Hidayatullah.com—Bahrain mengatakan ledakan yang menyebabkan kebakaran pipa minyak utama hari Sabtu karena sebuah sabotase “teroris”, sebuah serangan yang belum pernah terjadi sebelum dilakukan oleh musuh bebuyutannya, Iran.
“Insiden itu merupakan tindakan sabotase dan tindakan terorisme berbahaya, yang bertujuan untuk merugikan kepentingan bangsa dan keselamatan orang-orang,” sebut sebuah pernyataan di situs resmi Kementerian Dalam Negeri Bahrain dikutip Reuters, Ahad (12/11/2017).
Namun pihak berwenang Bahrain mengatakan bahwa mereka berhasil mengendalikan kebakaran di jalur pipa minyak.
“Aksi teroris akhir-akhir ini dilakukan lewat kontak langsung dan instruksi dari Iran,” demikian pernyataan yang dikutip dari Menteri Dalam Negeri Bahrain, Sheikh Rashid bin Abdullah al Khalifa.
Kementerian Energi Arab Saudi mengatakan hari Sabtu bahwa minyak yang dipompa ke Bahrain telah ditangguhkan. Dikatakan bahwa pihaknya meningkatkan tindakan pengamanan dan fasilitasnya sendiri setelah Bahrain menyalahkan “terorisme” terkait dengan Iran karena ledakan pipa minyak.
“Kementerian Energi juga telah memastikan telah melakukan tindakan pencegahan dan meningkatkan kontrol keamanan atas semua fasilitasnya,” kata pernyataan tersebut.
Petugas darurat dan penyelamatan terlihat menghalangi jalan menuju api di jaringan pipa minyak di Desa Buri, selatan Manama, Bahrain, 11 November 2017.
Bahrain adalah sekutu lama Amerika Serikat di Teluk Persia dan telah menjadi tuan rumah bagi Angkatan Laut Amerika sejak tahun 1947.
Perusahaan Minyak Bahrain (Bapco) yang dikelola negara menutup aliran minyak ke jalur. Warga yang dekat dengan kejadian di dekat Desa Buri, sekitar 15 km dari Ibu Kota Manama, dievakuasi ke tempat penampungan yang aman.
Bahrain mengandalkan ladang minyak Abu Safa untuk sebagian kebutuhan besar minyaknya dan berbagi dengan Arab Saudi. Minyak yang dikirim ke Bahrain diangkut melalui pipa A-B sepanjang 55 km yang berkapasitas 230.000 barel per hari.
Jalur Pipa minyak baru 350.000 barel per hari antara kedua negara direncanakan akan selesai tahun depan, dan akan melayani perluasan kapasitas kilang Bahrain. Minyak mentah Arab Saudi akan mengalir dari pabrik Abqaiq milik Saudi Aramco melalui jalur pipa baru sepanjang 115 km.*