SUBHANALLAH! Fenomena langka terjadi di Provinsi Riau. Seekor sapi lahir dengan dua kepala di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Kejadian ini beredar luas (viral) di media sosial.
Pantauan hidayatullah.com, Selasa (17/07/2018), tampak sapi berwarna coklat muda tersebut memiliki dua kepala yang identik dan lahir dalam kondisi hidup. Pemilik sapi itu meyakini bahwa kejadian tersebut merupakan kekuasaan Allah Subhanahu Wata’ala.
“Anak sapi berkepala dua, milik Bapak Ilham. Memiliki 2 pasang bola mata, dua telinga, dan 4 kaki (di) Desa Alang Kepayang, Kec. Rengat Barat, Kabupaten Inhu, Riau,” tulis penggunggah video tersebut ke laman berbagi video Youtubenya atas nama saipul annuar,sp, dipublikasikan tertanggal 15 Juli 2018.
Sapi berkepala dua tersebut merupakan milik seorang petani bernama Ilham, 55 tahun, asal Desa Alang. Ilham saat dikonfirmasi menjelaskan, awalnya ia mengira anak sapi itu sudah mati karena proses kelahirannya sangat lama, dari jam 10 pagi sampai sore baru lahir.
“Ternyata yang bikin susah keluar dari induknya itu karena kepalanya ada dua. Ini kuasa Allah,” ujarnya kutip Antara, Selasa (17/07/2018).
Anak sapi berkelamin jantan itu merupakan anak ketiga dari induk betina yang dipelihara Ilham. Sapi berkepala dua itu lahir pada Sabtu (14/07/2018), dan butuh enam jam lebih untuk proses persalinan dari pukul 10.00 hingga 16.30 WIB.
“Biasanya persalinan sapi hanya butuh satu jam, tapi yang ini lama sekali jadi saya kira sudah mati. Tapi ternyata ada hembusan napas dari hidungnya. Jadi langsung saya sedot lendir yang ada dihidungnya supaya bisa bernapas,” ujar Ilham yang mengaku sudah pengalaman sebagai peternak sapi.
Sapi tersebut diperkirakan memiliki bobot sekitar 13-15 kilogram, dan kini kesehatannya ditangani oleh seorang petugas peternakan lapangan dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kecamatan Rengat Barat, yang bernama Jebul Suharto.
“Anak sapi ini punya dua kepala yang dempet, tapi lehernya cuma satu. Otaknya ada dua, telinga dua, matanya empat, hidungnya dan mulutnya ada dua. Selebihnya seperti sapi normal,” ujar Jebul Suharto.
Ia mengatakan, indra penglihatan, penciuman, dan mulut anak sapi tersebut sejauh ini normal. Empat mata di dua kepala sapi tersebut merespons saat disorot cahaya.
“Lucunya kalau kita beri minum ke satu mulut, sapi dikepala yang satunya lagi minta minum juga,” ungkap Jebul.
Diharapkan Membawa Berkah
Anak sapi itu kemudian dinamai Bujang dan Embut oleh pemiliknya.
Ilham menjelaskan, nama Bujang digunakan untuk menandai bahwa sapi tersebut jantan. Sementara nama Embut untuk kepala lainnya, merupakan kata dalam bahasa setempat yang artinya membawa hal baik dan barokah.
Ia berharap sapi berkepala dua tersebut bisa terus hidup dan tumbuh dengan sehat. “Saya akan terus pelihara, tidak akan dijual. Semoga sapi ini bisa membawa barokah untuk keluarga saya,” ungkapnya.
Anak sapi itu sampai Selasa ini belum bisa berdiri sendiri. Badannya tidak bisa menopang dua kepala yang ada pada satu leher. Ilham harus memeras susu dari induk sapi untuk memberi makan anak sapi berkepala dua itu.
“Ya saya langsung yang memeras susu untuk anak sapi ini,” ujarnya.
Jebul Suharto, yang kini membantu penanganan kesehatan anak sapi itu mengatakan, dampak dari pemberian susu bayi mengakibatkan sapi tersebut terkena diare.
“Kemungkinan anak sapi kena diare karena pengaruh susu bayi itu, tetapi kondisinya secara umum masih sehat. Saya sudah melarang pemiliknya jangan diberi susu itu lagi,” ujarnya.
Menurut dia, anak sapi tersebut tidak kuat berdiri karena lehernya tidak kuat menopang dua kepala. “Lehernya cuma satu, tetapi kepalanya dua sehingga ukurannya tentu dua kali dari normalnya,” jelas Jebul.
Dia menyarankan agar pemilik sapi tetap memberikan susu dari induk sapinya. Karena anak sapi tidak bisa menyusui langsung, pemiliknya terpaksa berusaha ekstra karena harus memerah susu induk sapi tersebut. Maha Suci Allah!*