Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

Etos Perjuangan di Bulan Ramadhan

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Juni 2017 19:05 7:05 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Juni 2017 19:05
Bagikan
Bagikan

BAGI yang menelaah perjalanan hidup Nabi Muhammad Shalalallahu ‘Alaihi Wassallam beserta sahabatnya pada bulan Ramadhan, maka etos perjuangan mereka terlihat semakin meningkat tajam. Bukan berarti di luar bulan Ramadhan mereka malas, tapi pada bulan Ramadhan, perjuangan meningkat menjadi dua kali lipat. Makanya, tidak ada alasan bagi setiap muslim untuk bermalas-malasan dengan dalih lemas, haus, dan lapar karena semua itu memang lazim dialami bagi siapa saja yang berpuasa di bulan suci ini, selama bukan dalam uzur syar’i.

Sejenak kita melihat sejarah. Ramadhan pertama (2 H) mereka lalui dengan Perang Badar Kubra yang cukup menguras perhatian dan tenaga. Walhasil, atas rahmat Allah Subhanahu Wata’ala, mereka berhasil menjadi jawara.

Pada bulan Ramadhan, sebelum perang Khandaq (5 H) pun, mereka juga berjuang sedemikian rupa untuk menggali parit. Pada akhirnya, perang fenomenal yang terjadi pada bulan Syawal ini berakhir dengan kemenangan gemilang. Demikian juga peristiwa Pembebasan Mekah (8 H), mereka berbondong-bondong berjuang dalam momentum Ramadhan. Perjuangan ini berakhir manis. Mekah bisa dibebaskan tanpa pertumpahan darah. Beberapa peristiwa tersebut menunjukkan bahwa bulan puasa adalah momentum terbaik untuk meningkatkan etos perjuangan.

Baca:  “Matikan Segera HP Kita di Tempat Ini…!”

Di luar bulan puasa pun mereka tetap energik. Kisah menarik Abdullah bin Rawahah RA  pada saat Perang Mu’tah (8 H) bisa dijadikan teladan. Pada waktu itu, beliau adalah salah seorang sahabat yang dipilih menjadi komando ketika Ja’far bin Abi Thalib dan Zaid bin  Haritsah gugur di medan tempur.

Menariknya, dalam kondisi perang yang begitu mencekam, sahabat yang merupakan penyair muslim kondang ini dalam kondisi berpuasa. Pasca gugurnya dua panglima (Zaid dan Ja’far), ia langsung mengambil alih bendera perang memimpin perlawanan.

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

Sebelum memulai perang kembali, beliau bertanya kepada sahabat-sahabatnya, “Apakah matahari sudah terbenam?” “Ya,” jawab mereka serempak. Kemudian sahabat yang ikut dalam Perjanjian ‘Aqabah ini berdoa lalu berbuka dengan satu suapan daging.

Baca:  “Mumpung Belum 10 Terakhir Ramadhan, Kejar Lailatul Qadr dengan Doa”

Dikunyahlah makanan tersebut. Namun, apa yang masuk dalam mulutnya, sama sekali tak ada rasa. Bagaimana mungkin ia bisa merasakan nikmanya makanan pada saat kedua panglima gugur di medan juang. Akhirnya makanan itu dimuntahkannya, lalu bergegas mengambil sebilah pedang dan segera memimpin perjuangan.

Sebelum dimulai, sahabat yang berasal dari kabilah Anshar ini menatap ke langit sembari membaca sya’ir:

Aku bersumpah wahai jiwaku, kamu pasti turun di medan laga

                Kamu pasti turun walau kamu tak menyukainya

Jika orang-orang berteriak, berkumpul dengan suara tangis

                Aku tidak melihatmu membenci surga

Sudah lama kamu dalam kondisi tentram

                Kamu hanyalah seperti seteguk  air jernih di tempat minum yang akan sirna. (Ibnu Hisyam, 1375: II/379).

Setelah menyenandungkan syair, dengan tangkas beliau berjuang di medan laga, hingga syahid di jalan Allah SWT. Beliau menutup usianya dengan husnul khatimah (akhir yang baik). Kisah ini menunjukkan bahwa puasa tidak menghalangi seseorang untuk meningkatkan etos perjuangan.

Di bumi Nusantara juga pernah terjadi demikian. Dalam pertempuran di Cijoho, tentara Siliwangi melawan Belanda. Peristiwa ini terjadi pada hari kedua bulan puasa tahun 1946. Mereka tetap berjuang dengan etos tinggi walau nyawa taruhannya.  Peristiwa ini terjadi dalam bulan Ramadhan. Pada hari keempat, terjadilah pertempuran dahsyat melawan pasukan Belanda. Begitu hebatnya, sampai-sampai terpaksa perlawanan dilakukan secara “man to man”. (Badan Pembina Corps Siliwangi Jakarta Raya, 1991 : 186).

Sebagai penutup, petikan sajak-sajak yang dibuat oleh ulama Aceh pada momen perjuangan melawan Belanda yang dikenal dengan sebutan HPS (Hikayat Perang Sabil) ini bisa dijadikan pelajaran berharga bahwa puasa bukan penghalang orang untuk meningkatkan etos perjuangan:

Tak sempurna sembahyang puasa

Jika tak mara ke medan perang

Fakir miskin, kecil dan besar

Tua, muda, pria dan wanita

Yang sanggup melawan kafir

Walaupun dia budaknya orang

Hukum fardhu ain di pundak kita

Meski tak sempat lunaskan hutang

Wajib harta disumbangkan

Kepada siapa yang mau berperang

(Ibrahim Alfian, 1987: 113).  Wallahu a’lam.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bulan Ramadhanmenggali paritperang KhandaqRamadhanRamadhan 2017
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Permudah Berzakat, SF pun Luncurkan Aplikasi ZakatApp
Tulisan selanjutnya PBB Desak Myanmar Lindung Anak Rohingya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

Berita
16 Oktober 2026 15:36
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Pilot Berkewarganegaraan Indonesia, Pesawat Ethiopian Airlines Dilarang Mendarat di ‘Israel’
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli
Tiga Pria Mengaku Merencakan Serangan Terhadap Masjid Maryam di Galway

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?