Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Salam dari Salim

Antara Uhud dan Aceh

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Desember 2014 10:29 10:29 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Desember 2014 10:29
Bagikan
Bagikan

Oleh: Salim A Fillah

KECUALI jika disebutkan dalam nash; sebagai mukmin kita meyakini bahwa semua tempat adalah baik, semua waktu adalah baik.
Maka Kanjeng Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mencegah agar jangan sampai muncul anggapan sebuah tempat membawa kesialan.
Gunung Uhud memang tempat nan kenangannya getir bagi para sahabat Nabi. Di sana Rasululllah terluka dan terkabar dibunuh, 70 syuhada terbantai.

Di Uhud; paman Rasulullah Muhammad, Hamzah bin Abdul Muthalib bin Hasyim dikunyah jantungnya oleh Hindun. Mush’ab dipapas lengannya, ‘Abdullah ibn Jahsy disayati hidung, telinga dan perutnya.

Manusiawi jika kenangan menyakitkan atas Uhud mengendap di dalam jiwa para Sahabat Nabi. Nama gunung itu mencekam hati mereka.

Maka indah sekali sabda Sang Nabi, “Uhud adalah gunung yang mencintai kita, dan kitapun mencintainya.” Bersahaja. Mengena.

Baca Juga

Sang Pangeran, Wine, dan Perempuan
Ibu dan Buku
Salafi
Bersama di Jalan-Nya
Gubernur

Maka berulangkali pula Uhud dijadikan umpama tuk besarnya ‘amal shalih, “Mitsla Jabali Uhudin”; sebagai penegas cinta itu.
Begitu pula hendaknya cinta kita untuk Aceh; juga daerah lain di mana musibah pernah terjadi. Di sana ada ‘ibrah (pelajaran). Ada hikmah.

Aceh; salah satu wilayah tergigih dalam jihadnya melawan Kape Belanda; berhak atas cinta dan doa kita sebagai bangsa selamanya.
Aceh, yang para ibunya melepas perhiasan emas untuk mengongkosi negara ini di awal berdiri; semoga sentausa dalam syari’atNya.
“Meunyo ate hana teupeh, pade bijeh jitem suba”; inilah jiwa rakyat Aceh; “Apabila perasaan tak tersinggung, dia kan memberi segalanya.”

Sayang pemimpin Indonesia sering memperlakukan Aceh dengan “Rudah u manyang rhot bak muka dro teuh”; meludah ke atas, jatuh ke muka sendiri.

Semoga untuk Aceh dan negeri ini Allah karuniakan juga pemimpin mukmin nan adil. “Beulahe pemimpin ureueng meuiman. Na keadilan geupimpin bangsa.” *

Penulis buku “Lapis-Lapir Berkah”, twitter @Salimafillah

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AcehdoaSyariat
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pulau Ugar, Tuan Rumah Jambore Dakwah
Tulisan selanjutnya Muktamar AKP, Muktamirin: Hamas Kami Berkorban Untukmu, Jatuhlah Israel

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Salam dari Salim

Ayah dan Ibu Kekasihku

5 Agustus 2016 08:20
Salam dari Salim

Menari di Atas Batas

3 Juli 2016 11:11
Salam dari Salim

Pelik Ceri dan KEBUN yang Serba Mengerti

26 Mei 2016 08:20
Salam dari Salim

Kemana Ilmu Membawa Kita?

19 Mei 2016 08:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?