Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Ulama Argapura Minta Tempat Wisata di Sukadana Ditutup

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Januari 2015 07:44 7:44 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Januari 2015 07:44
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Keberadaan tempat wisata Curug Kemuning, Curug Ibun, Gua Lalay atau Green Canyon, Lorong Sanca yang terletak di desa Sukadana, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka Jawa Barat menuai protes sebagian warga dan para ulama.
Sebagian masyarakat Argapura menyatakan ketidaksetujuannya karena tempat tersebut menurut mereka bisa dijadikannya sebagai tempat maksiat oleh sebagian pengunjung.

“Ada warga yang melapor ke saya, tempat wisata ini kerap digunakan untuk maksiat oleh sebagian pengunjung,” kata Kiai Otong, Aktifis Front Pembela Islam (FPI) Majalengka

Pada Ahad, 11 januari 2015 lalu, para ulama, kiai, ustadz dan santri se Argapura yang terdiri dari MUI, Majelis Alkisa dan Front Pembela Islam (FPI) mendatangi kantor kepala desa Sukadana untuk meminta penutupan tempat wisata tersebut.

Mereka kemudian mengadakan pertemuan untuk melakukan musyawarah dengan pejabat Muspika di Balai atau Ruang Pertemuan kepala desa Sukadana.

Hadir pada pertemuan tersebut Camat Dedi Supriyadi, kapolsek Argapura AKP Paweka, Danramil Bambang Irawan, dan ketua MUI Kec Argapura Kiai Mu’in, KH Mabruri, KH Subki, Kiai Bahrun, Kiai Otong, Kiai Iping dan para Kiai lainnya untuk mencari solusi dari masalah tempat wisata tersebut.

Baca Juga

Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah
Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

Camat Argapura, Dedi Supriyadi menjelaskan, dirinya setuju akan keinginan masyarakat agar tidak ada maksiat di daerahnya seperti peredaran miras,tindak asusila dan lainnya akibat keberadaan tempat wisata di desa Sukadana. “Tinggal sekarang ada keinginan tidak dari pengelola supaya tidak ada maksiat seperti miras asusila dan lainnya. Kita butuh suasana yang kondusif,” ujarnya.

Kiai Muin, Ketua MUI Argapura, menyatakan bahwa tugas ulama, tugas Kiai adalah untuk meluruskan sesuatu yang bengkok di tengah-tengah masyarakat.

“Kami kedatangan para ulama. Mereka khawatir dengan kemaksiatan yang saat ini merajalela. Kalau itu terus terjadi maka akan mengundang adzab. Karena itu janganlah kita untuk berani dekat-dekat dengan maksiat, “ujarnya. Karena menurut beliau ada hadist jika ada kemungkaran maka kita harus mengubahnya dengan tangan, kalau tidak bisa maka dengan lisan dan kalau tidak bisa juga dengan hati dan itu selemahnya iman.

“Maka kami mengusulkan supaya tempat yang indah itu dijadikan pesantren saja. Jika demikian para ulama setuju. Para ulama tetap mengharapkan agar tempat wisata tersebut ditutup,” tegasnya.

AKP MR Paweka, Kapolsek Argapura mengatakan terimakasih kepada warga terutama FPI yang telah membantu dalan memberantas Miras.

“Masalah tempat wisata akan kita musywarahkan nanti,” tandasnya.

Sementara itu pemilik lahan Curug ibun menyatakan bahwa dirinya bersedia menutup Curug ibun. “Bismillahirrahmanirrahim saya mewakili bapak saya bersedia agar Curug ibun yang ada di Desa Sukadana setuju ditutup. Namun saya dan keluarga meminta perlindungan dari kepolisian jika nanti ada yang mengganggu kami baik harta dan jiwa. Saya setuju jika tempat tersebut mau dijadikan pesantren atau wisata religius,”ujar Syamsul Maarif, putra Kiai Tamim pemilik lokasi yang tanahnya berdekatan dengan Curug Ibun.

Kepala Desa sukadana, Asep Suherman, mengatakan, karena dirinya punya atasan dan punya warga maka dirinya akan memusyawarahkan nanti terkait tempat wisata di Sukadana.

“Kami tidak ingin kondisi desa kami tidak kondusif. Sebab pembukaan tempat wisata di Sukadana diawali oleh musyawarah tokoh masyarakat Sukadana,” jelasnya.

Sementara itu Kiai Haji Mabruri mengatakan jika ada maksiat di sekelilingnya kemudian ulama diam maka para ulama dilaknat Allah. Dan barang siapa yang menolong kebaikan maka ia dapat pahala yang sama. Dan barangsiapa yang nenolong kemaksiatan maka dapat dosanya sama.

“Musibah yang ada di dunia ini akibat ulah manusia, bukan hanya menimpa si pelakunya tapi semuanya akan kena,” tegasnya.

Bambang Irawan Danramil Argapura menyatakan setuju semua kemaksiatan harus diberantas. “Sejak awal saya menyampaikan kepada pengelola tempat wisata, yakni konpipar agar tempat wisata tersebut harus bersih dari sampah dan kemaksiatan” celotehnya.

Kiai Bahrun mengatakan bahwa asal kemungkaran karena hubbundunya atau cinta dunia. Karena kita sudah mengaku Islam maka kita harus patuh pada Islam secara kaffah seratus persen. Namun Karena senang akan dunia maka yang haram atau wasilah menuju keharaman ditabrak saja. Padahal kalau kita menolong yang maksiat maka ia juga berdosa. Jika ada yang nunjukkin adanya tempat maksiat, maka yang nyetujuinya juga ia dapat dosa .

“Keinginan kami jelas semua tempat wisata itu ditutup,”tegas Kiai Bahrun.

Munsyawarah sempat panas karena belum ada keputusan yang tegas dari pemerintahan desa setempat untuk menutup tempat wisata yang baru seumur jagung itu. Namun terakhir ada titik terang ketika kepala desa Sukadana juga mewakili pihak pengelola yakni konpepar bersedia untuk mencoret tempat wisata di desanya. Namun resminya akan dimusyawarah dulu.”kalau sudah keputusan musyawarah ya saya coret,” ujarnya.

Tempat wisata ini mulai ramai sejak empat bulan lalu dan kian ramai sejak 1 Januari 2015. Menurut salah seorang warga pada awal tahun baru kemarin diperkirakan ada 2500 pengunjung mendatangi tempat tersebut. Sayangnya tempat ini banyak disalahgunakan.*/Abu ziad

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:maksiatwisata
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Temuan Miras di 10 Titik Lokasi Yang Dilarang Menjualnya
Tulisan selanjutnya Pengadilan Minya Bebaskan 21 Loyalis Al-Ikhwan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Berita
4 Juni 2026 10:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
None

AS Kerahkan Kapal Induk ke Dekat Iran, Trump: Untuk Berjaga-Jaga

23 Januari 2026 09:08
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?