Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
None

Supaya Terjangkau Rakyat, New Zealand Larang Orang Asing Beli Rumah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 Agustus 2018 11:09 11:09 am
Ama Farah
Dipublikasikan 16 Agustus 2018 11:09
Bagikan
Parlemen New Zealand melarang kebanyakan orang asing membeli rumah-rumah yang sudah berdiri di negara itu
Bagikan

Hidayatullah.com–Parlemen New Zealand melarang kebanyakan orang asing membeli rumah-rumah yang sudah berdiri di negara itu, dengan harapan harga properti turun dan bisa dijangkau rakyat.

Larangan itu hanya berlaku untuk orang asing yang bukan penduduk New Zealand (Selandia Baru). Warga Australia dan Singapura dikecualikan dari larangan itu, karena adanya perjanjian perdagangan bebas di antara mereka, lapor BBC.

New Zealand mengalami kenaikan harga properti sehingga banyak rakyatnya kesulitan memiliki tempat tinggal. Suku bunga rendah, terbatasnya jumlah rumah dan imigrasi telah melambungkan harga properti beberapa tahun terakhir.

Baca: Turis di New Zealand akan Dikenai Pajak untuk Infrastruktur Pembangunan

Berdasarkan ketentuan dalam Overseas Investment Amandement Bill, yang disetujui dengan 63-57 suara di parlemen hari Rabu (15/8/2018), orang asing non-residen dilarang membeli sebagian besar tipe rumah, tetapi mereka boleh berinvestasi terbatas dalam pembangunan-pembangunan apartemen baru berskala besar. Orang asing pemukim New Zealand, serta warga Singapura dan Australia, tidak dikenai larangan tersebut.

“Baik apakah itu rumah di tepian danau atau laut yang indah, atau rumah sederhana di pedesaan, undang-undang ini memastikan bahwa pasar bagi rumah-rumah kita ditetapkan di New Zealand, bukan pasar internasional,” kata Menteri Perdagangan dan Pembangunan New Zealand David Parker, menegaskan bahwa rakyat negeri kiwi itu jangan sampai dikalahkan oleh pembeli properti dari luar negeri yang berkantong lebih tebal.

Baca Juga

Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
Cegah Anak Obesitas, Inggris Larang Makanan Manis dan Gorengan di Sekolah
Iran Hujani Israel dengan Rudal Usai Trump Klaim Kemampuannya Melemah
200 Tentara AS Terluka, Iran Nyatakan Siap Perang Panjang
Jerman Penjarakan Seorang Pria Libanon Anggota Hizbullah

Baca: Pertama Dalam 30 Tahun New Zealand Izinkan Kapal Perang Amerika Merapat

Larangan itu menyusul kekhawatiran pemerintah yang tidak ingin orang asing memberikan tekanan terlalu besar terhadap harga rumah dan infrastruktur di negara itu.

Investor asal China termasuk yang terbesar dan paling aktif membeli properti di New Zealand.

Tidak hanya itu, orang-orang super kaya dari Amerika Serikat –seperti miliarder Silicon Valley Peter Thiel– juga memborong properti di New Zealand dan bahkan kabarnya menjadi warga negara mungil tersebut.

Rata-rata harga rumah di New Zealand naik lebih dari 60% kurun 10 tahun terakhir. Sementara di Auckland –kota terbesar di negara itu– harga rumah naik dua kali lipat.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:New ZealandOrang AsingPropertirumahSelandia Baru
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Peradaban Islam dan Pelayanan Kesehatan
Tulisan selanjutnya Rumah Hasil Menabung 10 Tahun, Ambruk dalam 15 Detik

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing

Berita
2 September 2026 15:07
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaNone

Kurma Israel Beredar di Eropa dengan Label Palsu

20 Februari 2026 07:00
BeritaNone

Video: Pria Disabilitas di Nepal Viral Menjaga Masjid dari Serangan Kelompok Radikal

11 Februari 2026 05:26
None

“Kemunafikan Barat Terbongkar”: Celah Hukum Pernikahan Anak di AS Disorot Aktivis HAM

2 Februari 2026 19:30
None

Tolak Gabung ‘Dewan Perdamaian’, Jerman: Penyimpangan Sistem Internasional

23 Januari 2026 09:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?