Hidayatullah.com- Anggota Komisi I DPR RI Elnino M. Husen Mohi mendukung inisiatif Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yaman untuk segera melakukan evakuasi Warga Negara Indoensia yang ada di Yaman seiring memanasnya situasi politik di negara tersebut.
“KBRI pasti lebih tahu kondisi yang ada di sana dan tahu apa yang mesti dilakukan,” kata Elnino kepada hidayatullah.com, Kamis (19/02/2015).
Diketahui sedikitnya 26 orang tewas akibat bentrokan antara warga Sunni dan Syiah di wilayah selatan Yaman sepekan setelah kelompok pemberontak Al-Hautsi (Al Houthi) yang menganut Syiah mengambil alih kekuasaan politik negara itu. [baca: Bentrok Sunni Syiah Di Yaman Tewaskan 26 Orang].
Namun hingga saat ini, Elnino menyampaikan bahwa WNI di Yaman masih enggan untuk ikut evakuasi, sebab mereka masih merasa aman.
Tetapi lanjutnya, harus terus dikomunikasikan kepada para ekspatriat itu mengenai segala kemungkinan–terutama kemungkinan terburuk–yang akan dihadapi.
“Yakinkan kepada WNI di Yaman bahwa evakuasi itu demi keselamatan mereka serta yakinkan juga jika pemerintah maupun KBRI akan membantu mereka kembali ke Yaman ketika situasi sudah tidak chaos lagi,” ujar Elnino.
Sebagaimana yang dilakukan Amerika Serikat, seiring memanasnya situasi politik di Yaman, Amerika menyiapkan dua kapal perang Angkatan Laut untuk proses evakuasi. [baca: Kondisi Yaman Memanas, Amerika Siapkan Kapal Evakuasi]
Selain Amerika Serikat, Prancis juga mendesak warganya untuk segera meninggalkan Yaman dan akan segera menutup kedutaan besarnya terkait peningkatan kekhawatiran keamanan di negara itu. [baca: Ikuti Amerika, Prancis Desak Warganya Tinggalkan Yaman].
Sementara itu, Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Yaman, Muhammad Maulana Akbar mengatakan untuk saat ini Yaman situasinya masih tenang dan aman bagi WNI.
“Alhamdulillah sampai hari ini Yaman situasinya tenang, tidak ada perang besar-besaran maupun terdengar suara tembakan satu pun,” ujar Akbar.
Akbar menyampaikan setidaknya sampai saat ini kurang lebih tercatat sekitar 3000 an WNI yang ada di Yaman serta pihak KBRI Yaman juga telah menghimbau kepada mereka untuk kembali ke Indonesia jika merasa tidak aman.
“Iya Mas, kami sudah menghimbau WNI agar pulang ke Indonesia jika merasa tidak aman,” ujar Akbar.
Untuk prosedur proses evakuasi, Akbar mengatakan jika WNI mendaftar terlebih dahulu dengan mengisi formulir yang telah disedikan untuk dikumpulkan ke KBRI. Kemudian, lanjutnya, KBRI akan mendata WNI yang telah terdaftar untuk dipulangkan ke Indonesia dengan penerbangan komersial.
“Baru sekitar 10 orang yang menanyakan,” ujar Akbar.
Untuk informasi terkini di Yaman hingga berita ini diturunkan, Akbar menuturkan jika Partai Politik (Parpol) di Yaman masih dan akan terus melakukan negoisasi dengan pemberontak dari kelompok Syiah al-Houthi.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Indonesia berencana akan memulangkan warga negara Indonesia yang berada di Yaman.
“Pada Senin (16/02/2015) kemarin, kami telah melakukan rapat dengan Menlu. Dengan mempertimbangkan laporan terakhir KBRI di Sanaa, akhirnya kami menunjuk Dubes Gatot (Abdullah Mansyur) sebagai ketua satgas persiapkan contingency plan evakuasi WNI di Yaman,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Christiawan Nasir, dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Rabu (18/02/2015) dikutip CNNIndonesia.*