Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 20 Februari 2026 01:17 1:17 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 20 Februari 2026 07:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Sebagian besar kurma yang dijual di Eropa diyakini memasuki pasar melalui negara ketiga dengan menyembunyikan asal sebenarnya, lapor Anadolu.

Daftar isi
  • Label palsu kurma Medjool
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Zionis Israel, yang saat ini menjadi target boikot khususnya di masyarakat Muslim, dilaporkan menggunakan label palsu untuk mengurangi dampak boikot konsumen di Eropa.

Pasar kurma dunia, yang nilainya mencapai $32,7 miliar pada tahun 2025, diproyeksikan tumbuh menjadi $34,5 miliar pada tahun 2026, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 6,14%. Pasar diperkirakan akan mencapai $55,58 miliar pada tahun 2034.

Kawasan Timur Tengah dan Afrika mempertahankan posisi dominan, dengan kapasitas panen tahunan melebihi sembilan juta ton. Kawasan ini menyumbang 85,28% dari pasar global pada tahun 2025. Ukuran pasarnya meningkat dari $27,89 miliar pada tahun 2025 menjadi $29,43 miliar pada tahun 2026.

Produsen dan konsumen utama di kawasan ini meliputi Tunisia, Iran, Israel, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Irak, dan Mesir.

Baca Juga

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Mesir menduduki peringkat sebagai produsen terkemuka dunia, melebihi 1,7 juta ton per tahun. Arab Saudi menyusul dengan lebih dari 1,5 juta ton, Iran dengan lebih dari 1,3 juta ton, dan Aljazair dengan lebih dari 1,1 juta ton.

Meskipun Israel tertinggal dari Mesir dan Arab Saudi dalam volume produksi total, entitas zionis masih menjadi pemain penting dalam ekspor kurma bernilai tambah tinggi, khususnya varietas Medjool premium.

Namun, perbedaan antara angka produksi dan ekspor telah menimbulkan pertanyaan mengenai ketertelusuran rantai pasokan.

Berbagai laporan industri, investigasi media, dan kelompok pengawas konsumen di Eropa menunjukkan bahwa kurma yang diproduksi di permukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki mungkin dipasarkan dengan label asal yang disembunyikan untuk menghindari tindakan boikot dan pengawasan peraturan.

Menurut data Bank Dunia, sekitar setengah dari kurma yang dijual di Belanda dan lebih dari sepertiga di Prancis berasal dari Israel.

Para ahli mencatat bahwa kedua negara tersebut berfungsi sebagai pusat pengemasan dan ekspor ulang di Eropa, dengan produk-produk yang didistribusikan ke negara-negara Uni Eropa lainnya, termasuk Jerman.

Produk-produk yang terkait dengan Israel diperkirakan menyumbang sekitar 25% dari total pasokan kurma Jerman.

Label palsu kurma Medjool

Kurma Medjool premium menjadi pusat perdebatan terkait asal-usulnya.

Menurut Pusat Promosi Impor dari Negara Berkembang (CBI), sekitar 50% kurma Medjool yang diekspor ke Eropa berasal dari Israel. Publikasi perdagangan pangan internasional menunjukkan angka tersebut bisa mencapai 75%.

Para kritikus berpendapat bahwa sebagian dari ekspor ini mungkin berasal dari perkebunan pemukiman di Tepi Barat, dengan label asal yang kurang jelas.

Israel mengekspor sekitar 35.000 ton kurma setiap tahunnya. Namun, data sektor menunjukkan bahwa hanya sekitar 8.800 ton yang diproduksi di dalam perbatasan Israel yang diakui secara internasional, terutama di Lembah Arava, menurut angka yang diterbitkan oleh majalah pertanian Israel Lahaklai.

Jika akurat, itu berarti sekitar 75% dari volume ekspor mungkin berasal dari pemukiman Tepi Barat, yang secara luas dianggap ilegal menurut hukum internasional.

Beberapa perusahaan yang terkait dengan Israel diduga menyembunyikan lokasi produksi saat mengekspor kurma ini.

Istilah “pencucian kurma” digunakan oleh para kritikus untuk menggambarkan praktik di mana kurma yang diproduksi di pemukiman dipasarkan dengan label asal alternatif, termasuk Belanda, Maroko, UEA, atau Palestina.

Beberapa perwakilan sektor tersebut menuduh bahwa produk-produk pemukiman dicampur ke dalam rantai pasokan Palestina melalui perantara. Yang lain mengklaim bahwa perbedaan antara deklarasi resmi dan volume pasokan aktual memungkinkan produk asal pemukiman diekspor dengan merek Palestina.

Otoritas Palestina sebelumnya telah melakukan tindakan penegakan hukum. Pada tahun 2014, Kementerian Ekonomi Nasional Palestina dilaporkan menyita 20 ton kurma Israel yang akan dijual dengan label “produk Palestina”. Investigasi serupa telah dilaporkan pada tahun-tahun berikutnya.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Boikot Kurma IsraelEropaHeadlinekurma israelkurma Medjool
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tegaskan Krisis Internasional Seharusnya Dikelola PBB, Vatikan Menolak Gabung Board of Peace
Tulisan selanjutnya Jalan Mudah Menuju Bahagia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Dialog Manhaj Aqidah Muhammadiyah: Asy’ari Bagian dari Ahlus Sunnah
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Amerika Serikat Menjatuhkan Sanksi Baru Berkaitan Iran Menyusul Serangan di Selat Hormuz
Mantan Pemimpin Qatar Sheikh Hamad bin Khalifa Wafat

Terbaru

  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
  • Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
  • Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
  • Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

14 Juli 2026 14:52
Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

13 Juli 2026 18:00
Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

13 Juli 2026 17:00
Berita

Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

13 Juli 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?