Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

Ahmad
Terakhir diupdate: 11 Februari 2026 05:27 5:27 am
Ahmad
Dipublikasikan 11 Februari 2026 05:26
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan aksi seorang pria berpenyandang disabilitas yang berusaha melindungi sebuah masjid dari kerusuhan massa diduga kelompok radikal Hindu di wilayah Rautahat, Nepal.

Video tersebut menjadi viral dan memicu reaksi positif dari berbagai kalangan, termasuk kelompok masyarakat sipil dan komunitas agama, sekaligus memicu kembali perdebatan tentang toleransi dan kebebasan beragama di negara tersebut.

Disabled Muslim Bravely Defends Mosque From Hindutva Mob

One Disabled Muslim Vs Hindutva Mob

When hundreds of Hindutva goons came to attack a mosque in Rampur, Nepal, he stood alone in front of them and bravely defended the mosque. pic.twitter.com/TGpY24L2H5

— DOAM (@doamuslims) January 30, 2026

Dalam video yang diunggah di platform seperti YouTube dan Instagram, terlihat seorang pria Muslim dengan satu kaki berdiri di depan masjid sambil membawa tongkat, berusaha menahan laju massa yang tampak hendak menyerang dan merusak bangunan ibadah tersebut.

Aksi pria itu mendapat perhatian besar netizen, yang menyebutnya sebagai bentuk keberanian luar biasa di tengah ketegangan antar-komunitas yang meningkat di Nepal belakangan ini.

Insiden itu terjadi di distrik Rautahat, yang berbatasan dengan India, di tengah meningkatnya ketegangan sekuler dan komunal di sejumlah wilayah di Nepal terkait insiden serupa sebelumnya di distrik Dhanusha, di mana sebuah masjid dilaporkan dirusak oleh sekelompok massa setelah video yang diposting di media sosial memicu reaksi emosional.

Baca Juga

Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup

Pihak berwenang Nepal belum secara resmi mengonfirmasi identitas pria disabilitas tersebut, namun unggahan video yang viral mencerminkan kekhawatiran publik akan meningkatnya konflik agama di wilayah tersebut.

Sejumlah pengguna media sosial memuji keberanian pria itu dengan ungkapan seperti “contoh keteguhan iman dan komitmen terhadap perdamaian” serta “simbol persaudaraan antara komunitas agama berbeda”.

Reaksi Publik dan Apresiasi

Tokoh masyarakat di Nepal menyatakan dukungan terhadap tindakan pria itu. Aksi yang ditunjukkan oleh pria ini tidak hanya menunjukkan keberanian individu, tetapi juga mengingatkan kita tentang pentingnya menghargai tempat ibadah dan menjaga perdamaian antar umat beragama,” ujar anggota organisasi hak disabilitas di Kathmandu mengatakan saat diskusi komunitas di ibu kota yang membahas viral video tersebut.

Selain itu, kelompok advokasi HAM internasional ikut menyoroti kasus ini sebagai contoh pentingnya toleransi dan perlindungan terhadap kelompok minoritas di negara dengan keragaman agama seperti Nepal.

“Video ini telah membawa perhatian global pada perlunya perlindungan hak untuk beribadah tanpa gangguan, khususnya bagi komunitas yang rentan,” ujar seorang juru bicara kelompok advokasi tersebut dalam pernyataan yang dipublikasikan di media sosial.

Menurut laporan media, ketegangan komunal di sebagian wilayah Nepal muncul setelah sebuah video yang diposting oleh dua pemuda Muslim di aplikasi TikTok dinilai menghina tradisi Hindu, yang kemudian memicu aksi protes dan kerusuhan.

Di distrik Dhanusha, kerusuhan tersebut berkembang menjadi penyerangan terhadap masjid setempat dan properti warga Muslim, termasuk melempari dengan batu serta merusak halaman bangunan ibadah.

Otoritas setempat kemudian menahan beberapa individu yang diduga terlibat dalam penyebaran konten yang memicu ketegangan serta tindakan vandalism tersebut, untuk menjalani penyelidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi.

Banyak kalangan berpendapat bahwa video pria disabilitas yang menahan massa itu menjadi simbol penting dalam upaya mengembalikan harmoni sosial di Nepal.

“Keberanian seorang individu, terutama yang memiliki keterbatasan fisik, mengingatkan kita bahwa perdamaian dan toleransi harus dijaga oleh semua pihak,” ujar salah satu akademisi hubungan antaragama di Universitas Tribhuvan, Kathmandu. Pernyataan ini dimuat dalam laporan komunitas lokal yang dikutip oleh beberapa akun media sosial Nepal.

Sementara itu, tokoh agama dari berbagai komunitas menyerukan dialog dan penguatan nilai toleransi agama sebagai bagian dari usaha untuk mencegah konflik serupa di masa depan. Mereka menekankan pentingnya menghormati keberagaman sebagai bagian dari identitas sosial Nepal, yang selama ini dikenal sebagai negara yang menghormati pluralisme.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:disabilitasHinduMasjid NepalNepalRautahatvideo
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mushida, MT Az-Zahrah, dan Komite Sekolah Sukses Gelar Baksos dan Bazar Ramadhan 1447 H
Tulisan selanjutnya Alarm Pakar AS: Gen Z dan Ancaman Penurunan Kecerdasan Akibat Teknologi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman

Berita
27 Agustus 2026 10:14
APCQP Perkuat Kolaborasi Masyarakat Sipil Asia Pasifik untuk Palestina
Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
Cari Suara, Netanyahu Tegaskan ‘Israel’ Tak akan Biarkan Negara Palestina Berdiri
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

Terbaru

  • Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura
  • Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
  • Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
  • Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
  • 10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
  • Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
  • Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
  • ‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
  • Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
  • Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

28 Agustus 2026 12:20
Berita

Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

28 Agustus 2026 11:26
Berita

Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama

28 Agustus 2026 09:48
Berita

Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama

28 Agustus 2026 09:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?