Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mutiara Ramadhan

Ramadhan: Lockdown Mata, Telinga dan Hati

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Mei 2020 11:57 11:57 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Mei 2020 11:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | BULAN  Ramadhan adalah bulan spesial yang datang setiap tahun. Kedatangannya dinanti-nanti oleh jutaan umat muslim di dunia. Namun, Bulan Puasa tahun 2020 ini adalah yang “Super spesial.” Penyebaabnya, karena kehadirannya bersamaan dengan adanya ancaman global pendemi Covid-19, yang merebak di 210 negara dengan jumlah korban terpapar mencapai 2.830.842 orang.

Solusi yang dilakukan oleh beberapa negara untuk menanggulangi penyebaran virus,  dengan kebijakan lockdown atau Karantina Wilayah. Indonesia menerapkan Karantina Wilayah ini dengan istilah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Di Indoensia 720 pasien yang meninggal, 8.607 kasus positif dan sembuh 1.042 orang.

Kehadiran Ramadhan dalam nuansa lockdown, boleh jadi bisa menjadi solusi bagi dunia yang sedang dirundung mara bahaya, yang belum jelas kapan berakhirnya. Semoga syariat Puasa selama satu bulan penuh ini akan semakin meembantu dalam mencegah penyebaran virus mematikan tersebut.

Kenapa demikian?

Sebab orang yang berpuasa ibarat sedang melakukan Hibernasi, yaitu sebuah kondisi istirahat panjang atau tidur pada binatang selama musim dingin (KBBI), yang dilakukan oleh  beberapa hewan homoioterm (yang memiliki jenis darah panas) untuk mempertahankan diri dari kondisi iklim yang ekstrim, menghindari predator atau bagi beberapa hewan untuk bermetamorfosis menjadi makhluk baru yang lebih baik. Astronot juga melakukan semacam Hibernasi agar bisa menjaga kebugarannya dan menjalankan tugasnya secara optimal.

Baca Juga

Makna Shalawat Allah dan Malaikat untuk Orang yang Menjalankan Sunnah Sahur
Kisah Jenaka Bulan Puasa 10: Imam Tarawih Mati Kutu
Kisah Jenaka Bulan Puasa 9: Ngabuburit Akhir Zaman
Kisah Jenaka Bulan Puasa 7: Badui Pamer Puasa
Kisah Jenaka Bulan Puasa 6: Ketika Badui Diajak Membatalkan Puasa

Lockdown Anggota tubuh

Manusia dianugerahi oleh Allah anggota tubuh yang sempurna. Masing-masing anggota memiliki peran dan fungsinya. Imam al-Muhasibi dalam kitabnya, Risalah al-Mustarsyidin mengemukakan bahwa ada tujuh anggota yang patut dijaga, terlebih ketika Ramadhan sudah tiba. Yaitu; hati, lisan (lidah), mata (penglihatan), telinga (pendengaran), hidung  (penciuman), kedua tangan dan kedua kaki. Bagian awal, hati, artinya mesin penggerak dari semuanya.

Tindakan ‘menahan’ anggota tubuh, dapat diimplementasikan dengan cara menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Oleh karena itu, Imam al-Muhasibi mengupas apa saja yang perlu kita jaga. Penulis memakai bahasa kunci/jaga (lockdown) dari anggota tubuh kita.

Pertama, lockdown hati. Kewajiban hati setelah beriman kepada Allah adalah ikhlas mengamalkan perintah-Nya. Semata-mata karena Allah, berbaik sangka kompilasi tertimpa segala kesulitan, percaya kepada Allah, takut akan azab Allah, dan mengharap keutamaan Allah.

Hati merupakan bagian terpenting dari jasad. Jika hati baik maka baiklah seluruh jasad ini, begitupula sebaliknya. Dalam hadits: “Ketahuilah bahwa di dalam diri ini ada segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika buruk, maka buruklah seluruh tubuh; itu adalah hati.” (HR Bukhari dan Muslim)

Kedua, lockdown lisan. Keselamatan manusia terletak pada lisannya. Karenanya, lisan merupakan komunikasi verbal yang sangat tajam. Seperti ‘pisau bermata dua dapat berkata secara jujur, tidak dusta, perkataan yang bermanfaat namun juga sebaliknya, dapat berkata dusta, bohong tidak tepat janji.

Jika kita berhasil membebaskan diri kita dari lisan/lidah, maka Rasulullah-lah yang akan menjamin kita di Surga nanti.

Dapat diterima dalam hadits:

مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ

“Siapa yang menjamin untukku apa yang ada di antara dua tulang rahangnya (lisan) dan yang ada di antara dua persetujuan (aku) maka aku akan menyediakan surga yang ada.” (HR. Al-Bukhari)

Ketiga, lockdown mata (pandangan). Islam memerintahkan untuk menundukkan pandangan, dalam artian, manjaga apa yang tidak boleh dilihat aurot wanita, misalnya. Maka hal itu mesti kita hindari. Sahabat Hudzaifah ra meriwayatkan hadits dari Nabi ﷺ

“Pemandangan itu adalah panah di antara panah iblis, siapa yang meninggalkannya karena takut kepada Allah, maka Allah mendatangkan lawan keimanan, yang ia dapatkan manisnya dalam pertempuran.” (HR ath-Thabrani dan al-Hakim).  Dua mata berzina, dan zinanya adalah pandangan (HR Bukhari)

Keempat. lockdown telinga. Segala sesuatu yang tidak boleh untuk dibaca dan dilihat, begitu juga diharamkan untuk didengar.

Imam al-Muhasibiah menyatakan, bahwa tidak ada anggota tubuh setelah lisan, yang lebih memperhatikan dari telinga atau pendengaran, karena hasil pendengaran adalah sesuatu yang lebih cepat mencapai hati.

Dari Ibn Abbas, Nabi ﷺ bersabda;  “Barangsiapa yang menguping pembicaraan suatu kaum, sementara mereka membenci hal itu atau lari darinya (agar tidak didengar orang lain), niscaya akan dituangkan timah panas ke telinganya di hari kiamat.” (HR Bukhari)

Kelima, Lockdown indra penciuman. Seperti halnya yyang tersebut di atas. Indra penciuman, hanyya bisa dfungsikan kepada hal-hal yang hak. Bukan bathil. Telah diceritakan, suatu hari Khalifah Umar bin Abdul Aziz diberi sebotol minyak misik. Kemudian ia menutup hidungnya, dan berkata, “Apakah ia bermanfaat, kecuali hanya wanginya saja.”

Keenam dan ketujuh, adalah lockdown kedua tangan dan kaki.  Kewajiban tangan dan kaki mengambil dan melangkah kepada barang atau jalur yang benar menurut syariat. Tangan tidak mengambil sesuatu yang bukan haknya, kaki tidak melangkah ke tempat sesuatu yang tidak baik,  seperti tempat maaksiat dan seterusnya. Menjadi penting untuk memastikan tempat yang kita tuju itu baik.  Penuh dengan manfaat dan keberkahan. Seperti masjid dan majeli-majelis ilmu.

Nabi ﷺ bersabda;  “Setiap langkah menuju tempat sholat akan dicatat sebagai kebaikan dan akan menghapus kejelekan.” (HR. Ahmad).

Mudah-mudahan, dengan program lockdown yang diambil oleh pemerintah, dalam rangka memutus mata rantai pandemi ini. Disempurnakan dengan ‘nilai-nilai lockdown’ yang terkandung dalam ibadah puasa, mampu mengakhiri suasana mencekam ini. Berkah ibadahnya,  damai suasananya,  kepada Allah kita memohon pertolongan. Allahumma aamiin.*/ Moch Syahri Saumi,  Ketua Pemuda Hidayatullah Jawa Timur dan dosen STAI Luqman al-Hakim, Surabaya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hatilockdownmataPuasaRamadhantangantelinga
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kemenkes Kenya Pakai Jutaan Dana Covid-19 untuk Beli Teh, Camilan dan Pulsa Staf
Tulisan selanjutnya Kantor Berita Korut: Kim Jong-un Meresmikan Pabrik Pupuk

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Mutiara RamadhanRamadhan

Kisah Jenaka Bulan Puasa 4 : Ghundar dan “Bonus” Puasa Lupa

12 Maret 2026 11:00
Mutiara RamadhanRamadhan

Memantaskan Diri Meraih Lailatul Qadar

11 Maret 2026 16:00
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Keutamaan Puasa Ramadhan menurut Al-Ghazali

11 April 2022 17:30
KajianMutiara RamadhanRamadhan

Inilah Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan yang Perlu Diketahui

3 April 2022 13:20
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?