Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Ibnu Syamsuddin, Sufi yang Taklukkan Konstantinopel dengan Doa

Thoriq
Terakhir diupdate: 9 September 2015 05:14 5:14 am
Thoriq
Dipublikasikan 9 September 2015 05:14
Bagikan
Pasukan Al Fatih
Bagikan

Imam As Syaukani dalam Al Badr Ath Thali’ menjuluki ulama ini sebagai “As Syaikh Al Arif Billah”. Beliau berasal dari Damaskus kemudian melakukan perjalanan menuju negeri Ar Rum bersama sang ayah. Di negeri itu ulama yang dikenal sebagai Ibnu Syamsuddin ini menuntut ilmu kepada para ulama’nya.

Berminat pada Tasawwuf

Ketika dipercaya sebagai pengajar di negeri Ar Rum, Ibnu Syamsuddin akhirnya cenderung mempelajari ajaran tashawwuf, sebagaimana disampaikan As Syaukani. Ulama yang memiliki nama Muhammad bin Hamzah Ad Dimasyqi ini kemudian mengabdi kepada Syeikh Biram, kemudian berangkat menuju Halab untuk mengabdi kepada Syeikh Zainuddin Al Khafi. Namun beliau kembali berkhidmat kepada Syeikh yang pertama dan dari syeikh ini, memperoleh ajaran tarekat.

“Jadilah beliau, disamping sebagai dokter hati, juga sebagai dokter badan. Sesungguhnya beliau dikenal, bahwa ada tumbuhan yang menyeru kapada beliau dan mengatakan aku adalah obat bagi penyakit si fulan”, demikian tulis Imam As Syaukani.

Ajakan Berjihad oleh Sultan Al Fatih

Baca Juga

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah
R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

Kemasyhuran mengenai keshalihan dan kelebihan yang diberikan Allah kepada Ibnu Syamsuddin ini menyebabkan beliau diminta oleh Sultan Muhammad Al Khan yang kelak bergelar Al Fatih untuk ikut berjihad dalam penaklukan Konstantinopel.

Ibnu Syamsuddin pun menyampaikan kepada Sultan Muhammad bahwasannya umat Islam berhasil memasuki benteng Konstantinopel pada “hari begini”. Namun di saat hari itu tiba sang Sultan Muhammad menderita kecemasan berat, karena belum ada tanda-tanda benteng bisa ditaklukkan.

Akhirnya Sultan Muhammad mendatangi Ibnu Syamsuddin di tenda beliau, dan mendapati ulama shalih itu sedang bersujud di atas tanah dengan kepala tanpa penutup, memohon kapada Allah dengan menangis. Kemudian setelah itu Ibnu Syamsuddin pun bangkit dan mengucapkan takbir seraya mengatakan,”Alhamdulillah, Allah telah menganugerahkan pembukaan benteng!”

Perawi kisah ini menyampaikan,”Kemudian aku pergi menuju benteng, aku menyaksikan umat Islam memasuki benteng tersebut”.

Saat itu Sultan Muhammad bergembira, lalu menyampaikan,”Kegembiraanku bukan karena berhasil ditundukkannya benteng, namun aku gembira karena ada laki-laki seperti ini di zamanku!”

Kepatuhan Sultan kepada Ibnu Syamsuddin

Meski seorang sultan yang cukup disegani, Sultan Muhammad patih kepada nasihat Ibnu Syamsuddin. Sehari setelah peristiwa pembukaan benteng Sultah Muhammad mendatangi Ibnu Syamsuddin. Ketika itu, Ibnu Syamsuddin tidak menyambut sultan dengan berdiri, beliau tetap dalam posisi berbaring. Sultan Muhammad pun mencium tangan Ibnu Syamsuddin. Sultan Muhammad meminta izin untuk ikut berkhalwat bersama Ibnu Syamsuddin, namun beliau menolak permintaan tersebut.

“Ada seorang Turki minta izin kepada Anda untuk berkhalwat dan Anda izinkan, sedangkan aku Anda tolak?” Jawab Sultan dengan marah.

“Sesungguhnya jika engkau berkhalwat, maka engkau akan memperoleh kenikmatan yang menyebabkan urusan dunia jatuh di matamu, dengan demikian maka urusan akan kacau. Padahal khalwat berguna untuk menciptakan keseimbangan”, jawab Syeikh Ibnu Syamsuddin.

Dalam pertemuan itu akhirnya Syeikh Syamsuddin memberi nasihat kepada Sultan Muhammad untuk melakukan beberapa perbuatan.

Penemuan Makam Sahabat

Sultan Muhammad Al Fatih pernah membaca dalam kitab sejarah bahwa makam Abu Ayub  terdapat di dekat benteng Konstantinopel. “Mudah-mudahan aku bisa menemukannya”, jawab Ibnu Syamsuddin ketika dimintai petunjuk tentang makam tersebut.

Setelah itu Sultan Muhammad pun mendesak agar Ibnu Syamsuddin menunjukkan makan tersebut,”Aku percaya kepada Anda namun aku ingin mengetahui tanda-tandanya makam itu dengan mata kepala sendiri”.

Akhirnya Ibnu Syamsuddin memerintahkan Sultan Muhammad untuk menggali tanah yang telah ditunjukkannya sedalam dua hasta, seraya berkata, ”nanti engkau menemukan marmer yang tertulis di atasnya”. Ternyata setelah tanah tersebut digali sedalam dua hasta ditemukan marmer dengan tulisan di atasnya. Dari tulisan itu diketahui bahwa itu adalah makam Abu Ayub.

Menyaksikan peristiwa itu, Sultan Muhammad pun hampir roboh karena dominasi perasaan kebingungan.

Karya Syeikh Ibnu Syamsuddin

Tidak hanya dikenal dengan kelebihan karamah-karamahnya, dalam keilmuan Ibnu Syamsuddin meninggalkan beberapa karya, antara lain risalah mengenai tashawuf. Juga risalah pembelaan terhadap serangan pemikiran terhadap para sufi serta risalah mengenai ilmu kedokteran. (Tulisan ini diambil dari Badr At Thali’ karya Imam As Syaukani, 2/168)

 

 

 

 

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Loh, Ada Pemulung Nyasar…
Tulisan selanjutnya Talaqi Kitab Socrates kepada Imam As Syafi’i

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Berita
3 Juni 2026 13:00
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
KajianSejarah

Dukungan Nyata Bangsa dan Tokoh Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia

14 Maret 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?