Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Tak Ada Istilah Pacaran (Islami)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Mei 2016 09:25 9:25 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Mei 2016 09:25
Bagikan
Spanduk yang dipasang Pemkot DKI, Polda Metro Jaya, dan Kodam Jaya bertuliskan "Dilarang Pacaran Di Sini" ini dipasang di beberapa flyover (jalan layang) di Jakarta
Bagikan

Oleh: Nur Bayyinah

 

DI ZAMAN zaman penuh syubhat (kerancuan) dan syahwat (godaan) tersebut, kata pacaran sepertinya tak asing lagi di telinga. Anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) pun kadang begitu fasih mengucapnya.

Sejatinya tak ada sama sekali yang membanggakan dengan kata yang menunjuk ke perilaku dosa tersebut.

Sebab ia hanya simbol kemunafikan, mengatasnamakan cinta untuk melakukan hal-hal terlarang dalam agama dan kemanusiaan.

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

Saat ini manusia acap terjebak dengan tren yang menjamur dan serba ikut-ikutan. Apa yang ramai dikerjakan itulah yang disebut “keren” atau “gaul” dan pantas diikuti.

Akibatnya, mereka yang tidak punya pacar lalu dicap tidak gaul dan ketinggalan zaman. Namun ketahuilah, demikian itu justru layak disyukuri.

Sebabnya, itu berarti Allah sedang menguatkan langkah orang tersebut untuk menjauhi keburukan dan menuju kepada yang Allah ridhai.

Tak diragukan, aktivitas pacaran didominasi keburukan daripada kebaikan. Dan jangan pula berdalih bahwa tanpa pacaran urusan jodoh lalu menjadi sulit.

Pahamilah, segalanya telah Allah tetapkan dengan baik untuk seluruh hamba-Nya sesuai dengan kadar yang adil.

Allah sanggup mendatangkan jodoh dengan atau tanpa pacaran. Maka pilihannya, berjodoh dengan cara yang Allah ridhai atau mengejar jodoh dengan cara yang Allah murkai.

Kini berapa banyak anak-anak gadis putus sekolah karena hamil diluar nikah, yang biasanya didahului dengan pacaran.

Akibatnya, masa depan seolah terhenti tak tergerak saat itu juga. Semua impian masa depan menjadi hancur tak berkeping.

Mungkin di antara mereka lalu berdalih dengan pacaran sehat. Propaganda ini justru tidak sehat. Sebab sehatkah pacaran demikian menurut agama?

Nyatanya, mereka yang pacaran itu berkhalwat (berduaan di tempat sepi), saling berpegangan dan bersentuhan, dan memupuk angan-angan palsu.

Semua itu adalah perantara menuju pada zina yang lebih besar. Jadi tidak ada istilah pacaran sehat. Apalagi pacaran Islami.

Mengutip penulis buku Tere Liye, tidak ada definisi pacaran islami. Mau pakai Assalamualaikum, berduaan ke masjid pengajian, nonton konser Maher Zein, mojok baca buku-buku agama, atau bareng-bareng mengucap doa perjalanan saat boncengan naik motor.

Disebutkan, kalau ada yang punya istilah pacaran islami, maka besok lusa acara gosip di telivisi bisa mengaku ‘gosip islami’, hostnya pakai kerudung, mengucap salam dan host acaranya fasih dengan kalimat zikir didalamnya saat menggelar gosip.

Subhanallah, Kutipan ini sangat ringan dan jelas sejelas matahari tanpa awan.

Jika masih ada yang mengaku pacaran mereka sehat dan islami, saat itu mereka sedang membohongi diri sendiri.

Bagaimana mungkin ada pacaran islami, sedangkan tak ada satu nashpun baik dalam Al qur’an, hadits, maupun perkataan ulama yang mengisyaratkan pada pelegalan aktivitas pacaran.

Allah Ta’ala berfirman

وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً

“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS: Al-Isra’: 32).

Disimpulkan, aktivitas pacaran memancing kepada perbuatan zina yang Allah benci. Padahal Allah sejak dini melarang manusia mendekati apa saja yang berhungungan ada zina.

Saat ini, siapapun yang masih terlena oleh aktivitas pacaran, segera tinggalkan dan katakan pada pasangan anda “halalkan atau tinggalkan”.

Jangan biarkan diri terlarut lama-lama dalam kubangan dosa yang dibisikkan oleh setan. Semoga Allah selalu membimbing dan memberikan obor penerang untuk melalui jalan yang haq.*

 

Mahasiswi Syariah Lipia Jakata

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamikhalwatpacaranremaja
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Parlemen Israel Setuju Liberman Jadi Menteri Pertahanan
Tulisan selanjutnya Konvergensi Informasi dan Kebangkitan Media (Cetak) Islam [1]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?