kreatif Tanpa Musik

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِى دِينِىَ الَّذِى هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِى وَأَصْلِحْ لِى دُنْيَاىَ الَّتِى فِيهَا مَعَاشِى وَأَصْلِحْ لِى آخِرَتِى الَّتِى فِيهَا مَعَادِى وَاجْعَلِ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِى فِى كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلِ الْمَوْتَ رَاحَةً لِى مِنْ كُلِّ شَرٍّ

“Ya Allah, perbaikilah agamaku untukku yang ia merupakan benteng pelindung bagi urusanku. Dan perbaikilah duniaku untukku, yang ia menjadi tempat hidupku. Serta perbaikilah akhiratku yang ia menjadi tempat kembaliku. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagiku dalam setiap kebaikan, serta jadikanlah kematian sebagai kebebasan.” (HR. Muslim).

Ada empat hal penting yang kita mohonkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Yang pertama merupakan pokok segala urusan, yakni agama. Kita memohon kepada Allah Ta’ala agar memperbaiki agama kita untuk kita. Inilah yang menjadi benteng penjaga terpenting untuk segala urusan kita, baik di dunia maupun akhirat. Tidak ada jalan keselamatan di akhirat, bahkan ketika kita mengerjakan urusan dunia, kecuali pada agama. Maka, kita memohon kepada Allah Ta’ala untuk memperbaiki agama kita untuk kita, yakni semakin baiknya urusan agama kita benar-benar membawa barakah bagi diri kita. Bukan hanya tampak semakin baik, tetapi sesungguhnya bukan ketaatan.

Kepada-Nya kita meminta seraya berusaha berbenah memperbaiki diri sebagai bentuk kesungguhan. Semoga Allah Ta’ala mengabulkan dan menyempurnakan upaya kita.

Kepada Allah Ta’ala kita juga memohon untuk memperbaiki dunia kita tempat kita hidup saat ini. Alangkah rugi mereka yang berlomba-lomba mengerjakan amal akhirat demi meraih dunia yang hanya sebentar ini. Di dunia mereka mungkin mendapatkan apa yang diminta, tetapi di akhirat tidak mendapatkan kebaikan sama sekali. Ini bukan berarti kita mengabaikan kehidupan kita di dunia. Di sini kita tinggal. Di sini kita hidup dan sepatutnya menjadikannya sebagai ladang akhirat. Maka kita meminta kepada Allah Ta’ala agar memperbaiki dunia kita yang dengannya kita berusaha dengan sungguh-sungguh menjadikan sebagai ladang akhirat. Semoga kita mampu bertekun-tekun mengerjakan amal dunia untuk meraih akhirat, dan melakukan amal akhirat juga untuk kehidupan akhirat kita.

Selanjutnya kita memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla perbaikan urusan akhirat kita. Sebesar apa pun rumah kita, semegah apa pun tempat tinggal kita, pada akhirnya kita akan kembali ke kampung akhirat. Sebaik apa pun karier kita, ada saatnya untuk berhenti. Perjalanan hidup ini terus melaju ke masa depan dan tak ada pilihan untuk surut ke masa kecil atau batal dilahirkan. Maka pilihan kita hanyalah menyiapkan diri pulang ke kampung akhirat. Jika amal shalih kita tak dapat diharap sama sekali, semoga tangisan kita yang menghiba ampunan-Nya dapat menjadi asbab Allah Ta’ala berikan rahmat berupa surga-Nya.

Tetapi bagaimana kita akan memohon ampun kepada Allah Ta’ala atas dosa yang bertumpuk ini jika kita masih saja lalai dengan urusan akhirat? Maka kepada Allah subhanahu wa ta’ala kita meminta perbaikan urusan akhirat kita.

Dan penutup atas segala perkara di dunia ini adalah kematian. Ini dapat menjadi pembebas dari segala kesulitan untuk menuju nikmat kubur dan nikmat akhirat, dapat pula menjadi awal musibah yang tiada henti. Kepada Allah Ta’ala kita memohon agar kematian kita kelak adalah pembebasan dari segala kepayahan di dunia.*

Mohammad Fauzil Adhim adalah penulis buku-buku parenting. Twitter: @kupinang

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:duniaKematian
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ditengarai Ada Lembaga Asing Fasilitasi Imigran Syiah di Balikpapan
Tulisan selanjutnya Mau Uang 50.000 Riyal? Tangkap PRT Asal Filipina Ini

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

perjuangan
Meminang Surga

Matinya Perjuangan

17 Januari 2022 14:00
Meminang Surga

Lembut Itu Ada Takarannya

30 November 2021 15:00
Za'faran Herbal
Meminang Surga

Tiap Obat Ada Dosisnya ⁣

8 Oktober 2021 07:33
Jepang, Negeri Yang menua
Meminang Surga

Keengganan Mengurusi Anak Dan Masa Depan Demografis Jepang. ⁣⁣

13 September 2021 17:28
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?