ENTAH apa yang dipikirkan pria dalam foto ini. Saat itu, di Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, berlangsung unjuk rasa menolak kedatangan Presiden Mesir hasil kudeta, Abdul Fattah Al-Sisi ke Indonesia.
Ratusan massa Indonesian Society For Human Right and Humanity (ISFH) pun tampak semangat dan serius menyampaikan aspirasinya. Di depan mereka, ratusan aparat kepolisian mengawal jalannya aksi.
Saat itu seorang wanita sedang berorasi. Tiba-tiba seorang pria bersama seorang anak kecil melintas di antara barisan massa dan aparat yang sedang berhadap-hadapan.
Pria itu berpenampilan cukup lusuh; celana belel dan kaos oblong. Tangan kanannya mengapit lipatan sejumlah karpet dan tikar. Tangan kirinya memikul sebuah karung besar yang tampak berisi barang-barang bekas pulungan.
Pria yang berpenampilan layaknya pemulung itu melenggang cuek di depan sang orator yang lagi mengecam Al-Sisi dan Presiden Jokowi. Ia pun menyahut, “Betul, betul, betul…” Entah apa maksudnya.
Sejumlah orang sempat mengalihkan perhatiannya kepada pemulung tadi dengan tatapan seperti menelisik. Begitu hidayatullah.com hendak mendekatinya, orang yang belum diketahui identitasinya itu mempercepat langkah meninggalkan arena demo.
Dalam foto ini, tampak mulut ompong pria itu menganga agak lebar. Di sebelah tangan kanannya, terbentang poster bergambar Benjamin Netanyahu (PM Zionis-Israel), Al-Sisi, dan Hitler.
Ketiga tokoh itu digambarkan seperti drakula dengan mulut menganga berlumuran darah. Jika pemulung tadi tersenyum lebar nyaris tertawa, ketiga “drakula” di sampingnya tersenyum menyeringai dan terlihat buas.*




