Hidayatullah.com– Sepuluh hari pertama bulan Ramadhan 1438 H sudah berlalu, memasuki 10 hari kedua. Umat Islam pun diingatkan untuk menggenjot ibadahnya. Selain itu, diimbau juga untuk mempersiapkan diri menyambut 10 hari ketiga guna memburu malam kemuliaan, lailatul qadr.
“Mumpung kita belum masuk 10 terakhir, mari kita kejar lailatul qadr dengan doa,” pesan Pimpinan Ma’had Tahfidz Al-Humairah Sukabumi Naspi Arsyad, Lc dalam tausiyah jelang berbuka puasa bersama yang digelar salah seorang jamaah Masjid Ummul Quraa di Kalimulya, Cilodong, Depok, Jawa Barat, baru-baru ini.
Baca: Merindui Lailatul Qadar
Naspi menyampaikan, berdasarkan Hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, ulama-ulama mengatakan disunnahkan berdoa dan meminta kepada Allah agar diberi kesempatan untuk bertemu dengan malam lailatul qadr.
“Kejarlah, mimpikanlah, pada malam-malam ganjil yang secara khusus di 10 malam terakhir Ramadhan,” seru dai lulusan Universitas Islam Madinah (UIM) ini.
Lebih jelas, ia mengatakan, pada 10 hari tersebut, ada 5 malam peluang datangnya lailatul qadr. Yaitu di malam 21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadhan.
“Lima malam ini punya peluang untuk kita dapat malam lailatul qadr,” imbuhnya, seraya menambahkan, ada yang bilang lailatul qadr datang secara khusus pada malam 27 Ramadhan.
“Di Masjidil Haram malam 27 lebih semarak daripada musim haji,” tutur dai yang biasa mengantar jamaah umrah ke Tanah Suci ini.
Naspi pun menjelaskan, lailatul qadr memiliki banyak keistimewaan. Antara lain, malam itu ditaqdirkan ketentuan-ketentuan Allah yang berlaku 1 tahun penuh.
Sampai pada tingkat hajinya seseorang ditentukan, terangnya, berdasarkan salah satu riwayat dari Abdullah ibnu Abbas.
Kedua, tambah Naspi, pada malam lailatul qadr bumi menyempit. “Dalam arti maknawi,” imbuhnya.
Karena pada saat itu jelasnya malaikat-malaikat dikomando Jibril turun ke bumi. “Bumi menyempit karena tak mampu menampung malaikat-malaikat,” ungkapnya di depan dua ratusan lebih jamaah.
Baca: Tentara ini di Luar Ramadhan pun Bisa Khatam Qur’an 10 Hari [1]
Keistimewaan lainnya, masih kata Naspi, pada malam itu Allah Subhanahu Wata’ala menurunkan al-Qur’an.
Maka, lebih jauh ia mengatakan, barangsiapa ingin mendapatkan kemuliaan, maka raihlah dengan al-Qur’an. Al-qadr sendiri maknanya adalah kemuliaan, jelas anggota Dewan Mudzakarah DPP Hidayatullah ini.*